Jurus Diplomasi Dwiputri Adimuktini

“Pinter kan saya jawabnya,” sambung Dwiputri Adimuktini setelah menjawab pertanyaan, apakah Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan tempat dia menjadi Corporate Marketing Manager, merupakan yang terdepan di bidangnya. Jawab dia, DDI sedang menuju “ke sana”, dalam arti memiliki visi untuk menjadi thought leader di bidang pengembangan SDM.
Walaupun tentu saja dimaksudkan sebagai, dan memang diungkapkan dengan nada, kelakar, namun pujian yang ditujukan kepada dirinya sendiri itu memperlihatkan sisi Dwiputri sebagai seorang profesional yang percaya diri. Sikap dan cara bicaranya yang diplomatis itu barangkali memang tidak memiliki persambungan dengan latar belakang pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Trisaksi. Namun, pengalamannya bekerja di Strategic Communication dan Maksi Media memberinya bekal keterampilan komunikasi yang menunjang tugasnya sekarang sebagai manajer di lini marketing.
“Sebagai corporate marketing manager, tugas saya memastikan pasar aware dengan service DDI dan mengidentifikasi pasar baru untuk DDI,” jelas mantan Customer Relationship Manager Bank Niaga tersebut. Ditemui PortalHR.com di sela kesibukannya mengurusi acara Executive Breakfast yang digelar oleh perusahaannya bersama-sama dengan Oracle dan Multi Talent Indonesia (MTI) di Hotel Mulia, Jakarta, Dwiputri kemudian menjelaskan spesifikasi usaha yang dilakukan DDI.
“Pada dasarnya kami bergerak di bidang HR consulting dengan program berbasis kompetensi. Kami adalah perwakilan resmi dari Development Dimensions International, konsultan pengembangan SDM terkemuka di dunia yang berdiri sejak 1970 di Pittsburg, AS yang mengembangkan assessment center yang awalnya digunakan dalam militer namun kemudian bisa menjawab tantangan bisnis.”
Dibuka di Jakarta pada 1998, Dwiputri baru bergabung dengan DDI pada 2004 dan langsung dipercaya menduduki posisi yang diembannya sekarang. Ketertarikannya terhadap (tawaran) DDI bertemu dengan idealismenya sebagai seorang profesional yang masih tergolong muda, bersemangat dan selalu merindukan kesempatan-kesempatan baru yang menantang.
“DDI memberikan tantangan yang menarik karena pasarnya segmented namun persaingan ketat, sehingga diperlukan komunikasi yang  terampil,” ujarnya. Dorongan lain datang dari DDI sendiri sebagai sebuah perusahaan yang di mata Dwiputri memiliki kultur yang unik. “Saya melihat DDI itu organisasi bisnis yang sangat memperhatikan hal-hal non-bisnis, misalnya misinya untuk menjadi partner solution bagi usaha-usaha mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” papar dia.
Di DDI pulalah, untuk pertama kalinya Dwiputri bersentuhan dan kemudian sekaligus belajar mengenai SDM. Tugasnya sebagai manajermarketing memberinya kesempatan untuk mengenali dari dekat situasi terkini SDM di Tanah Air. “Dunia bisnis mulai melek HR, mulai mengerti pentingnya HR untuk mencapai tujuan perusahaan, tapi semua itu baru mulai ya, kita baru melihat ke arah sana,” simpul dia.
Banyak perusahaan, tutur Dwiputri, ingin mengembangkan SDM-nya dan datang ke DDI untuk berkonsultasi, namun tidak tahu harus mulai dari mana. Menurut dia, kasus seperti itu lumrah saja, yang penting perusahaan yang bersangkutan sudah punya platform pengembangan SDM-nya. “Nanti baru akan kita tawarkan program pengembangannya, misalnya competency based, development programs seperti coaching, training, atau mulai dengan mempersiapkan talent untuk masa depan.”
Secara umum, Dwiputri juga melihat, pasar di Indonesia masih sangat haus informasi mengenai HR. “Lihat saja, setiap ada seminar HR pesertanya selalu membludak,” tunjuknya. Begitu pun dengan pengalaman pribadinya dalam memasarkan produk-produk jasa DDI, Dwiputri merasakan sambutan yang baik dan antusias dari pasar. Sayangnya, dia enggan menyebut angka ketika ditanya mengenai nilai bisnis yang telah dicapai DDI sekarang. Lagi-lagi, Dwiputri dengan diplomatis berkilah, “Dari jumlah karyawan dan klien, orang bisa menilai size company DDI.”
Diungkapkan, saat ini DDI memiliki 70 orang karyawan dan antara lain telah berhasil merangkul lima bank terbesar di Indonesia sebagai klien. “Dan, yang jelas kami telah melakukan program seleksi dan pengembangan untuk lebih dari sepuluh ribu eksekutif dengan berbagai jenjang,” tambah Dwiputri seraya merinci kelebihan DDI yang menggunakan metodologi berdasarkan riset serta pengalaman dari 26 negara di mana terdapat cabang Development Dimensions Internasional.
Menjadi bagian dari sebuah perusahaan yang berdedikasi memang mendatangkan kebanggaan tersendiri bagi ibu dari dua anak yang  lahir di Jakarta, 6 Oktober 1973 ini. Banyak kejadian yang membuatnya merasa telah melakukan sebuah tugas yang mulia, yakni menciptakan pemimpin yang potensial dan berkompeten. “Saya pernah bertemu seorang presdir yang sukses dan cerita, I was assessed by DDI couple of years ago,” kenang dia.