Perusahaan Indonesia Tingkatkan Investasi Teknologi SDM

Perusahaan-perusahaan di Indonesia, dan juga di seluruh wilayah Asia Pasifik, berencana untuk meningkatkan investasi di bidang teknologi Sumber Daya Manusia (SDM) dan portal SDM melalui aplikasi cloud dan mobile, selama beberapa tahun ke depan karena perlunya efisiensi, proses yang lebih baik dan peningkatkan level kapabilitas fungsi SDM, demikian menurut survei tahunan yang dilakukan oleh perusahaan konsultan SDM global Towers Watson (NYSE, NASDAQ: TW).

Survei tersebut juga menemukan bahwa satu dari tiga perusahaan berencana untuk mengubah struktur SDM mereka dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi, kualitas dan efektifitas kontribusi terhadap pencapaian target perusahaan. Perlunya peningkatan kemampuan pengelolaan SDM bagi para line-manager adalah prioritas utama bagi departemen SDM selama 18 bulan terakhir. Untuk membantu para line-manager mengelola SDM yang menjadi portfolionya, penggunaan teknologi SDM dalam bentuk Manager Self Services juga tumbuh secara signifikan.

“Dalam survey ini ditemukan bahwa sekitar 30% perusahaan di Indonesia berencana melakukan perubahan dalam struktur organisasi fungsi SDM-nya. Perubahan struktur organisasi SDM ini diyakini sangat diperlukan untuk mensupport perubahan strategi bisnis dan adanya upaya cost efficiency untuk meningkatkan produktifitas. Perusahaan-perusahaan di Indonesia juga merasa perlu fokus untuk mempertajam fungsi HR Business Partner, sehingga memungkinkan bagi SDM memberikan dampak lebih nyata kepada pencapaian target bisnis perusahaan”, demikian kata Awaldi, Director Talent & Rewards,Towers Watson Indonesia.

Temuan-temuan di atas diperoleh dari survey mutakhir yang dilakukan oleh Towers Watson, HR Services Delivery and Technology Survey 2014, sebuah survei global dengan diikuti oleh 1.048 perusahaan, diantaranya di antaranya 523 perusahaan yang berbasis di Asia Pasifik dan 30 perusahaan di Indonesia. Dari temuan di atas didapatkan fakta bahwa satu dari tiga responden berencana untuk melakukan investasi lebih banyak pada teknologi SDM ke depan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di antara perusahaan-perusahaan yang akan meningkatkan investasi dalam teknologi SDM ini, 23% perusahaan berencana meningkatkan investasi sebesar 20%, sedangkan 10% perusahaan berencana meningkatkan investasi lebih dari 20%. Hanya 15% perusahaan yang berencana berinvestasi lebih sedikit.

“Temuan survey ini menunjukkan gerakan perubahan yang mirip dengan tahun lalu, yaitu kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas SDM. Ini menjadikan perubahannya berganda dikarenakan pada tahun lalu saja perubahan sudah cukup signifikan” kata Jonathan Lo, Regional Practice Leader – HR Service Delivery Asia Pacific,Towers Watson. “Perusahaan melihat pentingnya smartphone dan teknologi lainnya untuk bidang SDM. Terdapat peningkatan rencana melakukan investasi strategis di bidang teknologi SDM. Perusahaan yang berniat dan sadar akan manfaat teknologi dan portal SDM terhadap manager dan karyawannya, mengakui bahwa kedua teknologi tersebut sangat efektif untuk mencapai tujuan”.

Baca juga: To Cloud or Not To Cloud? 10 Checklist Untuk Pertimbangan Anda

Peningkatan Penggunaan Manager Self Services

54% perusahaan Indonesia telah menggunakan Manager Self Services (MSS) dalam teknologi SDM-nya, lebih tinggi dari APAC (47%), sama seperti Eropa (54%) tetapi kawasan ini masih kalah dari Amerika Utara (71%) .

Awaldi mengatakan; “peningkatan penggunaan teknologi mobile untuk pengelolaan SDM patut dicermati juga. Di antara perusahaan Indonesia yang disurvei; 24% di antaranya menggunakan atau mempertimbangkan menggunakan teknologi mobile untuk memperkuat pelayanan SDM nya. Suatu perubahan yang berarti dalam landskap pengelolaan SDM di Indonesia. Setidaknya ini merupakan antisipasi dari maraknya penggunaan smartphone di Indonesia. Juga menunjukkan mulai modern-nya pengelolaan SDM di Indonesia”.

Banyak Fungsi SDM yang Masih Manual berpeluang untuk dioptimalkan

Di Indonesia dan juga secara keseluruhan di Asia Pasifik, separuh perusahaan yang disurvei masih menggunakan proses manual dan paper based untuk recruitment, onboarding, kompensasi, pengembangan karir, perencanaan tenaga kerja dan perencanaan suksesi . “Jadi jelas ada kesempatan untuk merampingkan dan mengoptimalkan proses tersebut, mengintegrasikannya dengan sistem SDM yang lain sehingga tercapai efisiensi yang lebih besar,” kata Lo.

Di Indonesia, survei juga menemukan meningkatnya penggunaan sistem SaaS untuk teknologi manajemen SDM serta pemanfaatan portal SDM. Awaldi mengatakan, “83% perusahaan di Indonesia memiliki atau akan memiliki Portal SDM. 77% di antara mereka merasa bahwa ini merupakan cara yang efektif untuk membuat fungsi SDM lebih impactful.”

Di seluruh dunia, untuk dua tahun berturut-turut, responden menyatakan bahwa perampingan proses bisnis sebagai inisiatif SDM utama mereka. Lebih dari separuh (55%) responden mengatakan bahwa pentingnya merekayasa ulang proses SDM, sementara sekitar separuhnya (49%) merasa penting peningkatan kemampuan line manager dalam mengelola SDM. Sekitar sepertiganya (36%) menerapkan inisiatif Employee and Manager Self Services, sedangkan 31% memberikan prioritas pada peningkatan peran HR Business Partner.

Baca juga: Saatnya HR Berkenalan dengan Big Data

Tags: , ,