Herdy Harman: “Sukses di Karir, Kuncinya Enjoy!”

herdy Harman Telkomsel

Bisa dibilang Herdy Harman, Director of Human Capital Management Telkomsel adalah sosok yang penting.Herdy adalahorang pertama yang menjabat sebagai Director of Human Capital Management setelah Telkomsel baru saja merayakan ulang tahun ke-17. Dalam sejarah Telkomsel ini juga merupakan kali pertama ada seorang direktur di area HR.

Karir Herdi sebenarnya bisa dibilang menempel dengan sejarah PT Telkom, sejak perusahaan tersebut masih berbentuk Perumtel, kemudian berstatus Persero hingga menjadi listed company di lantai bursa dengan dual listing di tanah air dan di New York Stock Exchange di mana ia menjadi salah satu Member of Initial Public Offering Team. Latar belakang pendidikan pria kelahiran Bandung, 28 Juni 1963 ini Sarjana Hukum dari Universitas Padjdjaran Bandung (1986). Herdy berhasil menyelesaikan dua master program, yakni Master of Business Administration pada 1993 di Asia Institute Management Philippines, MBA – Bandung (Institute Management Bandung) serta Master of Law (LLM Program) di Washington College of Law, American University, Washington, D.C. USA pada 1998.

Di Telkom Herdy sudah beberapa kali berganti posisi, di mana 3 posisi terakhirnya adalah VP Regulatory Management sejak 2007, di mana sebelumnya sempat memegang VP Legal & Compliance (2006-2007), dan GM Management Support dari April 2004-Januari 2006. “Di tengah-tengah karir saya itu, saya pernah menjabat sebagai Kepala Administrasi Kepegawaian di Sumatera Utara. Hingga tiga bulan yang lalu diberikan amanah untuk masuk ke Telkomsel dan buat saya ini sangat menantang, karena saya tahu persis seperti apa industri ini,” katanya bersemangat.

Menurut Herdy, Telkomsel memiliki posisi strategis karena kini sudah memiliki pelanggan lebih dari 120 juta, di mana selain terbesar di Indonesia, Telkomsel juga tercatat sebagai operator terbesar nomer 7 dunia. “Perusahaan ini adalah perusahaan besar, dan saya akan mendorong people yang ada di dalamnya adalah orang-orang yang hebat untuk bisa menuju great company, great people dan great values. Makanya prioritas saya adalah menciptakan ecosystem infrastruktur yang bisa melahirkan orang-orang hebat,” terangnya.

Ia berpendapat orang HR harus memahami betul bagaimana menggabungkan ilmu HR dengan sistem. “Hal penting ketika membuat orang-orang hebat di dalam organisasi, diawali sejak dirancangnya pola rekrutmen, pola training, pola karir hingga karyawan pensiun.Di mana semuanya itu harus terintegrasi satu sama lain, dan tidak boleh ada sempalan. Great people di Telkomsel kita definisikan sebagai person yang kreatif, inovatif, orientasi pencapaian targetnya sangat tinggi tapi juga berintegritas. Nah, ecosystem ini akan dibangun berdasarkan keseimbangan dengan pola 4R,” jelasnya.

Apa itu 4R, sambung Herdy, R yang pertama adalah ‘olah raga.’ Kesehatan fisik itu harus dijaga, karena menjaga badan agar tetap sehat itu adalah amanah. Orang boleh pintar, tapi kalau dia sakit-sakitan itu menjadi beban perusahaan. R yang kedua adalah ‘olah rasa’, di mana rasa itu harus senantiasa diasah, apalagi di industri kreatif. R yang ketiga adalah ‘olah rasio’, yakni menyangkut tentang konten. Dan yang terakhir adalah ‘olah ruh’ atau spirit. “Jadi setiap kita mengadakan acara atau kegiatan apa pun, pola 4R ini harus muncul, di mana kita bisa olah raga bareng, memikirkan bisnis, diimbangi dengan menyanyi bersama atau pertunjukan seni lainnya, dan tidak lupa diselingi dengan kegiatan ruhani, bentuknya bisa ceramah keagamaan atau sharing dari tokoh-tokoh yang menginpirasi dan bisa memberikan motivasi,” tuturnya lagi.

Keseimbangan ini lanjut Herdy, diselaraskan dengan tagline solid, speed, dan smart. “Tidak mungkin perusahaan itu sukses kalaudiantara timnya tidak solid. Sama dengan di keluarga, tidak akan barokah kalau antara suami-istri dan anak tidak solid satu sama lain. Demikian juga dengan organisasi, solid itu harus terjalin diantara shareholder, stakeholder, komisaris, direksi, para leaders maupun dengan karyawannya,” papar Herdy sambil menjelaskan speedbahwa dalam area bekerja itu wajib berkualitas dan smart itu juga menjadi keharusan.

Inilah yang menurut Herdy harus dikejar dengan semangat Telkomsel yang Muda-Beda-dan Paling Indonesia. Herdy menyebut, “Orang Telkomsel itu harus senantiasa muda, enerjik dan penuh antusias. Balik ke soal SDM itu juga harus beda, beda dalam arti nilai-nilai apa yang paling kuat dan menjadi pembeda dengan organisasi lainnya. Di Telkomsel sendiri ditekankan pada pada dua hal, high achievement orientationand integrity. Kita juga akan memberikan kesempatan karir global di anak perusahaan holding yang tersebar di berbagai negara sehingga talent di Telkomsel dituntut harus berkelas dunia dan bersertifikasi.”

Herdy pun berbagi kiat untuk bisa sukses di karir, melalui langkah kecil dengan cara menikmati pekerjaan itu sendiri. “Di mana pun bekerja kita harus bisa menikmati. Ini rumus, dan ini berangkat dari nilai-nilai pribadi di mana kita harus senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Dengan semangat inilah, kita akan bisa menghasilkan pekerjaan yang terbaik. Sebuah mahakarya,” tukasnya. (*/Dimuat di Majalah Human Capital #1 Nov-Dec 2012 by@erkoes)

Tags: ,