Mari Melek Digital Bersama WWW.HM

Kalau dulu kami sering mengkampanyekan bahwa orang HR harus paham bisnis, akhir-akhir ini, sesuatu yang kami kampanyekan dalam aktivitas kami baik di media online maupun offline adalah bahwa orang HR harus melek digital.

Betapa tidak, kini pengguna internet di seluruh dunia telah mencapai 3 milyar, atau setara dengan 45% populasi. Di Indonesia sendiri, menurut data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika RI jumlah pengguna internet saat ini telah menembus angka 82 juta, dimana sebagian besar dari penghuni dunia digital tersebut adalah karyawan Anda.

Perubahan perilaku masyarakat di era digital ini telah mentransformasi dunia pemasaran. Buku ini, diberi judul WWW.HM (What, Who, Where, How, Measurement) ditulis oleh Tuhu Nugraha, seorang praktisi pemasaran digital. Tuhu yang merupakan Chief Operating Officer Upnormals Pingfans juga aktif menjadi dosen dan trainer untuk topik pemasaran digital dan media sosial.

Pengalamannya menangani klien serta memberikan training mendorongnya menyusun sebuah buku yang semacam 101, panduan lengkap tentang media-media online yang digunakan untuk pemasaran pada saat ini. Tuhu menguraikan strategi-strategi outbound marketing, seperti social media, SEO, display advertising, serta inbound marketing, CRM maupun metode-metode pengukuran yang digunakan untuk pemasaran digital. Dalam satu kalimat, saya ingin mengatakan buku ini adalah buku wajib bagi para marketer di era digital saat ini.

Namun yang tidak saya sangka adalah perhatian yang diberikan Tuhu pada pengelolaan SDM. Berdasarkan pengalamannya, Tuhu menggarisbawahi bahwa kesuksesan sebuah pemasaran serta keberlangsungan kesuksesan tersebut (Tuhu sering mengingatkan agar para brand memperhatikan efek jangka panjang, bukan hanya efek jangka pendek dari kampanye seperti yang sering dilakukan brand-brand) sangat tergantung pada tim di belakangnya.

Tuhu memberikan highlight pada people (SDM) sebagai kunci keberhasilan inbound marketing. “Karyawan Anda adalah aset berharga dalam perusahaan, terutama karena mereka berhubungan langsung dengan pelanggan. Memiliki karyawan yang juga merupakan brand advocates memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan Anda. Salah satunya adalah tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi,” demikian mengutip kata-kata di dalam buku WWW.HM.

Di sini Tuhu mengangkat cerita Zappos, sebuah toko online yang sukses di Amerika yang kemudian diakuisisi oleh Amazon. Zappos mempunyai prinsip “To make customers happy, we have to make sure our employees are happy first.”

Nah, bagaimana cerita lengkapnya? Anda yang penasaran dapat mencari buku ini di toko buku terdekat. Walaupun cocok sebagai buku panduan bagi para marketer, bagi Anda praktisi HR, buku ini dapat membuka cakrawala untuk memahami media-media digital.

Baca juga: Social Media & HR 

Tags: ,