Sumarlan Wibawa: My HR Team is My First Class Employee

sumarlanwibawa

Berlatar belakang teknik geologi yang terbiasa mengurusi bebatuan tidak mengurungkan tekad Sumarlan Wibawa untuk tabah berhadapan dengan manusia. Sosok yang ramah dan kerap tersenyum ini mengakui perjalanan karirnya di HR tergolong unik.

“Background saya geologi bukan HR, tetapi karena terbiasa menangani batu, mungkin saya jadi handal mengurusi ‘kepala batu’,” ujar Sumarlan Wibawa seraya tertawa.

Berbekal ilmu geologi yang kental dengan analisa kandungan bebatuan, ia justru terpanggil untuk terjun langsung di dunia HR. “8 tahun saya bekerja di kawasan pertambangan, tetapi kok saya malah tertarik me-manage orang, saya pikir itulah passion saya sebenarnya,” ujar Marlan.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kesempatan untuk menjadi HR business partner ia terima pada tahun 2001 dari salah satu perusahaan pertambangan yang berpusat di Kanada. “Walaupun masih berhubungan dengan pertambangan, tapi di sana saya menangani manajemen, berhubungan dengan orang, saya diuji untuk mengurusi orang menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selama 4 tahun bekerja di PT Inco, Sumarlan melihat bahwa pekerjaan HR tidak bisa dipandang sebelah mata. “SDM adalah jiwa dari company, dan HR is the key untuk mengubah people ke arah yang baik,” ujar Sumarlan.

Hingga akhirnya ia memimpin tim HR di PT Sumberdaya Sewatama, salah satu grup dari Tiara Marga Trakindo (TMT) hingga saat ini, dirinya masih percaya bahwa SDM bisa menjadi lebih baik karena value-nya. “Culture itu yang bangun pasti HR, core thinker-nya adalah HR,” ujarnya.

Untuk itu ayah dari 2 putri ini selalu menaruh orang-orang terbaik di dalam timnya. “My HR Tim is my first class employee, bukan orang-orang buangan, mereka semua dari the most wanted employee,” ujar Sumarlan. Karena menurutnya orang-orang terbaiklah yang bisa dipercaya. “How can we change the people, how can we improve jika orangnya bukan nomor 1,” tambahnya.

Marlan sudah terbiasa hidup dengan values yang ia dapat dari kedua orangtuanya. “2 orang tua saya guru, karena itu kita dituntut untuk benar dari kecil. I’m living with values. Pendidikan di rumah itu nomor 1 jadi saya bangga mempunyai role model yang kuat dari kecil,” tuturnya.

Jika Peoplenya Benar Maka Outputnya Akan Bagus

Awalnya ia mengakui bahwa HR bukan tempat yang difavoritkan orang-orang, apalagi saat Sumarlan masuk ke PT Sewatama 4 tahun yang lalu. Saat itu situasinya sedang dilanda krisis. “Saya menerima tawaran untuk menjadi HR Manager di Sewatama karena sejalan dengan misi Pak Met, founder TMT,” ujar Marlan. Saat dirinya masuk, pak Met meyakini bahwa prioritas perusahaan terletak pada people, people dan people.

Berkat usaha dari semua tim, Marlan memetik hasil manis. “Kini kami menikmati perjuangan kami, posisi Sewatama sudah mampu bertengger di jajaran atas dalam kurun waktu 4 tahun. Itupun dengan tingkat kepuasaan yang terus meningkat. Dan terbukti orang HR adalah orang yang paling tough dan bisa diandalkan,” ujar Sumarlan.

Sumarlan tidak main-main, untuk mewujudkan mimpinya menciptakan insan yang berintegritas, semua hal harus bisa diukur terlebih dulu. Rasio terbaik itu dinilai tidak hanya dari performance (KPI) saja, tetapi juga values mereka.“Kalau kita tidak ukur, bagaimana kita bisa me-manage. Untuk itu kita tidak hanya ukur dari performance-nya saja, tetapi juga values,” ujarnya.

“Jadi kita aktif menerapkan penilaian secara objektif. Setiap orang akan dinilai oleh atasan, rekannya, customer dan tim. Semuanya tertutup, jadi  si talent tidak bisa mengetahui,” ujar Marlan.

Marlan percaya pola perhitungan yang dibuat simple itu bisa menjadi acuan yang fair. “Pada akhirnya leader itu hanya orang-orang yang performa dan values-nya bagus,” tambahnya. Bahkan ia bisa menaikkan salary seorang karyawan berdasarkan hasil dari penilaian tersebut. “Sangat mungkin kalau orangnya bagus, kita bisa mengapresiasi dengan gaji. Bahkan saya pernah menaikkan gaji di atas 100%, karena penghargaan kami,” ujar Marlan.

Jika people-nya sudah bagus maka bukan tidak mungkin produk yang dihasilkan juga maksimal. “Saya percaya dengan 3 komponen, yaitu People, Proses dan Produk. Kalau people-nya bagus, mereka akan membantu membuat prosesnya menjadi benar. Tetapi jika sebaliknya, sebagus apa pun prosesnya, jika orangnya tidak bagus maka mereka akan rusak prosesnya. Di situlah kita mesti tegas. People is the key, mereka yang akan menentukan output-nya bagus atau tidak,” ujar Marlan.

Tidak heran suasana di Sewatama selalu seirama dan harmonis, terbukti turnovernya sangat rendah, hanya di bawah 2%. “Hubungan atasan dan bawahan di sini cukup harmonis, bahkan banyak orang yang ingin masuk ke tim kami,” ujar Marlan.

Walau begitu, seorang pemimpin mesti siap saat ditinggalkan talent terbaiknya. “Orang tidak harus stay selamanya, asalkan mereka selalu optimal dan berkontribusi, kita tetap happy. Jadi saat top talent kita pergi, perusahaan tidak suffer. Yang terpenting pemimpin sudah mempersiapkan pengganti terbaiknya,” ujar Marlan yang ingin mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan. (*/@nurulmelisa)

zp8497586rq
Tags: ,