Ketika BlackBerry Menjadi Gaya Hidup

Tidak disangkal lagi, ponsel paling diinginkan saat ini adalah ponsel bermerek BlackBerry (BB). Demam BB seolah tidak bisa dibendung lagi. Kalau tidak memegang BB, rasanya kita tertinggal model lima tahun ke belakang. Benarkah?

Gaya hidup masyarakat di kota-kota besar kini ditandai dari penggunaan ponsel BB di setiap aktivitasnya. Banyaknya publik fi gur dan selebritis yang menenteng BB menjadikan ponsel besutan perusahaan asal Kanada, Research in Motion (RIM), ini berubah menjadi barang yang paling diminati saat ini.

Sejak diperkenalkan pertama kali oleh PT Indosat Tbk. pada akhir 2004 silam, tak banyak yang menduga bahwa BB akan melesat seperti sekarang ini. Di awal-awal kemunculannya di Indonesia, BB kurang begitu dilirik. Kini, keadaan berubah 180 derajat setelah Facebook menggebrak dunia maya. Saat ini tidak ada satu pun operator yang mau ketinggalan dan menjadikan BB yang include Facebook sebagai selling point.

Semua pihak rasanya berlomba-lomba menggarap pasar BB di Indonesia yang merupakan pasar paling subur di dunia. Tengoklah upaya yang dilakukan Bank Mandiri yang menggandeng operator XL dengan melakukan cross selling melalui kampanye “everyone’s new BlackBerry”. Iming-iming potongan harga sekitar Rp 700 ribu diberikan dengan syarat dan ketentuan berlaku yang menguntungkan kedua belah pihak.

Wajar kalau banyak pihak yang berkepentingan masuk ke pasar yang gemuk ini. Bagaimana tidak, jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia yang saat ini berkisar 300-400 ribu pelanggan, diproyeksi akan menjadi yang terbanyak di seluruh dunia dalam waktu dekat. Angka ini masuk akal karena pertumbuhan ponsel cerdas ini meroket hampir lima kali lipat dibanding tahun lalu.

Hal ini tentu sejalan dengan speed tinggi perusahaan induknya, RIM yang belum lama ini diperkenalkan oleh majalah Fortune sebagai “Perusahaan dengan Pertumbuhan Tercepat Nomor 1 di Dunia”. Fortune menilai, dalam beberapa dekade terakhir RIM berhasil menjual 65 juta unit smartphone BlackBerry kepada 28,5 juta pelanggan.

RIM memiliki 56% share dari US$ 12 miliar pasar smartphone di Amerika Serikat (AS). Di negeri Paman Sam tersebut BlackBerry seri Curve nangkring sebagai smartphone bestseller dan tiga dari lima ponsel paling laku di AS. Tak heran kalau petinggi RIM menaksir pasar smartphone yang bisa dikuasainya di seluruh dunia akan naik dua kali lipat dalam jangka waktu 5 tahun dari sekarang.

Tak ingin momen emas ini diserobot oleh kompetitor, hingga tahun depan RIM sudah mengagendakan 16 varian baru guna mengamankan posisinya. RIM tentu sudah pasang kuda-kuda mengingat pesaing terberatnya, Nokia, sudah mendeklarasikan kolaborasi dengan Microsoft guna menahan gempuran pasar dari jurus maut BB.

Secara terus terang produsen ponsel asal Finlandia yang diwakili oleh Nokia Executive Vice President, Robert Andersson, menabuh genderang ‘perang’ dengan BB. “Aliansi ini akan membuat pesaing kami harus mengeluarkan banyak dana. Dan, saya rasa BlackBerry belum melihat persaingan yang akan kami berikan nanti,” ujarnya seperti dikutip Reuters belum lama ini.

Sebagai pemanasan, sebelum menutup 2009 RIM bersiap memuluskan peluncuran 3 seri terbarunya ke pasar. Ketiga seri tersebut adalah Blackberry Essex, Blackberry 9100 alias Strike dan Blackberry Curve 8530. Di antara 16 seri terbaru yang akan diluncurkan, dua seri yang digadang-gadang banyak orang, yakni Storm 2 dan Bold 9700 akan menjadi prioritas dan diharapkan tersedia di pasar sebelum pertengahan 2010 mendatang.

Berita hangat lainnya adalah keberpihakan RIM untuk pasar pengguna CDMA. Blackberry Essex, misalnya, akan hadir sebagai smartphone andalan RIM yang dapat digunakan untuk CDMA dengan kemampuan 3G dan Wi-Fi. Blackberry Tour 9600 kabarnya juga didedikasikan untuk pasar CDMA dan tidak akan berbeda jauh dengan Essex, dengan sedikit penambahan fi tur di dalamnya. Untuk pasar ini, RIM masih akan memperkuat lini produknya melalui Blackberry Curve 8530, sehingga pelanggan memiliki beberapa pilihan.

RIM juga akan menghadirkan desain anyar meneruskan kesuksesan seri BB Bold 9700 melalui BlackBerry Strike alias BB 9100. Seri Strike ini akan ditanamkan fi tur yang bisa melewatkan koneksi 3G, hanya dengan desain yang lebih ramping. Termasuk di dalamnya ada tambahan trackpad.

Yang tidak kalah menarik adalah, RIM belum lama ini memfasilitasi pengguna ponsel di luar produksinya untuk dapat menikmati layanan BlackBerry melalui software BlackBerry Connect (BBC). Ini artinya, pengguna ponsel merek lain tanpa perlu membeli handset BlackBerry sekali pun, masih bisa berkirim email ala BlackBerry melalui layanan push-mail.

Sayangnya, fi tur yang dibenamkan hanya meng-cover layanan push email yang didapat dari aplikasi ini. Layanan lain seperti Yahoo Messenger, Browser, BlackBerry Messenger, dan Google Talk saat ini belum bisa terlayani. BBC bisa digunakan untuk beberapa tipe handphone Nokia, seperti 9300, 9300i, 9500, serta semua handphone Nokia E-Series. Sedangkan pengguna Sony Ericsson, BBC available untuk seri M600i, P990i, W950i, P1i, G700, dan G900. Vendor lain yang juga bisa mencicipi layanan BBC di antaranya HTC TyTn II, Dopod 838 Pro, dan Motorola Q9.

Yang perlu dicatat, BBC bisa dioperasikan dengan syarat operating system-nya (OS) tidak bertabrakan. Sebelum meng-install aplikasi BBC, harus dipastikan terlebih dahulu apakah versi software tersebut kompatibel dengan OS handphone yang akan digunakan. Ini wajib diketahui, mengingat layanan push-mail tidak akan jalan bila tidak ada koneksi ke server BlackBerry.

Bergaya ala BlackBerry memang banyak ragamnya. Selain cara di atas, kini banyak tersedia di pasar jenis ponsel yang sangat mirip BlackBerry keluaran produsen lokal dan China dengan harga yang sangat terjangkau. Ponsel ‘kembaran’ BlackBerry ini memiliki ciriciri yang mirip mulai dari ukuran, desain bentuk, model keypad qwerty-nya, maupun shortcut ke layanan Facebook. Dengan sedikit dikamufl ase melalui cover casing warna-warni, penyamaran ponsel ‘kembaran’ BlackBerry pun mulus tak kentara.

Hebatnya lagi, untuk memiliki ponsel pinter ini tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Harga aslinya Rp 999 ribu dan biasanya hanya tersedia saat vendor menggelar promo atau tersedia di both pameran. Di luar itu, harga sedikit naik di kisaran Rp 1,2 juta. Beberapa merek ponsel yang mirip BB bisa dipilih di antaranya Nexian, D-One, dan HT-mobile.

Soal peminat jangan ditanya. Orang yang sudah tergila-gila dengan BB namun belum bisa menjangkau untuk membeli versi originalnya, bisa mengobati hati dengan memburu ponsel kembarannya. Ponsel seperti Nexberry (sebutan untuk ponsel Nexian yang mirip dengan BB) dan ponsel yang mirip BB lainnya tak pernah sepi diburu. Antrian panjang kerap menjadi tontonan bagaimana orang begitu ingin menenteng pulang ponsel jenis ini. Alhasil, banyak cara yang bisa ditempuh untuk menikmati tren gaya hidup yang dipicu oleh kehadiran gadget bernama BlackBerry.