Siapakah Yang Paling Dirugikan Ketika Kita Menyembunyikan Gagasan?

Khawatir idemu akan dicuri? Santai saja! Ini tidak akan terjadi sesering yang kita duga.

Sebuah studi yang ditulis dalam Academy of Management Journal, mengungkapkan bahwa tidak ada satu keuntungan pun yang akan didapat oleh seseorang yang dengan sengaja menyembunyikan idenya. Orang-orang yang menyembunyikan pemikirannya dari rekan kerja justru akan menyakiti diri. Penyusun dari studi tersebut bahkan menyarankan agar kita mempertimbangkan ulang ketika akan melakukan hal tersebut, karena bagaimana pun juga, kita akan menuai apa yang kita tanam.

“Khususnya, para karyawan yang dengan sengaja menyembunyikan informasi atau pengetahuan yang mereka ketahui dari rekan kerja. Itu adalah tindakan yang bisa dikatakan egois dan mengharapkan manfaat dari rekan kerja atas kepelitan informasi tersebut. Dalam jangka waktu lama, hal ini justru akan menyakiti diri sendiri,” ungkap penyusun studi tersebut.

Baca juga: Rekrut Karyawan Yang Pandai Bekerja dalam Tim, Bukan Sendiri

Matej Cerne, seorang peneliti dari Ljubljana University, Slovenia, menjabarkan bahwa ada beberapa lingkungan kerja yang secara tidak langsung memicu karyawannya untuk bertingkah laku seperti ini. Contohnya adalah perusahaan yang sangat menghargai kinerja dengan menciptakan iklim saling bersaing (performance climate). Mereka memberikan insentif untuk menyembunyikan pengetahuan tersebut. Menurut Cerne hal ini tidak akan berguna bagi perusahaan itu sendiri.

Sebaliknya, meskipun menyembunyikan idenya dari orang lain, karyawan yang bekerja dalam iklim kerja yang menonjolkan kerja kelompok (mastery climate) tingkat kreativitasnya tidak serendah karyawan pada lingkungan individual.

“Dengan setting-an kerja semacam itu, karyawan tidak akan memiliki kecenderungan untuk menyembunyikan informasi, karena ia tidak perlu menjadi paling sukses untuk mendapatkan insentif.”

Peneliti tersebut melakukan riset pada 240 karyawan level menengah mengenai seberapa sering mereka menyembunyikan pengetahuan yang mereka miliki dari rekan kerjanya. Mereka juga ditanya tentang iklim kerja yang berjalan di perusahaan, apakah itu menonjolkan kinerja individu (performance climate) atau menonjolkan kinerja tim (mastery climate). Periset juga meminta 34 supervisor di perusahaan yang diteliti untuk memberikan rating mengenai tingkat kreativitas dari anak buahnya.

Penelitian tersebut membuahkan hasil bahwa di perusahaan yang membudayakan iklim teamwork, terdapat sedikit perbedaan kreativitas antar karyawan, tak peduli apakah mereka menyembunyikan pengetahuan atau tidak. Sedangkan di perusahaan dengan performance climate, semakin ia menyembunyikan informasi, semakin tidak kreatif orang tersebut.

Untuk mencari penyebab dari fenomena ini, periset mengambil sampel tiga kelompok yang terdiri dari 66 pasang mahasiswa. Kelompok pertama, diperlakukan sebagai kelompok dengan performance climate, kelompok dua mastery climate, dan kelompok terakhir tidak diberi treatment apapun.  Peneliti juga meminta agar satu orang dari masing-masing pasangan menyembunyikan pengetahuan dan gagasan yang mereka miliki. Dari penelitian tersebut, diperoleh hasil bahwa kurangnya kreativitas dari orang dengan kebiasaan menyembunyikan pengetahuan disebabkan oleh ketidakpercayaan antar sesama rekan kerja. Hal ini kemudian menyebabkan mereka enggan menceritakan idenya karena takut ide tersebut tidak disikapi dengan tepat. Hal serupa tidak terjadi pada kelompok yang menggunakan pola lingkungan kerja mastery climate.

Baca juga: Hasil Studi: Kecurangan Meningkatkan Kreativitas

Tags: