Open Source Software Moodle, Solusi E-Learning Gratis

Di era teknologi informasi kebutuhan akan e-learning makin mendesak. Sayangnya, tidak semua organisasi sanggup membangun halaman e-learning karena biayanya yang relatif mahal. Solusinya?

Hampir dipastikan organisasi kecil maupun besar merasakan ‘wabah’ teknologi informasi (TI) berbasis Internet dan website. Orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi namun terkendala oleh jarak tempuh ini sangat terbantu dengan hadirnya Internet hingga ke pelosok kota. Kabar gembira lainnya, kehadiran berbagai website dan portal e-learning itu memfasilitasi pengguna Internet untuk mendapatkan informasi terkini. Tidak sedikit praktisi yang ingin berbagi pengetahuan dan rela merogoh kocek sendiri untuk membangun website atau portal e-learning berbayar. Namun, bagaimana nasib pengguna Internet yang tidak sanggup membayar server untuk hosting (tempat meletakkan file di website-red)? Jawabannya sekarang sudah ada sejak hadirnya produk open source software yang dapat diaplikasikan untuk membangun halaman e-learning secara gratis.

Selasa, 22 Juli lalu, Martin Dougiamas mendapatkan apresiasi menjadi The Best Education Enabler pada ajang “2008 Google-O’Reilly Open Source Awards di Oregon Convention Center, Amerika Serikat. Martin adalah pendiri open source software yang disebut Moodle singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment. Moodle yang mulai jadi sorotan di Indonesia ini awalnya adalah proyek berdasarkan hobi pendirinya, namun bisa dipublikasikan untuk kepentingan umum termasuk dimanfaatkan oleh komunitas di Indonesia khususnya komunitas pendidikan.

Bagaimana dengan organisasi profit? Ternyata Moodle yang gratisan ini dimanfaatkan juga oleh beberapa perusahaan mapan di Indonesia. Sebut saja, Garuda Indonesia, Lion Air dan PT Wika Realty adalah segelintir perusahaan yang turut memanfaatkan Moodle untuk membangun portal e-learning mereka. Lainnya? Tercatat lebih dari 43 ribu komunitas dari 200 negara yang telah memanfaatkan Moodle untuk kepentingan e-learning-nya. Membuka web Moodle di alamat http://moodle.org/ bisa kita baca dengan jelas bahwa Moodle adalah sebuah konsep yang dinamakan course management system (CMS) yang bertujuan menolong para pendidik menciptakan komunitas belajar online yang efektif.

Kendati diprioritaskan untuk pengguna Internet yang tidak sanggup membayar server untuk hosting, ternyata pengguna lain termasuk organisasi mapan kerap memanfaatkan Moodle.

Bagi perusahaan, apa urgensinya membuat sebuah portal e-learning? Menurut David Gurteen, pakar Knowledge Management asal Inggris, sebuah perusahaan yang tidak memiliki website seperti hidup di zaman kegelapan. “Tidak ada alasan untuk tidak memiliki halaman e-learning. Ini sangat penting bagi perusahaan,” katanya. “Sebuah website harus memiliki tujuan bisnis. Setiap perusahaan tujuan bisnisnya pasti berbeda satu sama lain. Perusahaan yang serius harus memiliki website sendiri, terlepas apakah halaman e-learning atau lainnya,” tambah pemilik situs www.gurteen.com ini.

Guttorm Christensen, President Director PT Empatix, perusahaan asal Norwegia penyedia software web berbasis ERP yang berkantor di Plaza Permata Thamrin, Jakarta, berpendapat bahwa seiring dengan pelestarian lingkungan maka penggunaan kertas akan berkurang dan semakin banyak orang yang melek teknologi. Maka itu, website akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. “Untuk apa menghabiskan banyak uang membeli kertas jika orang bisa akses ke website Anda?,” kata Guttorm yang asli Norwegia ini.

Lalu, apa yang harus dilakukan departemen HR dalam konten website atau portal e-learning di sebuah perusahaan? Guttorm menjelaskan, peran HR dalam membangun website sangat sedikit. “Departemen HR seharusnya menyiapkan beberapa tulisan mengenai lowongan pekerjaan, proses perekrutan, benefit, dan berbagai hal yang bisa membuat pembaca tertarik untuk melamar,” kata ekspatriat yang beralamat email di guttorm.christensen@empatix.com ini.

Sejatinya sebuah halaman e-learning membutuhkan peran praktisi HR demi kepentingan image perusahaan dan proses bisnis. “Jika kita melihat dari kacamata HR, kekurangan terbesar di Indonesia pada aplikasi pekerjaan dan SDM secara umum,” ujar Guttorm. “Sebenarnya hal ini bisa diselesaikan lewat website dengan sistem yang terintegrasi dengan manajemen proyek, pelatihan dan info CV yang dibutuhkan. Ketika para manajer dengan mudahnya mendapatkan SDM yang mereka butuhkan dengan sekali klik, maka mereka akan memperoleh orang yang tepat untuk posisi yang tepat,” tuturnya.

Tentu saja, praktisi professional software berbayar meragukan kemampuan software gratis. Namun, tidak ada salahnya memanfaatkan kesempatan ini. “Cari orang yang bisa bertanggung jawab dan memastikan bahwa website maupun halaman e-learning selalu menyajikan data terkini dan rancang sistemnya semaksimal mungkin untuk meyakinkan bahwa semua kebutuhan perusahaan tersedia,” saran Michael Nicholson praktisi HR mengomentari persiapan untuk memanfaatkan Moodle dalam membangun halaman e-learning. “Gratis, itulah keuntungan menggunakan Moodle,” ujar Michael yang bisa dihubungi lewat michael.otto.nicholson@gmail.com ini.

Bila tertarik, perusahaan Anda bisa langsung mengunduh open source software Moodle di http://moodle.org di bawah lisensi GNU/Linux. Moodle memberikan paket software lengkap, yaitu Moodle + Apache + MySQL + PHP di situsnya. Zaman yang semakin global, membuat jarak dan waktu bisa ditembus oleh teknologi. Di masa mendatang, kesempatan untuk mengakses e-learning dipastikan akan lebih terbuka lagi. Selamat mengakses.