Songsong 2015, Telkom Luncurkan International Capability Center

telkom sidang senat IV

telkom sidang senat IV

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015, Telkom ternyata sudah memiliki berbagai persiapan. Salah satunya adalah dibentuknya International Capability Center (ICC) yang diluncurkan kemarin (5/2) bersamaan dengan acara Sidang Senat IV Telkom Corporate University.

Dalam acara ini hadir seluruh Direksi Telkom termasuk direksi anak perusahaan yang juga sebagai Dean bagi masing-masing Academy yang ada di Telkom Corporate University. Turut hadir pula mitra Telkom Corporate University yaitu Prof. Philip Parker dari INSEAD, Prof. Dainty dari Melbourne Business School, Regina Sneifer dari Orange dan Robin NGAN dari NUS Singapore.

Direktur utama Telkom Arief Yahya selaku Principal Telkom CorpU pada acara tersebut menegaskan kembali betapa pentingnya Human Capital bagi pertumbuhan organisasi. Dijelaskannya bahwa pada tahun ini pertumbuhan Telkom telah melebihi rata-rata industri dan hal itu menunjukkan apa yang dilakukan oleh Telkom dengan berinvestasi pada SDM, sudah benar.

“Angka-angka belum bisa kami berikan karena belum diaudit, namun kami bisa katakan bahwa pertumbuhan Telkom di atas rata-rata industri. Sehingga kita yakin bahwa apa yang kita lakukan ini sudah benar, yaitu invest in people,” ujar Arief.

Program Invest in People adalah inisiatif strategis Telkom Group dalam wujud Telkom Corporate University ini telah memiliki benang merah yang kuat untuk mendukung kinerja bisnis. Program-program CorpU telah dirancang menyesuaikan program utama Telkom. Program utama tersebut, seperti dijelaskan Arief, pada tahun 2013 terdiri dari 3 bagian, yaitu: pertumbuhan revenue Telkomsel menjadi double digit, program Indonesia Digital Network (salah satunya pencapaian 1 juta pelanggan Usee TV), dan international expansion.

Dibentuknya ICC dinilai sebagai langkah yang selaras dengan salah satu program tersebut yaitu international expansion. Di dalam ICC atau disebut juga international suspim pengajar dan siswa harus menggunakan bahasa Inggris dan akan digabungkan dengan siswa dari luar negeri, misalnya karyawan Singtel yang telah berkomitmen mengirimkan karyawannya belajar di Telkom CorpU.

Telkom bekerjasama dengan institusi-institusi paling top di bidangnya, yaitu INSEAD, Melbourne Business School, NUS Singapore, Thunderbird USA, dan Orange France.

Dalam rangka international expansion ini Telkom sudah berhasil mendirikan bisnisnya di 7 negara, yaitu Singapura, Hongkong, Myanmar, Timor Leste, Malaysia, Australia, dan Amerika Serikat. Dalam tahun ini akan diperluas hingga 10 negara, dengan tambahan Taiwan, New Zealand, dan Saudi Arabia.

“Kami juga sudah memiliki 1010 lulusan GTP assignment (global talent program, red), 1471 yang mendapatkan sertifikasi international,” ujar Arief yang kemudian mengibaratkan seorang ayah yang akan selalu mencarikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya.

Program pengiriman talent ke universitas-universitas terbaik di dunia serta sertifikasi internasional ini akan terus dilanjutkan karena dinilai sudah tepat. Bahkan Arief mengisyaratkan akan menambahkan budget untuk pengembangan karyawan pada tahun depan.

“Impian saya karyawan Telkom akan memiliki Global Human Capital Index yang baik, dan karyawan Indonesia nantinya adalah salah satu yang terbaik di Asia,” ujar Arief.

Pada acara tersebut juga dipaparkan CEO direction kepada CHCO, dimana salah satunya adalah program untuk mengukur global readiness karyawan.

Peran HC makin pivotal, anggaran 1 Trilyun

Dalam kesempatan tersebut Direktur HC Telkom Priyantono Rudito juga menekankan peran Human Capital yang kini telah menjadi pivotal (sangat penting, red) dalam mendukung kemajuan bisnis.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan dokumen perencanaan pengembangan SDM Telkom (HCD Plan) dari SGM Telkom CorpU selaku Vice Principal Tonda Priyanto kepada Direktur utama Telkom dan launching Learning Card. Learning Card merupakan program Learning Management System (LMS) yang merupakan inovasi baru Telkom di bidang learning.

Seluruh Program Telkom dalam Invest In People tersebut akan didukung oleh anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp 1 triliun untuk Telkom Group. “Saya harapkan apa yang kita tanam sekarang dapat membangun sustainable competitive growth perusahaan kita tercinta ke depan. Sebagaimana pepatah Cina mengatakan ‘Jika kita ingin satu tahun kemakmuran, tumbuhkan gandum. Jika kita ingin ratusan tahun kemakmuran, kembangkan orang-orang’,” tutup Arief. (*/@mei168)

Tags: , , ,