Menyongsong Era Mobile Learning

Melakukan up grading kompetensi di era sekarang ini relatif gampang. Tidak harus mengandalkan pelatihan di kelas. Kini tersedia banyak pilihan, di antaranya melalui pembelajaran online.

stilah mobile learning kini menjadi buah bibir di antara karyawan PT Indosat Tbk. Model pembelajaran baru yang biasa disebut MyLearning ini merupakan next step dari model e-learning, cikal bakal yang dalam dua tahun terakhir terus digenjot kampanyenya. Program pembelajaran yang dijalankan Indosat bisa dikatakan proses panjang yang sampai sekarang belum usai.

Menurut Manager Learning & Capabilities Management Indosat, Endy Junaedy Kurniawan, mobile learning merupakan hasil pengembangan elearning yang sudah dirintis sejak 2005. “E-learning hadir dengan konsep yang sederhana. Kami bikin fitur yang sangat sederhana, lalu dilakukan campaign secara terus-menerus dan woro-woro tentang manfaat belajar model baru ini,” katanya membuka diskusi dengan HC.

Diakui Endy, pada awalnya tidak mudah menawarkan budaya baru. Praktis periode dua tahun sejak e-learning lahir pesan utamanya adalah menawarkan kemudahan dan manfaat yang diperoleh karyawan. Endy bersama tim merintis dari dua hal. Pertama, dari sisi konten dan yang kedua melalui teknologi sebagai wadahnya. “Konten waktu itu di-handle melalui portal internal. Semua karyawan tetap maupun kontrak boleh masuk tanpa dimintai prasyaratan apa pun, tanpa harus memasukkan user name atau password, sehingga mirip seperti window shopping di mana orang bisa keluar-masuk begitu saja,” katanya.

Melalui kampanye yang gencar, Endy menyampaikan pesan agar e-learning bisa menjadi buah bibir. “Di samping itu, kami ingin menyampaikan bahwa ini lho ada cara baru dalam belajar. Kami mendapatkan angin segar setelah belakangan ini ada dukungan dari pihak manajemen,” tambahnya. Endy makin bersyukur ketika pada Februari 2007 Indosat mengawali penerapan elearning secara terintegrasi.

“Ibaratnya kami sudah memiliki rumahnya sehingga tinggal memasukkan aplikasinya saja dan alhamdulillah bisa langsung occupied karena karyawan sudah aware sebelumnya,” imbuhnya. Endy menambahkan, elearning secara terintegrasi dijalankan dengan menggunakan platform learning management system. “Istilahnya justified bahwa e-learning menjadi salah satu aplikasi HR dalam pengertian bisa merekam aktivitas karyawan dalam proses belajar dan berusaha meningkatkan kompetensinya,” ujar Endy.

Setelah e-learning diterima oleh karyawan, kini Indosat mulai memikirkan dan terus mengembangkan cara-cara baru yang lebih gampang diakses serta familiar penggunaannya. Endy mengakui, pengembangan implementasi mobile learning dipengaruhi oleh beberapa fakta dan data. Pertama, berkaitan dengan tren makin berkembangnya penggunaan mobile device sebagai sumber informasi dan sosialisasi. Hal ini ditandai dengan penurunan penjualan mobile phone (ponsel fitur standar SMS dan voice) di seluruh dunia sebesar 8,6%, di sisi lain penjualan smart phone (sudah ada fitur akses data) meningkat 12,7% di kuartal pertama 2009 (berdasarkan survei Gartner). “Merujuk pada survei Brandon Hall Research, mobile learning saat ini menduduki peringkat pertama sebagai learning trend tahun 2009, mengungguli virtual worlds serta games & simulations,” ungkap Endy menjelaskan.

Hal kedua, lanjutnya, implementasi mobile learning dilihat dari sisi kebutuhan internal. Ia menyebut elearning memiliki keterbatasan dalam hal mobilitas. Sementara itu, diperlukan solusi untuk menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi karyawan serta yang dapat menghubungkan mereka dengan sumber belajar di mana pun. “Kami memiliki karyawan hingga kantor kecamatan yang setiap saat keliling untuk mbenerin antena dan lain-lain. Orang seperti ini akan susah kalau belajarnya secara konvensional,” tutur Endy.

Di samping itu, Indosat melihat interaksi karyawan dengan mobile device makin tinggi, sehingga perlu disediakan aplikasi yang bisa memberi nilai tambah dan memiliki benefit secara langsung kepada karyawan. “Tidak hanya tren global tapi di internal juga meningkat. Apalagi ada harga khusus untuk akses GPRS bagi karyawan. Ini adalah salah satu alternatif untuk belajar melalui media yang familiar, di samping pembelajaran melalui classroom,” katanya

Yang dilakukan Indosat dengan elearning dan mobile learning memang sudah tepat karena fungsi HR sekarang sudah bergeser. “Dulu bicara HR melulu tentang administratif. Bila bicara training, wabil khusus learning, pasti tentang learning officer,” ungkap Endy. Ia melihat, sekarang fungsi HR bergeser ke arah markom alias marketing communication. Otomatis pendekatannya pun berubah. “Sekarang caranya dengan membangun budaya, menggerakkan orang-orang, membuat ide-ide supaya orang tertarik, dan membangun mindset bahwa belajar bisa dari mana saja. Ada wikipedia dan google, tinggal diarahkan saja agar karyawan produktif,” papar Endy.

Menurutnya, mobile learning direncanakan sudah dapat dipergunakan pada November ini. Sementara untuk e-learning, kanal yang dibuka melibatkan 1.000 user, khusus mobile learning sebagai trial awal bisa diakses hanya untuk 100 orang yang sudah mendaftar. “Itu pun kami menerapkan aturan dua bulan sekali dilakukan evaluasi. Kalau tidak aktif akan didrop dan digantikan dengan user lain,” katanya menandaskan.

Mengenai isinya, Endy menjelaskan bahwa mobile learning menawarkan 16 konten yang merupakan pengembangan dari 70 konten sebelumnya yang sudah masuk melalui aplikasi e-learning. “Kontennya kami develop berdasarkan empat kompetensi dasar yang meliputi: teknologi, commerce, business support, dan leadership,” ujarnya memberitahu.

Di tahap awal, Endy mengatakan, pihaknya sengaja menyuguhkan menu yang semua orang memerlukan. “Jadi sifatnya basic, misalnya topik finance. Maka yang dibedah adalah finance dasar sehingga orang di bagian teknologi dan marketing juga bisa membacanya. Demikian pula untuk topik HR, diberikan materi HR basic dan fundamental. Bicara tentang teknologi pun juga yang dasar dengan bahasa awam sehingga orang di luar teknik sekali pun bisa menangkap maknanya,” ia menuturkan.

Tahun depan, ungkapnya, akan dilakukan pengklasifikasian. “Dari sisi konten akan diperdalam sehingga levelnya mengarah ke intermediate. Jadi mungkin diperlukan pemilahan konten. Saat ini kami masih terbuka, silakan belajar tentang kontenkonten yang sifatnya corporate dan hal-hal umum yang harus diketahui oleh setiap karyawan,” tukas Endy.

Dari sisi user, Danang Dwi Herwanto, Backbone Network Administrator, Fungsi IP Network Operation, berani mengatakan bahwa teknologi ini relatif mudah digunakan. “Cukup mudah belajar menggunakan MyLearning. Apalagi kalau diimplementasikan dalam bentuk mobile, lebih banyak benefitnya. Dari sisi media dan waktu jadi lebih fleksibel,” ujarnya.

Sementara itu Vony Triana Widyawati, Cellular Product Assistant, Div. Messaging Management, mengaku bahwa proses belajar melalui MyLearning lebih efisien. “Ini seperti menghilangkan ketergantungan terhadap waktu, karena bisa diakses after office hour. Inovasi baru belajar secara mobile akan sangat menarik, menjadikan tidak lagi terbatas kepada jaringan intranet kantor,” tutur Vony.

Sedangkan Muhammad Chalid, Group HR Planning and Development, menyebut MyLearning sebagai alternatif praktis untuk belajar. “Melalui MyLearning kita bisa belajar dengan memilih materi sendiri. Dengan implementasi melalui mobile learning, tentu lebih memungkinkan karyawan untuk belajar di mana saja, tanpa kendala ruang dan waktu,” katanya. Karena itu, tak berlebihan bila Endy berharap mobile learning menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi karyawan Indosat yang ingin meningkatkan kompetensinya.