Target Tercapai, Gaji Naik!

Sistem penggajian di TNT Indonesia (PT Skypak International) selaku pengelola jasa kiriman dan logistik menganut dua asas, fixed pay dan variable pay. Fixed pay, berupa gaji yang tiap tahun ditinjau kenaikannya berdasarkan performance atau kompetensi. Sedangkan variable pay merupakan insentif yang diberikan karyawan. Hal ini berkaitan dengan pencapaian target setiap karyawan mengingat TNT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Selain itu, insentif juga diberikan kepada karyawan yang telah memberikan servis terbaik sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.

“Kalau kami berikan fixed pay saja tanpa ada variable pay, walaupun kenaikan gaji di akhir tahun karena performance-nya bagus, tapi akan terlalu lama karena harus menunggu akhir tahun,” jelas Irvandi Ferizal, Human Resources (HR) Director TNT Indonesia. Dengan adanya variable ini, setiap karyawan yang mempersembahkan performance yang bagus setiap bulannya, akan mendapat insentif yang lebih di akhir bulan.

Dua asas ini berlaku untuk semua level sesuai dengan fungsinya, sementara untuk level eksekutif, konsepnya tetap sama namun dikaitkan dengan target secara umum. Kalau target secara umum terpenuhi, barulah ada kenaikan gaji. “Walau saya sebagai HR Director, tapi saya bersama tim. Jika tim kami bagus dalam menjalankan pekerjaan, maka baru bisa dikatakan kami berhasil atau sesuai target.” Kemudian, lanjutnya, ada strecth target tambahan yang disesuaikan dengan fungsinya yang berbeda-beda tiap tahun.

Berapakah kisaran gaji karyawan TNT Express? Irvan enggan membeberkan lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa sesuai dengan filosofi perusahaan, TNT berusaha berada di market secara umum. Artinya, TNT harus berada di nilai tengah market. “Kami tidak berharap terlalu tinggi dengan memposisikan di atas market,” katanya lagi dengan nada merendah. Karena itu, sebuah survei gaji yang dilakukan oleh perusahaan jasa konsultan independen merupakan cara terbaik untuk melihat dan menyesuaikan dengan pasar. “Khusus untuk  high potensial (HP), kami berikan additional treatment, artinya dia bisa lebih dari market. Tidak sekedar di average market mengingat HP merupakan talent yang harus dikembangkan lagi,” imbuhnya.

Uniknya, TNT tidak menjadikan perusahaan jasa kiriman dan logistik lainnya sebagai bahan acuan dan perbandingan dalam hal remunerasi. Alasannya, karyawan TNT yang keluar atau mengundurkan diri dari TNT tidak pindah ke perusahaan kompetiter, me-lainkan ke perusahaan lain yang bukan di bidang jasa kiriman dan logistik. “Karena itu, perbandingan kami lebih tinggi yaitu ke market umum,” aku Irvan.

Manajemen TNT tiap tahun selaku melakukan perbaikan remunerasi karyawan berdasarkan survei Mercer Consulting. Namun, saat ditanya berapa prosentase kenaikan gaji karyawan tahun 2006, Irvan masih belum bisa memastikan jumlahnya mengingat hasil survei yang dilakukan Mercer Consulting masih belum tuntas secara komprehensif pasca kenaikan BBM. Sebagai perbandingan, tahun lalu TNT menerapkan kenaikan gaji sebesar 11% sesuai dengan hasil survei. “Jika harus mengikuti inflasi tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus diiringi pertumbuhan perusahaan yang lebih tinggi. Saya kira setiap perusahaan akan mengalami hal yang sama yaitu kesulitan mengingat tingginya inflasi dan adanya kenaikan BBM,” paparnya.

Karena itu, sebelum mempertimbangkan kenaikan gaji, biasanya akan dilihat dulu gaji pokok setiap karyawan. “Jika gaji pokoknya sudah kompetitif di market, apa iya kami harus mempertimbangkan inflasi sebagai parameter,” kata Irvan setengah bertanya. Itu sebabnya meski setiap tahun ada kenaikan gaji, namun ditegaskan Irvan tidak akan selalu sebesar inflasi. Untuk menekan tingginya increase salary, TNT mencoba bermain di variable performance. Kalau hasil kerja karyawan bagus dan mencapai target, maka ia akan mendapat tambahan insentif.