Saatnya Organisasi Bekali Para Manajer Muda

Minitrip Solo

DALAM SEJARAH, baru kali ini tiga angkatan kerja bahkan empat generasi bisa berkumpul dalam satu organisasi. Angkatan kerja yang lahir di rentang 1946-1964 biasa disebut sebagai baby boomer, menyusul Generasi X yaitu yang lahir di tahun 1965-1980, dan Generasi Y yaitu angkatan kerja kelahiran 1981-1995. Selebihnya ada yang menyebut Generasi Z juga sudah mulai masuk di dunia kerja.

Topik pembahasan dan yang menjadi isu di banyak organisasi saat ini selalu terkait dengan Gen Y. Saat berlangsungnya Minitrip to A Company di Kota Solo awal pekan lalu, Reni Lestari Razaki, Direktur Program Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen menjelaskan, Gen Y saat ini sudah mulai banyak yang menduduki posisi sebagai manager muda. Menariknya, imbuh Reni, Gen Y ini memiliki karakteristik unik karena sejarah terbentuknya Gen Y memang tidak lepas dari bagaimana didikan keluarga dan lingkungan.

“Gen Y ini rata-rata memiliki orang tua yang keduanya bekerja, berpendidikan, punya wawasan luas dan sering memasukkan liburan ke dalam agenda keluarga. Secara tidak langsung ini menular kepada Gen Y,” kata Reni.

Minitrip Solo

[Salah satu kegiatan Minitrip To a Company di Pasar Gede Solo]

Selama 20-30 begitulah rutinitas hidup yang dijalani oleh para Gen Y. Sekolah-libur, demikian berulang terus. “Gaya hidup ini ternyata terbawa ketika mereka masuk ke dunia kerja. Mereka ini masih muda-muda, pingin bekerja, tapi tidak lupa liburan itu harus ada,” ujar Reni sambil menambahkan Gen Y ini memiliki beberapa karakteristik yang menonjol, di antaranya: melek teknologi, diversity, mobile, fun, group oriented, dan berorientasi pada hasil.

Reni juga menyebutkan, di tahun 2015 ini jumlah Gen Y ini mencapai 60-70% dari tenaga kerja. “Mereka ini generasi termuda dalam tenaga kerja, dan bisnis bisa berhenti bila tidak ada Gen Y. Mau tidak mau kita butuh mereka dengan ciri-ciri yang sudah melekat pada Gen Y,” tutur Reni. Dampaknya, ini terbawa pada pola perilaku seperti training, di mana mereka tidak suka di dalam kelas. Bahkan, kalau bisa secara online saja sudah cukup. Gen Y di mata generasi sebelumnya disebut sebagai; ‘kutu loncat’, high expectations, tidak bertanggungjawab, misterius, dan maunya serba instan.

Padahal, Reni mengingat, organisasi itu maunya high performing organization, ini bisa tercapai kalau anggota timnya high performing, dan ini membutuhkan syarat high performing employee, jadi dimulai dari individu perform, timnya perform, maka hasilnya organisasinya pun juga perform. Apa yang bisa dilakukan oleh organisasi dengan kondisi seperti ini, inilah kata Reni, alasan PPM Manajemen mendesain ulang Young Managers Program (YMP) yang sebetulnya sudah ada sejak 1998.

Dunia kerja berubah, Gen Y mulai mendominasi angkatan kerja, dan Gen Y ini membawa ciri dan karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. “Setelah hampir 20 tahun kami mengevaluasi YMP, selain karena target pesertanya yang berubah, para manager muda yang kini usianya 20-30 tahunan ini masuk pada kelompok Gen Y,” imbuh Reni.

Di YMP yang ke 34-35 tahun ini, lanjut Reni, akan dimasukkan 3 area kompetensi, yaitu personal mastery, business mastery dan people mastery. Selama program kurang lebih 110 jam atau sekitar 6,5 minggu, para peserta akan didampingi oleh Coach yang akan membantu peserta menyelesaikan project assignment yang diberikan. Mereka ini akan masuk kelas setiap hari dari jam 16.30 sampai 21.00.

Siapa yang bisa mengikuti program ini, Reni menyebutkan, pertama adalah karyawan potensial yang akan dipromosikan menjadi level manajer, kedua adalah para manajer muda yang di dalam organisasinya tidak ada program pengembangan manajemen berjenjang, ketiga para profesional yang memiliki pengalaman kerja 3-5 tahun, dan keempat bisa juga dari kelompok entrepreneur muda yang dia harus tahu fungsi-fungsi manajemen dan menjalankannya dengan benar.

Persyaratannya, lulusan bachelor degree (S1) atau di first line management, academy (D3) dengan pengalaman kerja 2 tahun, atau S1 yang tanpa pengalaman kerja, usia dibatasi tidak lebih dari 35 tahun, dan memiliki passport. Di program ini, masih menurut Reni ada project assignment, intinya mereka akan mengembangkan bisnis model canvas, ada tools untuk merencanakan strategi, mendesain action plan, dan ada coaching.

Metode pengajarannya pun didesain sedemikian rupa agar tidak membosankan, termasuk memasukkan games-games dan kegiatan luar ruangan city-bound. Di akhir program, menurut Reni, peserta YMPakan menerima laporan transkrip yang menggambarkan area kompetensi di bidang leadership, problem solving and decision making, relationship building, strategic thinking dan analitical thinking lengkap dengan hasil observasinya. (*/@erkoes)

Baca juga: PPM Manajemen Cetak Gen Y Leader Melalui Young Managers Program

Tags: ,