Tanda-tanda Anda Terlalu Nyawan Dengan Pekerjaan Anda

Pada umumnya, kenyamanan adalah hal yang baik. Ketika Anda baru masuk kerja, Anda ingin cepat-cepat bisa terlatih dengan tugas Anda, ingin cepat-cepat dapat berbaur dengan rekan kerja, dan ingin segera melepas rasa stress karena bekerja pada situasi dan hal yang baru. Anda menginginkan satu hal yakni “santai” dengan pekerjaan Anda.

Namun ada satu titik di mana rasa nyaman tersebut menjadi tidak menguntungkan. Adakalanya Anda harus merasa tidak nyaman dengan pekerjaan Anda. Karena berarti Anda belajar, menantang diri sendiri dan berkarya untuk sesuatu yang lebih besar. Berikut adalah tanda-tanda bahwa Anda sudah merasa terlalu nyaman sehingga Anda harus mulai bersiap-siap untuk melakukan perubahan:

1. “Hal itu mustahil” menjadi kalimat yang sering Anda ucapkan

Masih ingatkah ketika Anda masih menjadi orang baru di kantor? Saat itu, jarang sekali Anda mengatakan  “tidak bisa” ketika atasan meminta Anda melakukan sesuatu. Alasannya, Anda ingin membangun impresi positif terhadapnya.

Namun, ketika Anda semakin sering melakukan hal tersebut, cara berpikir Anda pun berubah. Anda tak lagi tertarik dengan tantangan, melainkan hanya bertahan pada status quo. Ketika atasan atau partner meminta Anda untuk melakukan pekerjaan yang di luar tanggung jawab Anda, jawaban Anda tak lagi, “saya akan mencari cara untuk menyelesaikannya”, tetapi “Itu tidak mungkin bisa dieksekusi”.

Apa bahayanya?

Ketika Anda tidak pernah mau berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan baru yang dibebankan kepada Anda, lama kelamaan hal tersebut akan ketahuan oleh bos. Saat Anda mengatakan tidak mungkin kepada seseorang, kemungkinan orang tersebut akan minta tolong kepada orang lain. Jika ternyata partner atau anggota tim lain yang bisa melakukannya, maka lama kelamaan Anda akan dicap sebagai seorang yang pemalas. Reputasi Anda memburuk, begitu juga perkembangan karir Anda.

Baca juga: Kenyamanan, musuh yang menyenangkan. Bagaimana mengatasinya?

2. Anda berhenti mendebat

Ketika Anda begitu berharap untuk sukses, keinginan Anda untuk membuat suara Anda didengar tentunya sangat kuat. Sehingga ketika seseorang menyampaikan ide, kecenderungan Anda akan memberikan pendapat sebagai sanggahan atau masukan terhadap ide tersebut. Anda akan mendorong tim Anda untuk mengerjakan yang terbaik yang mereka bisa.

Namun ketika sudah nyaman dengan posisi Anda, maka semua itu tidak lagi menjadi prioritas. Alih-alih memberi masukan, Anda justru akan segera menyetujui setiap ide yang muncul dalam rapat. Semakin cepat keputusan diambil, semakin cepat pula Anda pulang ke rumah.

Apa bahayanya?

Jika Anda enggan memberikan evaluasi atau menyanggah ide-ide yang masuk, kecenderungan Anda juga akan menyetujui semua ide yang datang dari mediocre atau orang yang kemampuannya pas-pasan. Hal ini tentunya berbahaya untuk karir dan perkembangan tim. Terutama karena tugas Anda sebenarnya adalah mengembangkan organisasi dengan cara mengeksekusi ide-ide yang bagus.

Selain itu, dengan Anda tak lagi proaktif, bos Anda akan melihat bahwa antusiasme Anda sangat kurang dan menimbulkan asumsi bahwa Anda tidak ingin berkembang bersama organisasi.

3. Anda tak lagi tertarik dengan peluang di luar

Ketika Anda sudah merasa nyaman dengan pekerjaan, merasa bisa dan terampil mengerjakan tugas serta malas mencari-cari pekerjaan yang baru, maka sesungguhnya Anda telah membiarkan banyak peluang terbuang.

Ditambah lagi Anda sudah tidak tertarik menjalin networking baru, malas meng-update CV dan jarang melihat lowongan kerja meskipun itu hanya melalui internet. Anda harus mulai waspada karena itu artinya Anda sudah terlalu nyaman dengan tempat kerja Anda saat ini.

Apa bahayanya?

Anda akan kehilangan kesempatan untuk bekerja di tempat yang lebih bagus, departemen yang berbeda dan berkolaborasi dengan orang-orang yang lebih kompeten. Menyiapkan CV setiap waktu sebetulnya cukup menguntungkan karena kita akan lebih siap sewaktu-waktu ada masalah yang terjadi di tempat kerja.

4. Anda merasa nyaman dengan batas minimal

Beberapa cirinya adalah Anda berangkat jam 9 pagi, pulang jam 5 tepat dan istirahat satu jam pada saat maka siang. Anda merasa tidak perlu menghabiskan waktu lebih lama di kantor untuk melakukan tugas kantor.

Apa bahayanya?

Bukan berarti bahwa kita harus bekerja lembur terus atau melewatkan istirahat makan siang. Hanya saja, ketepatan waktu yang terjadi secara rutin tersebut mengindikasikan bahwa pekerjaan kita tidak ada tekanan sama sekali. Kita tidak mendapatkan tantangan apapun. Pekerjaan yang benar-benar menantang biasanya yang kita kerjakan dengan sangat tekun penuh semangat hingga lupa menengok jam tangan.

Jika Anda menghadapi hal tersebut, maka sebaiknya Anda mencari proyek atau tanggung jawab baru yang dapat meningkatkan keterampilan. Dengan begitu, bos Anda akan melihat dengan jelas bahwa Anda memiliki etika bisnis yang baik dan keinginan untuk mengembangkan diri.

Baca juga: Menggapai Kenyamanan Tempat Bekerja

Tags: ,