Menanggapi Jawaban Klinik HR

Saya ingin sedikit memberikan komentar terhadap pertanyaan dan jawaban yang saya baca di Klinik PortalHR mengenai Perempuan Hamil Tak Boleh di-PHK? Apakah benar ada undang-undang yang mengatur tidak diperkenankannya perusahaan untuk melakukan PHK terhadap perempuan yang sedang hamil? Jawaban: Benar. Undang-undang No. 13 tahun 2003, Pasal 153 (1) e menyatakan antara lain bahwa pengusaha dilarang melakukan PHK terhadap pekerja karena alasan (pekerja perempuan) hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya.
Jawaban dari Bapak Bambang Supriyanto di atas memang benar dan tepat, hanya saja menurut pandangan saya kurang menjawab pertanyaan. Inti pertanyaannya: Apakah undang-undang melarang perusahaan mem-PHK perempuan yang sedang hamil?
Sepengetahuan saya tidak ada Undang-undang yang melarang pengusaha mem-PHK karyawan yang SEDANG hamil. Melainkan: pengusaha dilarang mem-PHK karyawan KARENA ALASAN HAMIL, MELAHIRKAN, dst.
Kedua kondisi di atas adalah dua hal yang berbeda. Jika terjadi kondisi seperti ini: ada seorang karyawan yang sedang hamil kemudian terbukti melakukan pencurian terhadap aset perusahaan, pertanyaannya adalah apakah pengusaha dilarang mem-PHK karyawan ini? Menurut saya UU membolehkan karena yang menjadi ALASAN PHK adalah perbuatan mencurinya, bukan karena HAMIL-nya.
Kesimpulannya, pengusaha diperbolehkan oleh UU untuk mem-PHK karyawan yang sedang hamil, sepanjang ALASAN PHK adalah karena pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan tadi, sesuai aturan UU. Yang tidak diperbolehkan oleh UU adalah mem-PHK karyawan karena ALASAN hamil, melahirkan, keguguran, menyusui. Demikian komentar saya.
Terlepas dari itu, saya merasa cukup banyak mendapat manfaat dari informasi-informasi yang ada di PortalHR. Bravo.

Michael Widi Susanto - Petrotec Air Power, Jakarta