Statusmu, Harimaumu!

Pernyataan “mulutmu harimaumu” sepertinya sudah berganti dengan “statusmu harimaumu.” Sudah beberapa kali kita mendengar berita mengenai kasus pencemaran nama baik melalui social media. Sudah beberapa pekerja juga terpaksa kehilangan pekerjaan mereka karena menuliskan status yang dianggap mencemarkan nama baik perusahaan tempat mereka bekerja.

“Hati-hati dengan apa yang Anda tulis di social media. Tidak hanya sekedar konsekuensi, namun Anda juga menciptakan sendiri permasalahan di kantor Anda,” ungkap Kathleen Lucas, selaku labor and employment attorney di Lucas Law Firm in San Francisco. Dengan menuliskan hal-hal yang dianggap buruk di social media, aturan pencemaran nama baik akan berlaku dan hal ini dapat menjerat diri Anda sendiri, tambah Lucas.

Baca juga: Penggunaan Media Sosial di Tempat Kerja Meningkat

Berdasarkan laporan terbaru dari National Labor Relations mengenai kebijakan social media di tempat kerja, perusahaan tidak dapat memecat pekerjanya atas postingan mengenai pekerjaan di social media dan beberapa jenis keluhan yang sebenarnya dilindungi hukum, tidak peduli kebijakan perusahaan Anda. Jadi sebenarnya boleh saja jika Anda ingin mengutarakan perasaan Anda mengenai pekerjaan melalui Facebook ataupun Twitter tanpa harus dipecat. Namun pertanyaannya saat ini, pantaskah Anda melakukan hal tersebut?

Miriam Salpeter, penulis buku Social Networking for Career Success, mengungkapkan bahwa bukanlah hal yang baik membahas mengenai pekerjaan Anda ataupun boss Anda kecuali yang Anda tuliskan adalah hal yang sifatnya menyanjung dan tidak dikategorikan sebagai kritik. Salpeter juga menambahkan bahwa akan lebih baik jika Anda berpikir dua kali sebelum memposting hal yang negatif di social media yang berkaitan dengan pekerjaan Anda. Bayangkan jika perusahaan mengetahui hal tersebut. Posisikan diri Anda sebagai perusahaan. Bagaimana perasaan Anda? “Nada bicara adalah permasalahan yang krusial dalam social media. Lebih penting apa yang dipikirkan orang lain terhadap apa yang Anda tuliskan dibandingkan apa yang sebenarnya ingin Anda tuliskan,” tambah Salpeter.

Mengutarakan apa yang ada di pikiran Anda melalui social media memang hak setiap orang. Namun Anda juga perlu ingat bahwa akan ada dampak yang bisa Anda terima. Dibandingkan mempergunakan social media untuk komplain mengenai pekerjaan Anda, akan lebih baik jika Anda melakukan hal lain. Misalnya seperti membuat tulisan mengenai tips menghadapi boss yang galak, memperluas networking Anda atau mempromosikan kelebihan yang Anda miliki. Akan lebih produktif jika Anda memperbaharui profil LinkedIn Anda dibandingkan membahas meeting yang sangat membosankan dan tidak penting.

Baca juga: SHRM: Media Sosial Paling Populer Digunakan untuk Rekrutmen

Tags: