Tips Development dan Recognition untuk Gen Y

Indra Prastowiyono-resize

Lena Setiawati-resize

Pada acara konferensi human capital yang diselenggarakan PPM Manajemen dengan topik “Gen Y, The Millenials, Will Change The Way do Business and That’s Good” di Jakarta 26 November, Lena Setiawati, General Manager Learning and Development Division PT Bank Central Asia Tbk memberikan setidaknya lima tips untuk pengembangan gen Y.

Lena berpandangan bahwa pada saat ini, di berbagai organisasi termasuk BCA sendiri sudah banyak karyawan yang berasal dari generasi millenials atau biasa disebut Gen Y. “Nah mestinya kita coba pahami kurang lebih karakteristik belajarnya si Gen Y itu seperti apasih. Ada beberapa tips bagaimana mengelola proses pembelajaran Gen Y,” imbuhnya.

Lena lantas menyebut, “Pertama, karena Gen Y suka dengan teknologi coba kita mulai menggunakan social media sebagai alat berkomunikasi dengan mereka. Kedua, kita juga perlu men-sharing-kan atau menyampaikan tujuan dan purpose organisasi. Yang ketiga adalah karena Gen Y ini cenderung kreatif, sering menyampaikan sesuatu yang baru, coba bagaimana kita arahkan menjadi inovasi, jadi kita drive inovation di dalam perusahaan yang bisa dipakai oleh Gen Y ini.

Baca juga: Berpikir seperti gen Y, strategi mendapatkan high quality Gen Y

Keempat, bagaimana kita menciptakan kolaborasi dengan mereka karena pada dasarnya mereka ini juga senang dengan bekerja secara berkelompok, menjadi team work yang kuat dan itu kita bisa manfaatkan apakah itu untuk improvement atau pun hal lainnya di dalam perusahaan. Dan kelima yang terakhir, karena mereka senang dengan mentoring, kita coba ciptakan budaya mentoring dan coaching yang kuat di dalam perusahaan sehingga itu menjadi sesuatu yang biasa yang bisa dimanfaatkan atau disukai oleh Gen Y,” tukas Lena.

Pada acara yang sama, Indra Prastomiyono, Director Group of Goverment and Organization Development, PT Global Mediacom Tbk (MNC Group), menyampaikan bahwa, dari sisi reward dan recognition, Gen Y itu butuhnya ruang untuk kreativitas. Gen Y menginginkan adanya room untuk belajar lalu mereka sendiri harus dinilai berbeda dengan yang lain kalau misalnya performance management di sebuah organisasinya bagus. Gen Y juga harus diberikan kesempatan untuk berani memberikan resiko.

Indra Prastowiyono-resize

“Oleh karena itu kalau kita me-manage Gen Y ini dari kacamata organisasi apakah diberikan dalam bentuk reward, yang cash atau non cash itu harus me-reward performance, harus diberikan ke mereka yang mau menempuh extra miles, lalu juga harus adil dalam pengertian kalau mereka bekerjanya lebih baik harus mendapatkan yang lebih juga,” ujarnya.

Indra menambahkan, pada prinsipnya the sky is the limit and the limit in the sky. Gen Y bukan hanya membutuhkan reward finansial tetapi juga tantangan yang memacu kreativitas mereka. Mereka suka diberikan tanggung jawab khusus, misalnya diberi proyek menantang.

“Langkah ini adalah suatu reward untuk Gen Y, yang on top of cash, dan yang utama adalah reward and recognition buat Gen Y itu harus kelihatan, dan mereka juga harus punya feeling of satisfaction on their achievement dan ini penting sekali buat mereka, karena day of the day mereka itu pada prinsipnya Gen Y itu melihat segala sesuatunya harus bisa terukur dan instant,” pungkas Indra. (*/@erkoes)

Baca juga: Memahami bahasa komunikasi gen Y

Tags: , ,