Survey: Pekerja di Inggris Dambakan Work-Life Balance

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh CEB, perusahaan konsultan di Inggris, terhadap 18.000 pekerja global, hampir sebagian besar (46%) menyatakan bahwa gaji adalah faktor utama mereka memilih suatu pekerjaan. Namun ketika survey tersebut dilakukan di Inggris, hanya seperempatnya (24%) yang setuju.

Hampir lebih dari sebagian partisipan (53%), pekerja di Inggris, menyatakan bahwa faktor utama mereka memilih pekerjaan adalah tercapainya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Diikuti dengan lokasi (46%), stabilitas (36%), respect (33%) dan kesempatan pengembangan karir yang lebih luas (29%). Gaji masuk dalam urutan nomor enam.

Bagi para pekerja di Inggris, ketidakpuasan gaji dikutip sebagai alasan nomor delapan untuk meninggalkan suatu pekerjaan. Setelah faktor-faktor lain seperti kesempatan pengembangan karir yang lebih luas, manajemen sumber daya dan respect. Bukan berarti pekerja di Inggris puas dengan gaji yang mereka dapatkan. Ditemukan juga bahwa hanya seperempatnya (21%) yang merasa cukup puas dengan gaji yang mereka dapatkan.

Baca juga: Bagi Pekerja di Inggris, wifi lebih penting daripada kopi

Direktur Eksekutif CEB, Brian Kropp mengungkapkan bahwa uang merupakan hal yang sangat penting, namun manusia “tidak hanya sekedar mengejar uang yang besar saja.” Namun juga memikirkan kesejahteraan diri sendiri. Meskipun gaji yang didapatkan besar namun tidak merasa nyaman saat menjalankannya, sama saja menyakiti diri sendiri.

“Akan ada saat di mana perusahaan tidak hanya sekedar menaikkan gaji untuk meningkatkan kesejahteraan pekerjanya, namun terfokus pada hal lain yang sifatnya non-finansial. Bahkan menghamburkan uang untuk rekrutmen tidaklah diperlukan. Karena hal ini tidak menjamin bahwa talent yang terbaik akan tetap bertahan. Memotivasi pekerja dan menjadi manager yang baik adalah hal yang lebih penting,” ungkap Kropp.

Baca juga: 34% Pekerja di Inggris Tidur Siang Saat Meeting