Pembenahan Remunerasi Cegah Talent Lari

Menurut Iwan H. Djalinus, Vice President Human Resources Chevron IndoAsia (nama baru gabungan dari CPI dan Unocal), remunerasi yang ada di CPI dan Unocal masih terdapat perbedaaan di sana-sini. “Meski tidak terlalu signifikan, tapi kami harus harmonisasikan agar tidak ada kesenjangan,” papar pria kelahiran Bandung saat ditemui HC di sebuah acara seminar beberapa waktu lalu. Persamaan total remunerasi sedang diarahkan dan disusun, demikian pengakuannya. Menurutnya, ada beberapa posisi di CPI yang remunerasinya masih lebih tinggi ketimbang Unocal.

Perbedaan dalam hal benefit meski kecil memang bisa dipastikan menimbulkan kecemburuan. Contoh perbedaan yang terjadi, adalah perhitungan perkalian pensiun. Perbedaan lain adalah tunjangan transportasi. Di CPI, tunjangan transportasi tidak digabungkan dengan gaji pokok, sedangkan di Unocal digabungkan dengan gaji pokok. “Ini yang harus dibenahi. Namanya juga persaingan, kalau tidak diikuti, bisa-bisa talent-talent kami pindah ke kompetiter lain yang lebih bagus remunerasinya,” kata Iwan membeberkan hal ini. Saat ini, lanjutnya, Chevron masuk dalam 4 besar kategori perusahaan minyak dan gas di Indonesia sehingga Chevron harus tetap berhati-hati agar talent tidak pindah kerja.

Untuk menghindari talent-talent terbaik ‘kabur’ ke kompetiter pula, diperlukan survey gaji. Gunanya, bisa menjadi perbandingan bagi perusahaan agar bisa menempatkan diri di pasar dan menyesuaikan remunerasi di pasar. “Kami masih menganalisa hasil survei gaji yang dilakukan Watson Wyatt, berapa kira-kira kenaikan gaji karyawan,” papar Iwan.

Selain itu, tingkat inflasi juga merupakan pertimbangan perusahaan dalam hal kenaikan gaji. “Kami bukan tidak pernah memperhitungkan inflasi dalam kenaikan gaji. Semuanya tetap tergantung perusahaan secara kompetitif. Kalau pasar naik, kami akan naik, kalau pasarnya tetap, kami ikuti,” sambungnya. Pastinya, setiap tahun tidak akan jauh berbeda dari tingkat inflasi. Jika tahun ini inflasi diperkirakan 18%, maka kenaikan gaji karyawan Chevron pun akan berada di sekitar kisaran tersebut.

Dikaitkan dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan pemerintah tahun 2005 lalu, Iwan mengaku bahwa perusahaan sudah melakukan perbaikan agar karyawan Chevron IndoAsia yang kini berjumlah 7.200 orang tidak terlalu terbebani dengan adanya kenaikan BBM ini.

“Kemungkinan kami tidak akan memberikan increase salary kepada karyawan terlalu banyak mengingat bulan-bulan sebelumnya sudah ada kenaikan terutama dalam hal tunjangan transportasi,” kata Iwan yang mengaku belum bisa membicarakan lebih jauh lagi.