Survei: 4 Alasan Membolehkan Sosial Network di Tempat Kerja

social media

DALAM sebuah penelitian yang dilakukan Cisco pada November 2011, dikemukakan bahwa social media seperti facebook dan twitter memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kaum muda, termasuk perilakunya di dunia kerja.

Survei tersebut menguak beberapa fakta menarik antara lain bahwa smartphone mereka sebut sebagai teknologi yang terpenting untuk hidup mereka. Seluruh responden mengaku memiliki akun facebook dan mengecek akunnya tersebut minimal sekali sehari. Bahkan, 7 dari 10 responden menjalin pertemanan dengan boss mereka dalam facebook.

Tidak bisa dipungkiri memang bahwa social media telah begitu melekat dalam gaya hidup generasi muda. Dan fakta itu mengantar pada sebuah pertanyaan, haruskah social media diperbolehkan untuk diakses di tempat kerja?

Sebagaimana tertuang dalam situs www.hrmtoday.com, penggunaan social media di tempat kerja seharusnya diperbolehkan dengan melihat pada beberapa alasan sebagai berikut:

1. Meningkatkan Produktivitas.
Cukup kontradiktif memang, ketika orang menganggap social media sebagai gangguan dalam bekerja, kenyataan justru berkata sebaliknya, social media berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas. Sebuah study mengungkapkan bahwa social media ternyata mampu meningkatkan pengetahuan individu dan kerja sama tim.

Sejalan dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh University of Melbourne menunjukan hasil bahwa social media meningkatkan produtivitas sebesar 9%. Hanya saja, kali ini pemicu peningkatan produktivitas adalah “natural break” yang disediakan facebook bagi karyawan yang biasanya penuh tekanan.

2. Tidak ada gunanya melarang social media di lingkungan kerja.
Di era sekarang, social media sudah sangat melekat pada kehindupan masyarakat modern. Cisco, melalui penelitian juga mengatakan bahwa social media ini sangat penting peranannya bagi karyawan. Sangat tidak mungkin menutup akses karyawan terhadap social media, terlebih lagi ketika saat ini, semakin banyak karyawan yang memiliki smartphone. Jadi ketika perusahaan melarang social media, masih terbuka kesempatan bagi mereka untuk mengaksesnya melalui smartphone-nya.

3. Kita bisa memanfaatkan social media untuk kepentingan perusahaan.
Pada Januari 2012, pengguna facebook telah mencapai angka yang cukup menakjubkan yakni sebesar 500 juta lebih, mengalami kenaikan sebesar 38% dari tahun sebelumnya. Banyaknya jumlah pengguna tersebut adalah potensi yang bagus bagi perusahaan untuk menjadikannya sebagai lahan promosi.

Bagi departemen SDM, social media dapat digunakan sebagi wahana untuk beriklan lowongan kerja. Hal ini dirasa cukup efektif karena sebagian besar target kandidat adalah pengguna facebook dan twitter. Jadi, ketika social media dapat dimanfaatkan, kenapa harus dilarang penggunaannya?

4. Social media menunjukkan karakter karyawan sesungguhnya.
Ketika proses rekrutmen, perusahaan tentunya membutuhkan talent yang memiliki kapabilitas dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Manager SDM dapat melihat kesungguhan para kandidat melalui bagaimana cara mereka mengelola jejaring sosial yang mereka miliki. Apa yang telah mereka lakukan tentu tidak akan jauh berbeda dengan performanya di kantor.

Juga beberapa karyawan telah mulai berteman dengan atasan mereka, hal ini dapat dimanfaatkan untuk melihat karakter yang dimiliki karyawan, apa yang mereka keluhkan setiap harinya, terutama yang menyangkut dunia kerja. Dan bagaimana pandangan mereka terhadap dunia kerja yang sering mereka sampaikan di akun jejaring sosial mereka. (TW/images:technorati.com)

Tags: , ,