Jangan Jadikan Karyawan Penumpang Bus Malam

Buku Pak Ir

Pernahkah Anda naik bus malam, misalnya ke Yogyakarta atau beberapa kota lain yang berjarak di atas 10 jam perjalanan darat dari Jakarta? Untuk perjalanan seperti itu seringkali kita memilih bus malam, di mana kita bisa melewati sekian jam perjalanan tersebut sambil tertidur nyenyak, dan keesokan harinya kita telah tiba di tempat tujuan.

Buku Pak Ir

Nah bagaimana kalau karyawan kita ibarat penumpang bus malam, yang tidak tahu menahu tentang seluk beluk perjalanan, hanya tahu tiba di tujuan saja? Irvandi Ferizal melalui bukunya Journey to be Employer of Choice mengingatkan perusahaan untuk melibatkan karyawan dalam perjalanan perusahaan, agar tidak menjadikan karyawan seperti penumpang bus malam.

Dalam suatu kesempatan ketika Irvandi masih mengepalai departemen HR di TNT, ia pernah melakukan simulasi seperti berikut: Ia miminta para kurir TNT menutup mata lalu memutar-mutarkan badan. Kemudian dia meminta mereka menunjuk arah tertentu dalam posisi mata tertutup. Setelah membuka mata, mereka baru sadar bahwa arah yang mereka tunjuk ternyata berbeda-beda.

“Nah, bayangkan kalau perusahaan kita seperti itu, ada yang mau ke sini dan ada yang mau ke sana,” tulis Irvandi. Irvandi mengingatkan bahwa karyawan ibarat perantau yang membutuhkan rambu-rambu, peta, dan informasi terkini tentang perusahaan.

Melibatkan karyawan, terus-menerus mengkomunikasikan visi, arah dan informasi lainnya tentang perusahaan merupakan salah satu cara meningkatkan engagement karyawan. Melalui buku ini Irvandi banyak menceritakan pengalamannya selama memimpin departemen HR di beberapa perusahaan besar, seperti TNT, Nokia Siemens, dan Mondelez.

Membaca Journey to be Employer of Choice adalah pengalaman yang menyenangkan bagi saya pribadi, karena cara penulis menyampaikan sharingnya melalui story telling yang kuat. Di sana sini banyak contoh nyata sharing pengalaman penulis dalam mengantarkan perusahaan tempatnya bekerja meraih berbagai penghargaan di bidang HR.

Saat ini penulis adalah Human Capital Director di Maybank Indonesia. Ia juga menjabat ketua Perhimpunan Manajemen SDM Indonesia (PMSM) periode 2013-2016. Tahun lalu (2015) adalah tahun yang istimewa bagi penulis karena kariernya genap berusia 25 tahun. Ia pernah berkarya di Kalbe Farma, TNT Express Worldwide, TNT Indonesia, Nokia Siemens Network, dan Mondelez International.

Selain itu yang membuat kita akan “enjoy” membaca buku ini adalah cara bercerita penulis yang humoris. Misalnya saja, penulis mengingatkan para manajer agar menghindari “aliran kebatinan”.  Maksudnya, banyak manajer menganggap anak buahnya sudah mengerti atau sudah merasa dihargai tanpa adanya komunikasi yang memadai.

Melalui pengalamannya penulis belajar mengkomunikasikan arah perusahaan dengan bahasa sederhana sesuai dengan dunia keseharian karyawan. Jika semua orang memahami arah perusahaan dan bagaimana mereka berkontribusi dalam dunia nyata ke arah yang sama, maka engagement — yang menjadi salah satu fondasi menjadi perusahaan pilihan itu, tidak akan menjadi jargon belaka.

Selain employee engagement, penulis juga berbagi pengalaman dalam hal Standardisasi HR, Employer Branding, Fragmen Komando HR, dan ditutup dengan Epilog: Cukupkah dengan Employer of Choice? Sangat direkomendasikan untuk Anda para future leaders di HR!

Buku ini adalah dedikasi Irvandi kepada HR Indonesia, dan kita yang berkecimpung di dunia HR merasa bersyukur dengan hadirnya buku ini serta berharap akan semakin banyaknya sharing pengalaman yang akan memperkaya khasanah pengetahuan HR kita. (Meisia Chandra)