Kepercayaan Diri Pria di Kantor Lebih Menguntungkan Ketimbang Wanita, Kok Bisa?

cup-2592041_640

“What’s wrong with being confident?” Lirik tersebut diulang hingga 10 kali dalam lagu Demi Lovato yang berjudul ‘Confident. Dalam lagu yang dinominasikan dalam Grammy Award sebagai Best Pop Vocal Album pada tahun 2015, Demi ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dengan memiliki kepercayaan diri dan jadi diri sendiri.

cup-2592041_640

(Credit Image: Pixabay.com)

Namun ternyata kepercayaan diri di tempat kerja masih lebih menguntungkan bagi para pria dibandingkan wanita. Mengapa bisa begitu?

INSEAD Singapura melakukan studi terhadap 236 orang computer engineer di perusahaan perangkat lunak multinasional. Hasilnya, hubungan antara kepercayaan diri dan kemampuan untuk mempengaruhi lebih ditujukan kepada para pria. Pria yang memiliki kepercayaan diri tinggi ternyata lebih mampu memberikan pengaruh besar di tempat kerja. Sedangkan wanita yang memiliki kepercayaan diri tinggi hanya mampu memberikan pengaruh bagi sesama rekan kerja dan supervisor dengan pendekatan nurturing.

Studi yang dipimpin oleh Associate Professor of Decision Science, Natalia Karelaia ini mengukur dan menganalisa performa kerja, orientasi prososial, kepercayaan diri dan pengaruhnya pada organisasi. Menurut Professor Karelaia, bagi perusahaan yang peduli dengan kesetaran gender, jika menjadi anggota organisasi yang baik dan membantu orang lain adalah kewajiban maka kesetaraan harus seimbang antara pria dan wanita.

Masalah kesetaraan gender di tempat kerja memang masih menjadi polemik sampai saat ini. Namun yakinlah bahwa ke depannya hal ini bisa terselesaikan secara perlahan-lahan. (*)