Perlunya Menyiapkan Jaminan Hari Tua

Satu hal yang mutlak dibutuhkan untuk masa depan adalah jaminan di hari tua atau pensiun. Jaminan hari tua pada hakikatnya adalah memberikan jaminan kesejahteraan bagi seseorang saat ia memasuki usia lanjutnya. Apalagi di saat itu, biasanya seseorang sudah tidak lagi produktif dalam melakukan aktifitasnya. Karenanya, pengaturan jaminan hari tua menjadi sesuatu yang penting untuk segera direncanakan di masa muda.
Nah pertanyaannya sekarang, sudah sampai mana perusahaan itu mempersiapkan program pensiun bagi karyawannya?. Dalam dunia perbankan, Sari Suharso selaku General Manager Human Resources Permatabank mengatakan bahwa Permatabank sudah menerapkan program pensiun itu sejak Permatabank berdiri, yaitu setelah proses merger selesai sekitar akhir tahun 2002 lalu. “Kami dalam hal ini bekerja sama dengan BNI dalam bentuk DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan),” katanya kepada HC pada akhir bulan lalu.
Diungkapkan Sari, sebelum terjadi merger, Bank Bali telah memiliki program dana pensiun, dibandingkan empat bank lainnya yang memiliki dana pensiun berebeda. Permatabank memutuskan membuat program dana pensiun yang baru. “Untuk itu dipilih DPLK, dengan dilakukan proses tender dan dalam bentuk kerjasama antara BNI dan Permatabank,”ungkapnya.
Dipilihnya DPLK, Sari mejelaskan itu dilihat dari pertimbangan berbagai sisi, diantaranya adalah bahwa pencadangan dana pensiun tidak boleh dicampuradukan dengan dana operasional perusahaan. Adanya tingkat pengembalian investasi yang paling optimal untuk karyawan. Laporan pengembangan investasi yang sudah terbukti dengan baik, yang dapat dilaporkan untuk karyawan. Dan adanya pelayanan pasca pensiun yang sebaik-baiknya, hingga yang dapat memudahkan akses untuk karyawan.
“Alasan dipilihnya bekerjasama dengan BNI, karena saat itu bank BNI telah memiliki jaringan yang banyak, dibandingkan dengan bank lainnya, serta memiliki reputasi yang baik di dalam mengelola dana pensiun,” terangnya.
Dengan adanya program pensiun yang telah dilakukan oleh Permatabank, Sari, sapaan akrabnya, menambahkan pula bahwa penerapan program pensiun tersebut akan memberikan rasa aman bagi karyawannya. “Tentunya setiap benefit pasti akan berdampak yang positif bagi karyawan, sepanjang benefit tersebut dirasakan bermanfaat bagi karyawan,” tuturnya.
Lulusan sarjana psikologi UI pada 1985 silam ini pun menjelaskan untuk program benefit pensiun di Permatabank sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003, “Yaitu berupa iuran pasti sejumlah 5% subsidi dari perusahaan dan 2,5% iuran dari karyawan,” jelasnya.