Survei: Separuh Pekerja Mengalami Stress

Stress, stress dan stress. Stress itu sebenarnya baik, jika hadir dalam porsi yang tepat. Pada dasarnya manusia membutuhkan sedikit stress dalam hidupnya. Namun stress itu menjadi tidak baik ketika muncul dalam porsi yang berlebihan. Stress yang tinggi dapat berdampak pada berbagai macam aspek, terutama pada para pekerja. Mulai dari menurunnya kesehatan, menurunnya produktivitas hingga disengagement pada pekerja.

Towers Watson melakukan survey terhadap 22.347 pekerja full time di 12 negara. Survey yang bertajuk Global Benefits Attitudes ini, menemukan bahwa separuh responden, yang merupakan pekerja full time, mengalami tingkat stress yang cukup tinggi. Selain itu mereka juga memiliki kecenderungan untuk disengaged dari pekerjaan mereka.

Sebaliknya, hanya 1 dari 10 pekerja yang memiliki tingkat stress yang rendah, dan tidak memiliki kecenderungan untuk disengage. Justru mereka malah sangat engage dengan pekerjaan mereka.

Baca juga: Tingkat Stress Karyawan Meningkat

Hampir 30% pekerja di Amerika mengalami tingkat stress yang cukup tinggi. Sedangkan di Inggris lebih tinggi, sebanyak 34% pekerja dilaporkan mengalami tingkat stress yang cukup tinggi.

Riset ini menunjukkan bahwa tingkat stress yang cukup tinggi, dapat merusak produktivitas. Hal ini diungkapkan oleh Rebekah Hymes, selaku Senior Consultant and Wellbeing Specialist di Towers Watson. Penyebabnya adalah pekerja yang tidak well qualified. Perlu Anda ketahui bahwa di Amerika, pekerja yang tidak well qualified merupakan permasalahan kedua terbesar terkait produktivitas, setelah tidak seimbangnya kehidupan pekerjaan.

“Jika seorang pemimpin perusahaan menginginkan lingkungan kerja mereka memiliki tingkat stress yang rendah, maka menjadi penting bagi mereka untuk memahami sebenarnya masalah apa yang membuat karyawan mereka stress,” ungkap Hymes.

Pekerja yang memiliki tingkat stress yang tinggi pun juga berhubungan erat dengan presentasi ketidakhadiran. Mereka yang memiliki tingkat stress tinggi rata-rata absen 4,6 hari per tahunnya. Angka ini lebih besar dibandingkan mereka yang tingkat stressnya rendah, hanya 2.6 hari per tahunnya.

Baca juga: Tips Agar Stress Tidak Mempengaruhi Produktivitas Anda

Tags: