Gara-gara Password, Facebook Akan Banned Akun Perusahaan

Facebook Lawsuit

PANTAS saja kalau jejaring sosial Facebook sedang gusar. Pasalnya, social network terbesar yang diluncurkan pada bulan Februari 2004 lalu ini merasa aplikasinya dimanfaatkan kurang baik oleh oknum-oknum tertentu. Facebook pun mengancam akan mengambil tindakan tegas.

Kasus ini bermula dari terungkapnya salah satu perusahaan di Amerika Serikat, yang menyertakan persyaratan password akun Facebook si pelamar dalam wawancara kerja. Sang perekrut meminta calon pegawainya untuk membuka login Facebook-nya agar perusahaan mudah mengetahui informasi berupa foto, messages, wall posting serta grup rahasia dari profil si pelamar. Dalihnya, hal itu dapat memudahkan perusahaan untuk menilai karakter dan mengetahui kebiasaan calon pekerjanya.

Seperti diketahui, jumlah pengguna Facebook yang sudah mencapai 600 juta pengguna aktif di seluruh dunia ini memudahkan perusahaan untuk melihat semua aktifitas seseorang yang akan menjadi pegawainya. Namun sayangnya, keterbukaan aktifitas pengguna yang dapat ‘dikuntit’ oleh siapa pun ini membuat privasi pengguna Facebook menjadi rentan dan semakin sulit untuk dilindungi.

Atas kasus ini, Facebook langsung mengambil sikap. Facebook menyayangkan sikap sejumlah perusahaan yang meminta calon pegawai untuk membeberkan password akun Facebook-nya sebagai prasyarat perekrutan. Hal ini dinilai Facebook sebagai melanggar undang-udang privasi seseorang.

Demi menjaga privasi jutaan penggunanya, Facebook pun menghimbau kepada pengguna Facebook untuk tidak sembarangan memberikan password akunnya kepada siapa pun. “Jika Anda pengguna Facebook, Anda seharusnya tidak pernah berbagi password Anda,” tegas Chief Privacy Officer Facebook, Erin Egan.

Masih menurut Erin, Facebook bahkan tak segan-segan memutus jaringan sosial perusahaan-perusahaan yang terbukti meminta password akun Facebook dari para pelamar kerjanya demi melindungi hak privasi para pengguna. “Kami akan mengambil tindakan untuk melindungi keamanan serta privasi dari seluruh pemilik akun kami. Apakah ini termasuk pembuat kebijakan, akan dilakukan tindakan hukum termasuk menutup aplikasi,” tegas Erin.

Bila sewaktu-waktu Anda terganggu dengan kebijakan perusahaan yang menjalankan transparansi password jejaring sosial ini, jangan takut untuk menolak. Seperti dilansir Associated Press (AP), seorang pegawai statistic di New York City, Justin Bassets, mengaku berani menolak memberikan password akun Facebook-nya karena alasan privasi. Menurutnya, bila kita tidak berani menolak, hal itu akan menjadi invasion of privacy atau pelanggaran privasi dan Facebook bisa berubah menjadi bisnis pribadi. Tentu saja, tak ada yang mau hal itu terjadi.
(@nurulmelisa/foto:telegraph.co.uk)

Tags: , , ,