Tangkal Talent War dengan Strategi Retention

Isu yang dihadapi oleh HR saat ini masih di seputar attractionretention, terutama lebih banyak ke retention. Apalagi talent war masih terjadi. Apa strategi perusahaan Anda?

Dalam beberapa dekade terakhir, perusahaan dalam jumlah yang signifikan melakukan investasi dalam riset/penelitian karyawan sebagai salah satu komponen yang penting dalam pengembangan strategi perusahaan. Dari fokus awal hanya untuk mengukur kepuasan dan komitmen karyawan, fokus perusahaan kini bergeser untuk lebih mengukur kepada makna yang lebih tinggi, yakni keterikatan karyawan (employee engagement).

Atas dasar inilah, Towers Watson mengelar seminar setengah hari dengan topik studi employee engagement yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (29/11/2011) kemarin. Hadir sebagai pembicara adalah Abhishek Mittal, Senior Consultant-Organizational Surveys & Insights Towers Watson Singapore didampingi oleh Lilis Halim, Managing Consultant TowersWatson Indonesia.

Lilis kepada portalHR menjelaskan banyak klien yang menanyakan, bagaimana sih inistiatif yang bisa dilakukan untuk me-retain karyawan karena peperangan mendapatkan talent itu sampai sekarang masih terjadi dan ini permasalahan yang sangat signifikan. “Kami juga melihat dengan adanya krisis global yang ada, dampaknya kini Asia dijadikan sebagai engine untuk bisa menciptakan growth oleh perusahaan-perusahaan global,” katanya.

Dalam hal ini, lanjut Lilis, tentu saja akan ada impact terhadap tenaga kerja, karena di mana ada growth pasti akan ada permintaan untuk talent atau kebutuhan terhadap tenaga kerja yang akan meningkat. “Dengan peningkatan ini mau tidak mau akan terjadi bajak membajak atau tarik menarik tenaga kerja, antara satu perusahaan ke perusahaan lain,” tuturnya mengingatkan.

Lilis menambahkan, situasi inilah yang memerlukan triger bah wa perusahaan itu harus memiliki strategi retention yang bagus. “Nah, stategi retention yang bagus itu kita melihat dari hasil riset yang dilakukan oleh Towers Watson, bahwa dengan meningkatnya employee engagament itu akan membantu penurunan dari sisi turn over karyawan. Kebutuhan strategi retention yang bagus inilah, yang menjelaskan kenapa kami mengadakan sharing melalui seminar ini untuk memberikan gambaran apa sih yang harus dilakukan oleh perusahaan dari sisi employee engagement,” imbuhnya.

Employee engagement, masih menurut Lilis sebenarnya bisa diukur di masing-masing perusahaan. “Kami memiliki data-data global, untuk hight performing company itu employee engagement-nya seperti apa, triger-triger apa yang bisa membantu perusahaan menuju  hight performing company. Di dalam sharing ini, kalau perusahaan kita melakukan measurement dari employee engagement, hasilnya akan terlihat seberapa bagus kalau dibandingkan dengan hight performing company,” tuturnya.

Sedangkan kalau di Indonesia pada industri yang sama,akan bisa diketahui bagaimana perbandingannya dengan perusahaan sejenis. “Apakah employee engagement kita sudah bagus, atau justru posisinya masih di bawah. Driver yang ada bisa karena masalah leadership, trust level dari employee dan dari sisi enablement apakah si karyawan itu memang diberikan tools untuk mereka bisa mengerjakan tugas atau pekerjaannya dengan baik, di samping mereka dikasih tahu tentang apakah mereka mengerti  sebenarnya yang harus mereka jalankan,” kata Lilis. Ia menambahkan, inilah yang secara keseluruhan harusnya menjadi fokus bagi suatu organisasi atau perusahaan supaya employee engagement-nya meningkat , sehingga kemudian turnover karyawan di perusahaan tersebut bisa menurun, dan resiko doing business-nya bisa diminimalkan. (rudi@portalhr.com)

 

Tags: , ,