Survei Monroe Consulting: 93% Pekerja Ditelepon Headhunter

Monroe Consulting Group Indonesia, perusahaan penyedia sumber daya manusia, melakukan survei yang bertajuk Recruitment Market Report Indonesia 2014. Hasil survei ini dipublikasikan hari ini (9/1/2014).

Survei tersebut menemukan bahwa sebanyak 93% dari pekerja professional yang memiliki keahlian, menerima telepon dari perusahaan pemburu tenaga kerja (headhunting) dalam waktu 6 bulan terakhir pada tahun 2013.

Bagus Hendrayono, selaku deputy country manager Monroe Consulting Group Indonesia, mengemukakan bahwa survei tersebut mengkonfirmasi tren yang terjadi akhir-akhir ini, yakni adanya peningkatan permintaan oleh pelaku usaha atas kaum professional yang memiliki keahlian, yang berdampak pada peningkatan karir yang cepat dan gaji yang terus naik.

Survei juga menunjukkan sebuah fakta dimana terdapat kekurangan tenaga kerja ahli yang mendorong proses rekrutmen baru dan pergantian karyawan yang membuat pusing pemimpin perusahaan.

Dari sisi pekerja, sebanyak 67% dari mereka mendapat posisi mereka saat ini dengan metode pencarian langsung, termasuk 25% yang ditempatkan oleh perusahaan-perusahaan rekrutmen.

Mencari lowongan di surat kabar sudah kuno

Bagus menambahkan bahwa ketika berpindah ke perusahaan baru, kaum professional Indonesia masih cenderung bergantung pada jaringan pribadi. Sebanyak 30% responden menyatakan bahwa mereka mendapatkan jabatan mereka saat ini melalui teman.

“Sumber informasi untuk mendapatkan pekerjaan tertinggi kedua adalah melalui iklan, yaitu sebanyak 25%. Setelah itu melalui perusahaan rekrutmen, sebanyak 25%. Kurang dari 5% responden menemukan posisi mereka pada saat ini melalui surat kabar,” lanjut Bagus. Hal ini menunjukkan bahwa pencarian lowongan pekerjaan di surat kabar tidak lagi populer.

Survei yang dilakukan terhadap 1.000 karyawan dan 100 perusahaan pemberi kerja ini juga menemukan sebanyak 26% responden yang berada pada level manajerial pindah pekerjaan dalam satu tahun terakhir dan 41% telah mendapatkan pekerjaan baru dalam periode 1 sampai 3 tahun.

Kaum professional yang disurvei, memiliki lebih dari 5 tahun pengalaman dan telah memegang posisi pada level manajemen menengah dan senior, sementara informasi pemberi kerja diperoleh dari perwakilan sumber daya manusia dan direktur-direktur, baik direktur perusahaan nasional maupun internasional.

Gaji adalah pertimbangan utama

Selain angka-angka tadi, Monroe juga mendapatkan beberapa hal menarik dari survei yang mereka lakukan. Diketahui bahwa uang atau gaji menjadi pertimbangan utama ketika seseorang berpindah kerja.

Sebanyak 48% responden meminta gaji lebih tinggi, di atas 30%, dari level remunerasi mereka sebelumnya. Diketahui pula bahwa pekerja professional dijaga dengan baik oleh perusahaan dengan cara menawarkan manfaat kerja yang besar agar mereka tetap bertahan.

Mayoritas perusahaan pemberi kerja menambah karyawan mereka selama tahun 2013, sebesar 52% menunjukkan peningkatan yang tipis, dan sebesar 27% menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. (*/@aindahf)

Tags: ,