Mana Tanggung Jawab Blue Bird?

Saya kehilangan HP Nokia 9500 di taksi langganan setia saya, Blue Bird.
Kejadiannya begini:
Tanggal 22 Februari 2007 tepat jam 18:37:30 saya naik taksi Bluer Bird dari Elektronik City ke Cilandro BNI 46. HP saya tertinggal di taksi dengan nomor pintu
SL 1534 itu. Hari itu juga saya langsung melapor ke <I>pool</I> Blue Bird.
Esok harinya saya ke Electronic City, ke bagian CCTV dan ke bagian yang sama di BNI 46 juga, dan dari situ terlihat lebih jelas, taksi Blue Bird tersebut berada di kawasan BNI 46 sekitar 4 menit. Masuk pada 18:40:54 dan keluar pada 18:44:19.
Yang membuat saya heran, setelah 5 detik meninggalkan taksi saya langsung menelpon HP saya dan tersambung namun tidak ada jawaban. Dan, setelah 4 menit (artinya, sesuai data CCTV, taksi masih berada di area BNI 46) HP saya sudah tidak dapat dihubungi lagi karena tidak aktif atau dalam keadaan mati.
Seminggu kemudian saya ke Blue Bird <I>pool</i> Halim dan dipertemukan dengan pengemudinya. Lagi-lagi saya heran, karena saya justru dipersilakan untuk menginterogasi si pengemudi itu. Saya juga bertemu dengan Bapak Riza dari bagian Operational. Namun, tak ada titik temu. Katanya, nanti diproses lebih lanjut lagi.
Lebih dari 3 bulan tidak ada kabar! Saya berinisiatif menghubungi, bermaksud bisa bicara langsung dengan Pak Riza. Namun, tidak berhasil. Saya menghubungi lagi dan tetap hasilnya sama. Operator yang menerima hanya bilang akan menghubungi saya kembali.
Terakhir 15 Juni saya menghubungi lagi dan mengancam akan memasukkan ini ke surat pembaca <I>Kompas</I>. Tidak lebih dari 5 menit saya dihubungi balik. Saya mendapat jawaban bahwa Blue Bird tidak mempunyai aturan atas barang-barang yang tertinggal di taksi. Ini dikatakan oleh Bapak Edi (saya ada rekaman dialognya). Kesimpulan saya, tidak ada tanggung jawab keamanan bagi pelanggan.
Di sini saya sangat kecewa, citra Blue Bird yang begitu bagus ternyata disalahgunakan oleh berbagai pihak yang kurang bertanggung jawab dan Blue Bird yang merupakan <I>big company</I> dibandingkan perusahaan lain tidak dapat mengatasi masalah ini –hanya masalah HP saja Blue Bird membutuhkan waktu lebih dari 4 bulan.
<I>Ignasius Charles Angliwarman, Jakarta Selatan</I>

Ignasius Charles Angliwarman