Saatnya untuk Video Resume?

Kemajuan teknologi yang semakin pesat dewasa ini memberikan banyak kemudahan bagi para pelaku HR. Produk-produk teknologi yang di set-up untuk membantu kinerja pelaku HR pun sudah tidak terhitung jumlahnya. Saat ini muncul tren baru di dunia HR yaitu video resume.

Video resume merupakan cara baru yang memungkinkan seorang job seeker mempresentasikan tentang dirinya melalui video untuk kemudian dikirim ke perusahaan yang dituju. Dengan cara seperti ini, si rekruter tidak perlu lagi membaca curriculum vitae dan lamaran dari pelamar yang berlembar-lembar. Sehingga dengan video resume kita dapat menghemat waktu dalam proses rekrutmen.

Meskipun video resume tergolong hal yang baru, namun di Amerika Serikat teknologi ini cukup menjadi booming. Hal itu dapat dilihat dari maraknya situs-situs online carrer information and job listings yang menyediakan layanan jasa video resume bagi penggunanya. Salah satu situs pencari kerja yang cukup diminati adalah Vault. Pada awal Maret lalu perusahaan yang bermarkas di New York ini mengadakan 2007 Vault Employer Video Resume Survey dengan sample 300 orang anggotanya. Dari hasil survey tersebut, sekitar 31% responden berpendapat bahwa video resume akan berguna untuk menentukan job applicants.

Masih menurut data yang dikeluarkan Vault, video resume dianggap cukup efektif untuk melihat penampilan, cara berbicara, cara bersikap, karisma, pengalaman bahkan leadership si kandidat.

Menurut Mark Oldman, president of Vault Inc, seperti dikutip SHRM online, hal-hal tersebut tidak bisa diperoleh melalui cara konvensional seperti paper resume. Pendapat senada juga diapungkan Michael A. Patrino II, presiden swapjobs.com, “Kekuatan dan kedinamisan dalam presentasi video lebih menunjukkan siapa anda ketimbang kertas dan tinta”, ujarnya. Hal itu tidaklah berlebihan mengingat si job seeker harus mampu memanfaatkan waktu presentasi selama 90 detik untuk menuangkan pengalaman dan contoh-contoh actual dalam pekerjaan. Hal itu bagi Patino cukup menunjukan seperti apa kualitas dari si job seeker.

Meskipun demikian, Goenawan Loekito, Marketing Director PT. Oracle Indonesia mengingatkan bahwa video resume hendaknya jangan dijadikan sebagai tolak ukur yang mutlak dalam memilih kandidat karena komunikasi face to face antara job seeker dan interviewer masih dibutuhkan dalam seleksi karyawan. “Kalau video resume kan menjelaskan apa yang anda rekam. Sedangkan yang direkam kan biasanya hal yang bagus-bagus”, ujarnya. Oleh karena itu video resume seharusnya hanya dijadikan sebagai alat screening awal.

Sebagai alat untuk menentukan kandidat dari tahap awal, Goenawan melihat video resume bermanfaat baik untuk pihak job seeker maupun interviewer. Bagi job seeker, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk first interview. Sementara bagi interviewer, kehadiran video resume memudahkan mereka untuk melihat kandidat yang begitu banyak. “Dengan video resume otomatis orang akan menyingkat paper yang berlembar-lembar tadi menjadi durasi yang lebih singkat. Artinya gambar atau video lebih menjelaskan 100 kali lipat dari pada paper. Nah bertitik tolak dari situ anda bisa melihat kegunaan video resume”, kata Goenawan.

Tren Baru

Pengguna video resume di Amerika Serikat sendiri ternyata cukup beragam dan tidak hanya terbatas di pekerjaan level tertentu saja. Don Straits, CEO CorporateWarriors.com, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan video dan portfolio mengatakan bahwa kliennya berasal dari level administrative assistant sampai CEO. “Video resume dan portfolio digunakan di semua level. Siapapun anda bukan masalah”, ujar Straits di postnewsads.com.

Sementara itu Swapjobs.com sendiri melaunching video resumes pada tahun 2000 dan telah memproduksi sekitar 10.000 video resume. Karena prosesnya yang simple, Michael A. Patrino II mengatakan bahwa dalam jangka lima tahun video resume akan menjadi hal yang lumrah. Bisnis ini akhirnya dalam beberapa tahun terakhir menjadi lahan yang cukup diminati di negeri Paman Sam.

Rosalie Sheffield, Business Development Manager Peopleproductions.com, perusahaan yang memproduksi portfolio dan bergerak di bidang industri grafis seperti videografi, fotografi dan desain grafis mengakui saat ini sedang melirik bisnis video resume.

“Saya dapat melihat bahwa ini lahan yang sedang tumbuh. Tentu saja karena adanya teknologi dan saya mencoba membantu job-hunters”, tambahnya.

Kehadiran situs-situs pencari kerja yang menyediakan jasa video resume di Amerika serikat memang membuat banyak orang tertarik untuk menggunakan teknologi ini. Sedangkan di Indonesia ia melihat ke depannya video resume akan menjadi tren karena penggunaan teknologi sendiri semakin mudah karena semakin baiknya infrastruktur yang mendukung perkembangan video resume.

“Infrastruktur tidak lagi menjadi satu bagian yang menghalangi. Jadi dengan kata lain video resume merupakan satu tren teknologi baru”, ramal Goenawan.

Meskipun demikian Goenawan menilai bahwa penggunaan video resume nantinya tidak terlepas dari kebutuhan perusahaan itu sendiri. Meskipun penggunaan video resume akan memudahkan perusahaan dalam proses seleksi karyawan, namun ternyata tidak semuanya membutuhkan. “Apakah itu penting? Tergantung. Ada perusahaan yang memang tradisional dan dia tidak memerlukan video resume”, jelasnya.

Menurutnya lagi, jenis perusahaan, bisnis yang digeluti dan industri juga menjadi faktor apakah perusahaan tersebut memerlukan video resume untuk seleksi karyawan atau tidak. Berkaitan dengan hal itu, Goenawan melihat video resume akan dibutuhkan oleh perusahaan global, multinasional dan wide operation. Karena di perusahaan tersebut job seeker bisa berasal dari berbagai kota dan manca negara. Dengan kondisi tersebut si job seeker tidak perlu terbang jauh-jauh untuk menghadiri interview melainkan cukup mengirim video resume melalui internet atau e-mail. Jadi selain menghemat waktu juga dapat menghemat cost. (adt)