Josephine Regina: HR Itu Bagaimana Memahami Orang Dari Sepatu Mereka

josephine regina

Dunia Human Resources (HR) pada awalnya cukup asing di telinga Josephine Regina. Wanita berpostur tinggi semampai ini mengaku sangat tergila-gila dengan angka. Selama kurang lebih 7 tahun ia menghabiskan masa karirnya di bagian accounting di perusahaan selular dan banking. Bergelut dengan bidang yang sama terus-menerus akhirnya membuat rasa penasarannya muncul terhadap dunia HR. Kepada portalHR, wanita yang akrab dipanggil Josi ini mengaku akhirnya memberanikan diri untuk mengambil peluang sebagai praktisi HR.

“Pada awalnya saya tidak tahu dunia HR seperti apa, namun saya senang mempelajari hal baru dan bisa mengembangkan potensi yang lain. Hal itu yang memotivasi saya untuk mengambil peluang menjadi HR ketika itu,” tandas Josi.

Josi percaya jika kita menyukai sesuatu maka kita akan bersungguh-sungguh dalam menjalaninya. Tanpa keraguan Josi mengambil kesempatan untuk menjadi Payroll Officer di sebuah bank asing, menggantikan pejabat sebelumnya yang telah memasuki usia pensiun. Josi juga diuntungkan karena ia tetap bertemu dengan akurasi angka dan perhitungan seperti dalam pembukuan akuntansi.

“Walau tidak di accounting tetapi di payroll saya membutuhkan perhitungan analisa biaya, budgeting dan proses jurnal juga. Jadi sama-sama ada hitungannya,” ujar Josi sumringah.

Berkat usahanya yang jeli dalam menganalisa biaya dan mengatur sistem salary, Josi dipercaya untuk mengurusi bagian reward di salah satu bank lokal. Saat itu dirinya mengaku tertantang karena harus mengurusi belasan ribu karyawan. “Saya tahu harus banyak belajar, untuk itu saya mengusulkan untuk meng-outsource payroll dan saya bisa fokus ke strategic reward-nya,” jelas Josi.

Ia tak segan untuk belajar dengan seniornya yang lebih ahli dalam bidang reward. “Kalau kita mempelajari hal baru, kita harus menanggalkan dulu apa yang kita punya, seperti gelas kalau isinya penuh percuma,” tutur Josi berterus terang.

Meski begitu, Josi mengaku bahwa pekerjaan HR tidak gampang. Ibu dari 2 orang anak ini bersyukur karena mendapatkan kesempatan bertemu dengan berbagai jenis human. “Selain ilmu, kita juga membutuhkan kerendahan hati agar menjadi balance,” lanjut Josi.

Josi yang hobi ngopi ini sadar bahwa orang HR tidak bisa memaksakan sesuatu hanya dari persepsinya. “Kita tidak akan pernah tahu orang itu seperti apa hanya dari beberapa kali melihat, jadi untuk memahami orang, kita tidak bisa memakai sepatu kita, kita harus memakai sepatu dia,” tutur Josi.

HR Itu Universal

Josi punya cara tersendiri saat menghadapi cibiran orang lain. Biasanya ia stay cool dan apa adanya. “Tetap jadi diri sendiri kita saja, karena mau diapa-apakan ya it’s me. Orang akan bisa lihat sendiri siapa kita dari apa yang kita tunjukkan, untuk itu terus belajar dan berbagi,” imbuh Josi.

Semakin akrab dengan dunia HR semakin ia tahu apa manfaatnya. Josi bahkan menyampaikan bahwa ilmu HR itu ada di mana-mana. “Menurut saya dunia HR adalah universal. Mengapa, karena tanpa disadari semua lini menjalankan aktivitas HR,” ujar Josi. “Performance karyawan itu siapa yang menilai? Manajernya kan bukan hanya orang HR,” lanjut Josi. Bahkan di kehidupan rumah tangga, seorang ibu menerapkan ilmu HR saat membujuk anaknya untuk tetap termotivasi belajar. “Kita juga menerapkan punishment & reward untuk perilaku anak kita,” tutur Josi.

Menurutnya dunia HR dengan accounting sangat bertolak belakang. “Di dunia HR saya mendapat tambahan ilmu yaitu mengelola manusia yang kadang-kadang tidak selalu ideal seperti angka-angka dalam pembukuan akuntansi,” jelas dia.

Saat ini ia sangat bersemangat mendalami dunia HR. “Beruntung yah jadi praktisi HR, selain saya tetap bisa belajar akuntansi keuangan, saya juga bisa belajar hukum melalui hukum ketenagakerjaan, bisa belajar bisnis baik corporate maupun commercial banking, dan yang pasti saya bisa belajar mengenai psikologi manusia. Dengan itu semua membuat pengetahuan dan pengalaman saya semakin kaya dan hal itu adalah modal yang sangat berharga untuk saya,” terang Josi dengan optimis.

Perjalanannya di bidang accounting dan akhirnya kini menjabat sebagai SVP Performance and Reward di Bank Ekonomi Raharja Tbk bukan usaha yang singkat. Kuncinya menurut Josi jemput peluang semaksimal mungkin. “Kita harus mencari opportunity itu, jangan menunggunya. Karena kalau kita menunggu belum tentu ada, tetapi kalau kita cari pasti ada,” pungkas Josi menutup bincang-bincang kami di kedai kopi kesayangannya. (*/@nurulmelisa)

Tags: