Melancong Dunia dengan Wadah Plastik

Insentif adalah alat yang ampuh untuk memotivasi karyawan, terutama untuk sales force (tenaga penjual) di dalam perusahaan. Semakin menarik ragam insentif yang diberikan perusahaan tentu saja akan semakin meningkatkan motivasi para sales force untuk menunjukkan performance terbaiknya. Namun bukan perkara mudah untuk
menentukan program insentif yang tepat bagi para tenaga penjual tersebut.

Program insentif tidak semata-mata ditujukan untuk memotivasi pencapaian target penjualan, tetapi juga bagaimana menciptakan iklim yang kompetitif bagi perusahaan dan kepentingan pembangunan tim dalam perusahaan. Kemampuan perusahaan menciptakan program insentif yang tepat merupakan investasi tersendiri bagi perusahaan untuk bersaing di era hyper-competitive seperti saat ini.

Dibuktikan oleh Tupperware, perusahaan peralatan makan dari plastik ini memberikan sejumlah insentif untuk merangsang daya wirausaha para sales force-nya. Pemberian insentif berupa pelatihan dan seminar gratis, liburan ke luar negeri, atau pemberian hadiah lainnya, dilakukan guna memotivasi para sales force tersebut.

Dialami oleh Erna, sales force PT Alif Rose (Distributor Tupperware pertama di Indonesia) yang saat ini memiliki karir bisnis sebagai manager, sempat mendapatkan insentif liburan ke luar negeri. Karena secara non financial seorang manager di Tupperware memiliki kesempatan pergi ke luar negeri secara cuma-cuma untuk rekreasi maupun konferensi.

Pada Januari 2007 lalu Erna pergi berlibur ke Hongkong dan Shenzhen gratis, insentif itu didapatkannya karena ia
sudah memenuhi target penjualan yang ditentukan. “Aku saat itu mencapai target Rp 275 juta selama tiga bulan,”
katanya ketika ditemui HC di kantornya, Jl Raya Pasar Minggu 8-F, Jakarta Selatan.

Saat itu dikatakan Erna ada sekitar 450 Manager Tupperware dari seluruh Indonesia yang mendapatkan insentif perjalanan ke Hong Kong dan Shenzhen, dan ini diakuinya merupakan wujud apresiasi Tupperware Indonesia terhadap prestasi para managernya yang telah berhasil memecahkan tantangan yang diberikan.

Selama 5 hari, para manager beruntung itu mengunjungi berbagai objek wisata seperti Disneyland, Ave of Star, Victoria Peak, dan Jewellery Workshop di Hongkong. Di Shenzhen, para insan luar biasa itu melakukan city tour meliputi Window of the World dan tak lupa acara wajib perempuan yaitu, belanja.

“Setelah kita menimati liburan itu kayanya kerja keras kita selama setahun, yang kayanya capek banget itu tuh kehapus semua, nah pulang dari situ kaya ada semangat lagi, aku tahun depan harus berangkat lagi, dan mencapai challenge yang baru lagi,” ungkap Erna yang saat itu didampingi pula oleh distributornya, Nafisah Emir.

Seperti pepatah asing yang mengatakan “Work Hard, Play Hard”, Nafisah pun senada mengutarakan bahwa saat itulah para tenaga penjual semua bersenang-senang menikmati hasil kerja keras mereka. Pesona perjalanan tersebut menjadi kenangan manis dan motivasi bagi mereka semua untuk terus berseri mengukir prestasi di Tupperware.

Keuntungan

Sebagai sales force Tupperware, seseorang bisa menentukan sendiri waktu dan target pendapatan yang diinginkannya. Dan saat itu siap untuk menuju puncak, beberapa jenjang karir yang ada di Tupperware, yaitu menjadi Dealer, Team Captain (TC), Manager, Group Manager dan Distributor.

Adapun beberapa keuntungan yang di tawarkan Tupperware kepada para sales force-nya, diantaranya adalah keuntungan secara finansial, yaitu penghasilan tambahan, bonus override, vanguard bonus, manager promote up bonus dan manager maintenance bonus.

Sementara keuntungan secara non finansial, yaitu tawaran produk promosi, hadiah star dealer, hadiah rekrut, kesempatan mengikuti pelatihan, penghargaan atau hadiah, hingga kesempatan pergi ke luar negeri secara gratis, baik itu untuk rekreasi maupun konferensi.

Selain terdapat program insentif yang menunjang kinerja bagi tenaga penjualnya, perusahaan yang didirikan pada tahun 1938 silam oleh Mr. Earl Silas Tupper, seorang ahli kimia dari Amerika Serikat yang saat itu berusia 31 tahun, itu pun memiliki metode penjualan yang unik melalui sistem direct selling.

Resep jualan itu ditemukan pertama kali oleh Brownie Wise, perempuan Detroit, Florida, Amerika Serikat. Kala itu Wise mendemontrasikan keunggulan produk Tupperware melalui acara yang dibuat seperti pesta. Wise melakukan acara demo tersebut dari rumah ke rumah sehingga terkenal dengan sebutan home party plan. Melalui metode direct selling, para salesforce Tupperware bergerak aktif memperkenalkan produknya kepada konsumen.

Home party plan sebenarnya mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia. Secara tidak sadar, masyarakat telah mengembangkan sistem direct selling. Selidik lebih jauh, pesta Tupperware tak ubahnya acara arisan.
Tawaran berbelanja itu tak disajikan dengan cara yang memaksa atau berteriak-teriak seperti di pasar tradisional. Rayuan untuk membeli dilakukan lewat sajian demonstrasi keunggulan dari produk Tupperware. Para tamu dipersilakan membuktikan sendiri kehebatan tutup atau seal yang dimiliki produk temuan Earl Silas Tupper ini.

Misalnya, mempertahankan makanan dalam keadaan segar lebih lama, tetap renyah, tidak tumpah, aman dan lain sebagainya. Faktor direct selling dan kualitas produk belum cukup untuk menentukan keberhasilan Tupperware. Dua faktor tersebut tidak akan berjalan tanpa ada orang yang mengoperasionalisasikan, sales force (tenaga penjual).
Keberhasilan Tupperware juga sangat tergantung pada kegigihan para sales force menawarkan barang kepada konsumen. Karena itu, dalam menjalankan roda perusahaan, Tupperware memakai dua filosofi dasar. Caring and Sharing dan Build People, People Will Build The Business.

Keberadaan para tenaga penjualan merupakan investasi berharga bagi perusahaan. Jika kepiawaian mereka berkembang, secara otomatis bisnis akan berkembang. Sebab menurut Public Relation and Communication Manager Tupperware Indonesia, Yanti S Nugroho dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan penanaman investasi ini menjadi semakin penting karena independensi dari salesforce itu sendiri.

Dikatakan Yanti para tenaga penjual itu tidak terikat akan ketentuan untuk menjual atau tidak menjual produknya. Tidak ada yang memecat mereka kalau tidak menjual produk Tupperware. Sebab itu untuk merangsang daya wirausaha para sales force-nya, Tupperware memiliki tawaran program insentif. H C (ang)