Tips Mendapat Talent Yang Tepat

Di sela-sela mengikuti Mega Seminar The Future of HR; A New Vision of HR in Value Creation for Investors, Customers, and Employees, yang berlangsung di Jakarta pada 5-6 April 2011 silam dengan pembicara utama HR Guru, Dave Ulrich, saya bertemu dengan Michael Adryanto. Selain perbincangan tentang banyak hal, ada satu topik yang cukup seru sehingga waktu rehat yang disediakan oleh panitia rasanya tidak cukup untuk menyambung obrolan ringan tersebut. Alhasil, saya dan Michael terlewatkan beberapa saat dari sesinya Dave Ulrich.

Meskipun begitu, saya juga mendapat banyak hal dari apa yang disampaikan oleh Michael. Dan apa yang saya dapatkan waktu itu, bisa jadi semacam preview dari buku Michael yang saat ini sudah beredar di toko buku di seluruh Indonesia. Sekilas membaca judulnya saja, Tips and Tricks on Getting The Right Talents, jika Anda berkecimpung di dunia HR, buku ini sangat direkomendasikan. Kenapa begitu?

Banyak yang bilang tenaga kerja di Indonesia ini sangat berlimpah. Mulai dari lulusan SMA, S1 bahkan S2 dan S3 yang sedang mencari kerja sudah tak terhitung saking banyaknya. Anda bisa lihat setiap ada job-fair, ribuan tenaga kerja mengantre untuk bisa meraih asa mendapatkan pekerjaan dengan mengikuti acara tersebut. Yang menggelitik, acara ini tidak gratis alias berbayar.

Pertanyaannya, apakah dengan melimpahnya SDM yang ada di pasar ini, Anda yang duduk di bagian HRD dengan mudah mendapatkan talents? Jawabannya simple, may be yes, may be no. Ironisnya, yang sering saya dengar justru jawaban terakhir. Lantas ada apa sesungguhnya dengan SDM di Indonesia ini, dari sisi kuantitas banyak jumlahnya tapi dari sisi kualitas yang sesuai dengan kualifikasinya bisa dibilang jarang-jarang? Ataukah ada hal lainnya?

Di sinilah kenapa buku ini terbilang recommended. Michael membuka bukunya dengan analogi yang sangat bagus dan sangat terukur. Ya, saya sangat setuju dengan analogi ini, karena salah satunya saya menang suka sekali dengan sepakbola. Lho, apa hubungannya?

Michael, dalam bab pertamanya menuliskan bahwa “Yang Terbaik Tidak Selalu Tepat”. Hmm, ini rasanya menjelaskan kenapa orang-orang HR mengeluhkan susah sekali mencari talents. Kalau di atas sudah disebutkan bahwa ada banyak SDM tapi tidak qualified, mungkin alasan inilah yang dengan gampang bisa diterima. Tapi kalau ada talents yang sangat bagus, tapi ternyata masih belum cukup dijadikan jaminan guna mendapatkan talents yang tepat, ini baru problem.

Topik “Yang Terbaik Tidak Selalu Tepat” digambarkan dengan gamblang oleh Michael ketika Roman Abramovic, pemilik klub sepakbola Chelsea merekrut bintang AC Milan, Andry Shevchenko yang waktu itu sedang subur-suburnya sebagai salah seorang striker terbaik dunia. Catatan golnya pun fantastis, 127 gol dalam 208 laga dengan statistik 0,6 gol dalam setiap pertandingannya. Bagi penggila bola, angka-angka ini jelas sekali ukurannya.

Namun apa yang terjadi? Sheva, panggilan akrabnya, ternyata gagal bersinar di Chelsea. Sheva seolah-olah melempem di klub barunya ini. Selama 27 bulan membela The Blues, dia hanya berhasil melesakkan gol ke gawang lawan sebanyak 22 dalam 76 laga, atau kalau dihitung matematik, Sheva hanya bisa mencetak gol sebanyak 0, 29 gol sekali pertandingan. Tentu ini sangat jauh perbandingannya dengan ketika ia membela bendera di klub lamanya.

Apa yang dialami oleh Sheva ini, ternyata tidak ia alami sendirian. Bintang Brasil, Ronaldo juga tercatat pernah mengalami hal yang sama. Dan menarik dicermati, meskipun tidak terlalu dipublikasina oleh media, kasus serupa banyak terjadi di organisasi bisnis. Ada banyak contoh di mana karyawan atau profesional yang memiliki prestasi tinggi di suatu organisasi, nyatanya dia tidak berhasil mempertahankan prestasi tersebut dan justru kalah bersaing dengan rekan kerja di organisasi yang lain.

Ada 10 bab di buku ini yang notabene adalah hasil pengalaman panjang Michael  di bidang manajemen sumber daya manusia sejak ia menyelesaikan program S1 di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung dan langsung meneruskan program S2 di Prasetya Mulya Business School Jakarta pada 2003.

Michael mengawali karirnya dengan menjadi staf rekrutmen di Bank Central Asia Cabang Bandung, dan sejak Desember 2005, ia didapuk menjadi HR Director di Sinarmas Agribusiness & Food. Michael juga tak segan berbagi ilmu dengan menjadi pembicara di acara seminar publik tentang SDM, di samping sempat juga menjadi staf pengajar manajemen SDM di program  Magister Management Universitas Indonesia.

Terkait buku Tips and Tricks on Getting The Right Talents, di sini saya hanya memberikan clue, betapa buku ini layak dijadikan sebagai pegangan bagi para praktisi HR, khususnya di bagian Rekrutmen. Diantaranya, Siapa yang tepat bagi organisasi anda, Cara praktis menemukan kriteria yang tepat, Tengok dahulu kotak perhiasan anda, Memikat hati yang di luar, Tes kepribadian bukan satu-satunya dan segala-galanya, dan ini rasanya bab yang paling menyolok untuk segera dibaca, yakni Metode yang murah meriah mendapatkan Talents.

Tentu masih banyak insight dari buku Tips and Tricks on Getting The Right Talents ini yang bisa Anda dapatkan. Ada beberapa strategi yang akan diungkap oleh Michael serta teknik-teknik mengelola rekrutmen dan seleksi untuk pada akhirnya mendapatkan karyawan yang tepat. Yang menarik dari buku ini, sesuai dengan judul buku Tips and Tricks, maka di setiap akhir masing-masing bab, Michael pun membagi-bagikan tips dan triknya. (rudi@portalHR.com)