Waktu Kerja yang Fleksibel Membuat Pekerja Lebih Produktif dan Puas

Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan oleh Bentley University, ditemukan bahwa sebanyak 77% Gen Y yang menjadi partisipan menyatakan bahwa waktu kerja yang fleksibel membuat mereka lebih produktif.

Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi yang mendukung untuk bekerja dari mana pun dan kapan pun. Dengan banyaknya Gen Y, waktu kerja yang fleksibel dan telecommuting bukanlah hal yang dianggap spesial. Hal ini dikarenakan waktu kerja yang fleksibel dan kemajuan teknologi yang mendukung untuk dilakukan sebagai praktik kerja baru.

Hasil studi tersebut juga menunjukkan, pada tahun 2030 jam kerja 9-to-5 akan ditinggalkan dan para pekerja mulai bekerja dalam waktu yang fleksibel. Jam kerja yang fleksibel dapat memberikan banyak keuntungan. Apa sajakah keuntungan tersebut?

Baca juga: Jam kerja dan mesin absensi

1. Seimbangnya Pekerjaan dan Keluarga

Leslie Doolittle, selaku wakil dekan dan director of academic support services di Bentley University, menemukan bahwa bekerja tidak memiliki makna yang cukup dalam bagi para Gen Y dibandingkan generasi lainnya. Doolittle mengungkapkan bahwa keluarga, teman dan membuat perubahan bagi lingkungannya adalah hal-hal yang lebih penting dibanding bagi generasi sebelumnya.

Dari pernyataan tersebut dapat terlihat bahwa para Gen Y berusaha untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Gen Y cenderung lebih dekat dengan kedua orang tua mereka, sehingga mereka ingin merawat kedua orang tua mereka.

2. Melanjutkan Pendidikan

Gen Y cenderung lebih ingin mengembangkan potensi diri mereka. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh The Hartford kepada para Gen Y, sebagian di antaranya mengharapkan adanya training and development. Selain itu banyak perusahaan yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan para Gen Y yang haus akan pengalaman melalui leadership rotation program. Hal ini dilakukan oleh General Electric (GE).

Dalam beberapa kasus, Gen Y lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar, baik secara formal ataupn informal, dan mengambil pekerjaan lain untuk meningkatkan kemampuan mereka,

3. Tidak Ada Lagi Kantor

Pada tahun 2030 diramalkan bahwa hampir sebagian besar pekerja akan bekerja dari rumah. Selain itu akan banyak perusahaan yang menutup kantornya dan memilih ruang kantor yang lebih temporer. Meeting akan lebih banyak terjadi secara virtual dan melintasi ruang dan waktu. Jika ruang kantor saja tidak ada, apakah jam kerja juga dibutuhkan?

4. Meningkatkan Produktivitas dan Kepuasan Kerja

Faktanya, para Gen Y memang benar bahwa waktu kerja yang fleksibel dapat membuat pekerja lebih produktif. Studi yang dilakukan oleh Nicholas Bloom, professor dari Standford University, menunjukkan bahwa bekerja dalam waktu yang fleksibel dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja para pekerja.

Baca juga: Adakah Manfaat Jam Kerja Fleksibel untuk Bisnis?

Tags: ,