Anung Anindita: “Ojo Rumongso Iso, tapi Iso Rumongso”

anung anindita trakindo

anung anindita trakindo

KALAU DITANYA APA TIPS SUKSES menjalani karir, sangat mungkin pria bertubuh tinggi besar ini akan menjawab; simpel kok, asal mau belajar aja. Sosok Wajah HR yang dimaksud adalah Anung Anindita, yang saat ini menduduki posisi HC Strategy & Planning di PT Trakindo Utama. Kiprah Anung, begitu ia biasa disapa, di dunia HR memang terbilang cukup berumur, lebih dari 17 tahun. Pria kelahiran Kota Pahlawan Surabaya ini memiliki prinsip sederhana dalam menjalani karir profesionalnya.

Ia memegang pepatah Jawa, “Ojo Rumongso Iso, tapi Iso’o Rumongso.” Pepatah ini bagi Anung dimaknai sebagai sikap yang harus dijaga untuk tidak sombong karena merasa serba bisa, merasa serba tahu, tapi justru harus lebih mengedepankan rasa toleransi. Kalimat sederhana tapi memiliki kedalaman makna ini, bagi Anung juga dijadikan spirit untuk dirinya terus belajar tanpa henti.

Semangat belajar inilah yang mengantarkan Anung untuk terus menggeluti profesinya di bidang HR meski ia memiliki latar belakang pendidikan yang jauh berbeda dengan HR. Ia pun bercerita bagaimana awalnya merintis karir.

“Sebenarnya saya tidak terpikir untuk masuk HR karena gelar sarjana S1 saya adalah ilmu politik. Keluarga saya dari PNS, ayah seorang birokrat dan waktu kuliah saya disuruh ambil ekonomi tapi tidak mau, ambil teknik juga nggak mau, akhirnya masuk ke ilmu politik,” demikian Anung berkisah saat ditemui PortalHR di kantornya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Setelah lulus, Anung rupanya tidak ingin langsung bekerja, ia pun memutuskan untuk sekolah lagi. “Sampai akhirnya saya dapat beasiswa dari Bank Dunia. Cuma pilihannya tidak bisa ambil kuliah ilmu politik, tapi ke jurusan ekonomi atau bidang lain yang sifatnya humanity. Masukklah saya di The Economics Institute, University of Colorado. Awalnya bingung mau ambil spesialisasi apa, hingga saya pilih labour economic,” kata Anung.

Anung menjelaskan alasan kenapa ia memilih labour economic. “Saya berpikir kalau waktu tahun 1997-an itu masih jarang yang mau ambil labour economic, di samping itu beasiswa ini semacam ikatan dinas yang mana saya akan ditempatkan di Depnaker (Departemen Tenaga Kerja, red), sehingga rasa-rasanya pilihan tersebut akan pas di kemudian hari,” imbuh Anung.

Anung mulai bersentuhan dengan dunia HR, ketika Indonesia menghadapi krisis global pada 1997-1998, dan Anung ikut terlibat dalam salah satu program pemerintah JPS (Jaring Pengaman Sosial). Di sini Anung diperbantukan ke Bappenas dan ILO (International Labor Organization) yang waktu itu mengerjakan sebuah report terkait dengan program JPS sebagai antisipasi dampak sosial adanya krisis.

Di sinilah Anung mulai mengenal dunia ketenagakerjaan, seperti serikat buruh, UMR hingga ke persoalan-persoalan hubungan industrial lainnya. Di titik ini, Anung merasa ilmu yang ia pelajari tidaklah sia-sia, kini nyambung dengan pekerjaan yang ia hadapi sehari-hari.

Karir Anung berlanjut di luar jajaran birokrasi ketia ia memutuskan untuk bergabung dengan salah satu perusahaan konsultan Arthur Anderson. Di perusahaan konsultan inilah Anung terlibat dalam proyek people solutions untuk organisasi sekelas Freeport Indonesia. Ini pula awal Anung mulai belajar organizational design, organizational development, compensation and benefit dan sebagainya. Secara paralelel Anung juga membantu perusahaan gula di Lampung, Gunung Madu. Waktu itu project-nya dari bangun visi misi, bangun organisasi, job evaluation dan sebagainya. Ditambahkan Anung, Gunung Madu-nya sih tidak start-up, tapi sistemnya yang totally start-up.

“Inilah yang membuat pengetahuan saya tentang HR terbentuk. Saya belajar secara otodidak. Sejak kuliah saya suka research, iseng nyari ini-itu, googling, jadi kalau dibilang knowledge management itu saya senang banget,” akunya sambil menambahkan ia punya koleksi 1.000 buku sewaktu kuliah di Amerika.

Sayangnya, petualangan Anung bersama Anderson terhenti pada 2002, pasalnya perusahaan tempatnya bekerja terkena imbas dari head-group-nya yang harus ditutup karena terlibat mega kasus yang menghebohkan dunia, Enron. Beruntung Anung yang waktu itu masih aktif mendampingi klien, diminta terus mengawal sehingga Anung langsung berlabuh ke salah satu klien tersebut, yakni Telkomsel. Di Telkomsel ini Anung menangani project tentang kompensasi yang ingin diubah sistemnya. Anung yang pada dasarnya senang dengan otak-atik angka, merasa tertantang. “Sebenarnya tidak membangun sistem dari awal, karena organisasi sudah punya aturannya hanya ingin mengubah sistemnya ke arah compensation based. Inilah kesempatan saya untuk belajar sekaligus berlatih,” ujarnya.

Lagi-lagi Anung mengaku belajar otodidak, tidak pakai kursus maupun training. “Di situlah saya mulai belajar termasuk ilmu yang lain, learning by doing, reading the book dan belajar dari sumber-sumber lainnya. Malahan saya pernah pegang performance management yang langsung berhubungan ke CFO, yang menuntut saya harus belajar mengenai budgeting. Dan inilah yang harus selalu saya pelajari di mana pun saya bekerja meskipun saya tidak lama di situ,” jelas Anung.

Semangat belajar ini terus dibawa Anung ketika ia bergabung ke Holcim Indonesia. Ia mengaku belajar ilmu lagi tentang organization development (OD). “Sebenarnya kalau saya dibilang ngerti OD juga enggak. Ketika saya ditawarin Holcim tentang OD, eforia OD di Indonesia dan dunia lagi tinggi, semua ngomongin OD. Apa sih OD ini? Saya pun buka Wikipedia, saya belajar apa itu OD. Saya buka lagi catatan-catatan waktu di Anderson. Saya belajar, saya cari tahu dan saya pun terlibat dalam pembuatan handbook OD-nya Holcim yang digunakan secara global,” tambahnya.

Menariknya, proses pembuatan buku ini Anung dibantu koleganya dari jarak jauh di Zurich. Ia mengaku hanya ketemu sekali, sisanya diteruskan melalui korespondensi melalui email untuk menyelesaikan buku tersebut. “Hal menyenangkan ketika kita belajar OD, ternyata kita juga bersentuhan dengan ilmu baru lagi tentang talent management. Kalau saya ini dibilang expert juga tidak, saya masih belajar banyak tentang ilmu-ilmu HR. Ilmu yang menjadi eforia HR saat ini, seperti talent management, organization development, compensation and benefit, reward, hingga ruang lingkup human capital. Inilah yang menjadikan saya enjoy di HR karena dituntut untuk terus belajar, dan belajarnya bisa saja secara otodidak,” katanya menjelaskan.

Anung menambahkan saat ini di Trakindo ia pegang bagian OD, talent management, performance management, reward dan empowering. “Sesuai dengan namanya strategic planning, tugasnya adalah bagaimana mensinkronkan antara human capital strategy dengan business strategy. Pada akhirnya semua business itu adalah people business. Meskipun kita bisnis alat berat, tapi khan yang menjalankan adalah manusia. Jadi kita harus perhatikan masalah people ini dengan serius,” imbuhnya. (*/@erkoes)

 

Resume Ringkas

EDUCATION

1. University of Colorado Denver, MA, Economics, 1995 – 1996

2. The Economics Institute, University of Colorado, Boulder, Diploma, Economics 1994 – 1995

3. Gadjah Mada University, BA, Political Science, 1988 – 1993

Cares about: Politics, Economic Empowerment, Poverty Alleviation

EXPERIENCE: 17th 

1. Labor Economist @ Ministry of Manpower, Indonesia

January 1995 – April 2000 (5 years 4 months) Jakarta, Indonesia

– Review National Manpower Planning, – Review Minimum Wages, – Labor Economist, – Industrial Relations

2. Senior Consultant @ Andersen Business Consulting Indonesia

September 2000 – September 2002 (2 years 1 month) Jakarta, Indonesia

– People Solution, – Organization Design, – Change Management, – Job Evaluation, – Industrial Relations

3. Compensation & Benefit Manager @ Telkomsel

2003 – 2004 (1 year)Jakarta, Indonesia

– Compensation strategy, – Payroll , – HRIS, – Salary survey

4. Performance Management Manager @ Telkomsel

2004 – 2005 (1 year)Jakarta, Indonesia

– Balanced ScoreCard, – Budgeting and Performance Management, – Strategic Management

5. Human Resources Development General Manager @ Telkomsel

2005 – 2006 (1 year)Jakarta, Indonesia

– HR Generalist , – Organization Development, – Corporate Culture, – Talent Management, – Job Analysis and Job Evaluation

6. Advisor HR @ Telkomsel

May 2006 – May 2010 (4 years 1 month)Jakarta, Indonesia

– HR Generalist, – Various project on HR Management

7. Organization Design & Development Manager @ Holcim Indonesia

May 2010 – January 2012 (1 year 9 months)Jakarta, Indonesia

– Organization Design, – Recruitment/Talent Acquisition, – Talent Management, – Performance Management, – Outsourcing Management

8. HC Strategy & Planning @ PT Trakindo Utama

February 2012 – Present (2 years 9 months)Jakarta, Indonesia

– Organization Design, – Workforce Planning, – HC Policy & Procedures, – HC Metrics, – Talent Management, – Performance Management, – Reward Management

 

Tags: , , , ,