Menghadapi Gen Y yang Tidak Loyal, Perlukah Strategi Reward Khusus?

HR Gathering josef bataona

HR Gathering josef bataona

HR hari ini menghadapi tantangan-tantangan khusus yang berbeda dengan sebelumnya. Khususnya dalam hal compensation and benefit, beberapa tantangan yang dihadapi pada saat ini didiskusikan dalam acara HR Gathering yang diselenggarakan Prasetya Mulya kemarin (11/4) di Jakarta.

Salah satu tantangan tersebut, seperti yang diangkat oleh Novi Mayasari, SVP Head of Compensation & Benefit Citibank Indonesia, adalah generasi Y. Generasi muda yang berusia 20-an itu disebut memiliki tuntutan yang berbeda terhadap tempat kerja, serta dikenal juga dengan masa karir yang relatif lebih singkat dibanding generasi-generasi pendahulunya.

“Selain itu HR juga mendapat tantangan bagaimana untuk me-reduce biaya. Mungkin juga sampai sekarang masih ada yang bingung dalam budgeting, misalnya soal BPJS,” ujar Novi pada acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta itu.

Baca juga: Gen Y Kutu Loncat, Bagaimana Mencegah Mimpi Buruk HR

Menyoal strategi kompensasi untuk generasi Y, Josef Bataona, HR Director Indofood memberikan pertanyaan kepada peserta, “Apakah strategi retention itu generation-specific?” sambil memaparkan beberapa fakta tentang pengelolaan SDM.

Misalnya, bagi perusahaan, memiliki karyawan yang berkualitas, berkomitmen, berdedikasi, produktif dan memiliki loyalitas tinggi tentu mereupakan aset yang penting bagi perkembangan perusahaan pada masa datang. Mempertahankan aset sumber daya manusia di perusahaan menjadi salah satu hal yang penting saat ini. Employee retention di perusahaan sangat berkaitan dengan isu compensation & benefit.

Tidak ada di antara beberapa fakta di atas yang berkaitan dengan generasi tertentu, karena itu menurut Josef, dalam pembuatan strategi reward sebaiknya difokuskan pada per individu, bukan memukul rata sesuai dengan kelompok umur karyawan.

Josef menekankan pentingnya perusahaan memperhatikan benefit-benefit lain yang diterima karyawan. Tidak hanya benefit finansial, tetapi juga sosial serta personal. “Apabila merasa sudah tidak mendapatkan added value dari perusahaan, sebaiknya mundur saja,” ujar pemilik blog Josefbataona.com itu.

Josef mencontohkan beberapa fasilitas yang dapat diberikan pemberi kerja, seperti gym, serta nursery room yang ternyata masih sedikit perusahaan yang menyediakan.

“Apakah compensation dan benefit satu-satunya retention tool? Tentu tidak. Banyak hal yang harus diperhatikan,” ujar Josef yang banyak memberikan contoh dalam membawakan materinya. (*/@mei168)

Baca juga: Jangan Bunuh Antusiasme Gen Y

Tags: , , ,