Waspadai 5 Miskonsepsi Pensiun Berikut Ini

Masa pensiun seringkali dibayangkan sebagai masa di mana kita bisa melakukan hal-hal menyenangkan dengan pasangan atau menikmati masa tua dengan bersantai. Namun, realitas tidak selalu berkata demikian.

Baby boomers, atau generasi yang saat ini berumur sekitar 50-60 tahun, memiliki pandangan yang berbeda tentang pensiun dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Mereka menganggap pensiun adalah fase baru dalam kehidupan, di mana mereka bisa mengerjakan passion dan hobi mereka. Hal ini bagus tentunya, tetapi mereka harus tetap mempertimbangkan ekspektasi mereka masak-masak dan mulai merencanakannya dari sekarang. Pasalnya, realita yang terjadi kadang tak seindah harapan.

Dikutip dari forbes.com, berikut adalah lima miskonsepsi atau anggapan yang salah tentang masa pensiun yang harus kita pahami:

Baca juga: Generasi Milenial lebih siap Pensiun

1. Pensiun adalah liburan panjang selama 30 tahun

Sebuah kehidupan penuh dengan waktu luang yang dapat kita pergunakan untuk melakukan apapun seperti bermalas-malasan dan memanjakan diri terlihat menyenangkan. Namun pada kenyataannya, terlalu banyak waktu luang justru akan membuat kita merasa tidak berguna dan depresi. Sebuah studi ilmiah mengatakan bahwa orang-orang yang masih bekerja di usia lebih dari 65 tahun cenderung lebih bahagia dibandingkan mereka yang pengangguran. Di antara itu, pekerjaan yang membuat para pensiunan bahagia adalah pekerjaan yang bersifat sukarela dan paruh waktu.

2. Uang adalah hal yang paling penting ketika pensiun

Kunci dari kebahagian di masa pensiun adalah kesehatan, bukan uang. Mungkin dengan suatu perencanaan yang matang, Anda dapat memiliki kondisi finansial yang memadai. Namun, uang hanya akan mendatangkan kebahagiaan hingga titik tertentu. Bahkan, Anda masih bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan lengkap tanpa Anda harus menjadi seorang jutawan.

3. Pengeluaran menjadi konsisten ketika sudah pensiun

Biasanya pengeluaran orang akan berkurang pada masa pensiun. Tetapi untuk beberapa kasus, tidak berlaku demikian. Sebagian orang mengeluarkan banyak uang di masa awal pensiun dengan melakukan traveling. Seiring berjalannya waktu, intensitas traveling berkurang dan pengeluaran untuk health care dan keluarga akan bertambah. Meskipun pengeluaran untuk biaya perawatan kesehatan sangat signifikan setelah pensiun, tidak banyak yang menyadari hal tersebut dan menyiapkan sejak awal.

4. Pensiun adalah milik mereka yang “berpasangan”

Satu dari tiga pasangan menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan konsep kehidupan ideal setelah pensiun. Dan memang perlu dipahami bahwa pasangan Anda sangat mungkin memiliki kebutuhan masing-masing dan waktu untuk sendiri (alone time). Selain itu, perempuan dikatakan memiliki life expectancy yang lebih tinggi daripada laki-laki. Bahkan menurut biro statistik di Amerika, sekitar 60% dari perempuan Amerika di atas usia 65 tahun adalah single, entah itu karena suaminya sudah meninggal atau bercerai.

5. Perencanaan finansial berhenti di saat kita pensiun.

Anda masih harus menghadapi beberapa masalah keuangan selama masa pensiun. Artinya, Anda harus tetap merencanakan investasi atau saving agar uang Anda dapat bertahan selama mungkin Anda hidup. Bagaimanapun juga, Anda tentunya masih perlu mengeluarkan uang untuk tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari dan perawatan kesehatan.

Pada dasarnya, hal yang terpenting dari pensiun bukanlah dari mana Anda pensiun, tetapi lebih pada apa tujuan Anda pensiun. Hanya karena Anda telah sampai pada usia tertentu, berarti Anda harus berhenti bekerja. Dan meski Anda berhenti bekerja, bukan berarti Anda harus berhenti merencanakan hidup Anda. Jadi, rencanakan dan nikmatilah.

Baca juga: 8 Bulan lagi, Semua Pekerja Berhak Mendapatkan Pensiun 

Tags: