Tantangan HR tahun 2014

bersin prediction 2014

 

Tahun 2014 bukan lagi zamannya talent war. Fenomena itu sudah usai. Tahun ini adalah tahu di mana karyawan memiliki kendali lebih besar dalam dunia Human Resources (HR). Attractions, retensi karyawan, dan engagement akan menjadi hal-hal yang sangat krusial. Karyawan yang berkualifikasi tinggi akan mengambil kontrol tentang dimana ia akan meniti karirnya.

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh Bersin mengenai prediksi tantangan HR di tahun 2014, berikut adalah rangkumannya:

1. Skill dan kapabilitas talent haruslah berkualifikasi global

Pada tahun 2014, keahlian kunci yang menjadi akar dari sebuah industri akan mengalami kelangkaan. Ahli IT, matematika, Fisika, ilmuwan, akan semakin sulit ditemui. Tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya yang berfokus pada “recruiting top talent”, tetapi lebih bagaimana caranya kita mengalokasikan bisnis kita dan melakukan ekspansi ke luar negeri, termasuk di dalamnya adalah merekrut global talent. Sudah saatnya bisnis dikembangkan di tempat di mana kita bisa menemukan sumber daya yang menunjang bisnis kita, baik itu di dalam maupun luar negeri.

2. Capability development yang terintegrasi menggantikan training

“Training Department” perlu diganti nama menjadi “Capability Ddevelopment”. Dengan adanya kelangkaan ahli, maka departemen HRD harus kreatif dalam mengatur supply chain dari talent mereka. Beberapa caranya adalah dengan menjalin kerja sama dengan universitas, membangun corporate universities, melakukan program magang, dan fokus pada pembelajaran yang berkesinambungan.

Hanya perusahaan yang menawarkan continuous learning yang akan mendapatkan perhatian best talent.

3. Mendesain ulang akselerasi Performance Management

Sudah saatnya perusahaan menilik dan mendesain kembali skema performance management yang mereka miliki. Kali ini performance management seharusnya mencangkup beberapa poin penting seprti coaching (pembinaan), development (pengembangan), continuous goal alignment dan recognition. Sudah tidak jamannya lagi memberi rangking pada karyawan karena kinerja mereka, melainkan bagaimana kita meningkatkan engagement dan membantu mereka untuk berperforma luar biasa.

4. Definisikan ulang Engagement, fokus pada passion dan lingkungan kerja secara menyeluruh

Engagement bukan semata-mata hasil survey engagement yang dihelat perusahaan setiap tahunnya. Untuk membuat karyawan betah, perusahaan perlu memperhatikan aspek berkarir secara menyeluruh, baik itu lingkungan kerja, benefit, bentuk recognition dan sebagainya. Pada 2014, karyawan tidak lagi mencari karir, tetapi pengalaman (experience). Untuk itulah kita harus memastikan bahwa program engagement yang kita berikan, menjadi pengalaman yang menarik bagi karyawan.

5. Memperhatikan perkembangan karir dari karyawan

Sudah saatnya departemen HRD memfasilitasi mobilitas karir bagi karyawannya. Perusahaan hendaknya memberikan keleluasaan bagi karyawan untuk meningkatkan jenjang karirnya dalam organisasi. Caranya antara lain dengan memberikan interview guides, pemberikan pelatihan kepemimpinan dan membuka rekrutmen untuk kalangan internal.

6. Mendesain ulang dan memperbaharui skill dari HRD

Di tahun 2014, jika perusahaan enggan berinvestasi dalam hal Human Resources (HR) maka ia harus bersiap-siap untuk tertinggal dari kompetitor. Dalam sebuah riset tentang Human Capital Trend, hampir di semua negara, “re-skill HR” disebut dalam lima besar tantangan HR 2014. Alasan logisnya adalah Departemen HR berfungsi membentuk talent di perusahaan. Diperlukan skill pula untuk membentuk orang-orang yang berkualitas dan bernilai.

7. Menggali kembali dan meningkatkan fokus terhadap Talent Acquisition

Dengan perkembangan ekonomi seperti sekarang ini, HRD perlu memiliki skill untuk mengidentifikasi sumber daya manusia dan mengakuisisinya. Tahun ini, bursa talent adalah pasar yang berubah dalam waktu yang sangat cepat. Untuk itulah kita perlu memperdayagunakan big data, social media, terutama yang bersifat professional seperti Linkedin.

8. Berkembangnya teknologi HR

Ke depannya, akan semakin banyak teknologi dalam bidang HR yang akan membantu kinerja perusahaan. Teknologi semacam SAP, Oracle, ERP maupun platform-platform yang ditawarkan IBM akan memfasilitasi perusahaan untuk menyelesaikan masalah end to end. Teknologi yang dicari adalah teknologi yang canggih, namun simple penggunaanya. Temanya adalah teknologi yang membantu untuk melakukan “simplify”.

9. Analisis Talent

Kemampuan talent analytic akan menjadi keuntungan bagi sebuah perusahaan di tahun ini. Perusahaan perlu berinvestasi untuk membuat pusat analisis talent di perusahaannya dan membangun infrastrukturnya. Perusahaan yang telah melakukan ini terbukti telah memperoleh efisiensi rekrutmen sebesar dua kali lipat, leadership 3x lipat dan juga perbaikan financial.

10. Inovasi dalam bidang HR

Saat ini, fungsi HR jauh dari sekedar mengatur administrasi para karyawan di perusahaan. Praktisi HR di perusahaan ditugaskan untuk mendapatkan talent yang kompeten, mengembangkan mereka, dan mempertahankan talent.

Salah satu contoh nyata dari inovasi ini adalah dengan adanya CHRO, yang mendefinisikan Departemen HR menjadi high-impact HR.

 

Image courtesy: bersin.com