Kesenjangan Gaji Pria vs Wanita

Baru-baru ini sebuah lembaga survey TUC mengabarkan, di Inggris wanita berusia 50 tahun ke atas memperoleh gaji lebih rendah dibanding pria di usia yang sama. Kesenjangan gaji ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan dramatis selama dua dekade terakhir, namun kesetaraan masih sulit untuk tercapai.

Laporan itu menyebutkan bahwa wanita paruh baya yang bekerja full-time mendapatkan rata-rata 11,99 poundsterling per jam sementara pria di usia yang sama 18% lebih tinggi yaitu memperoleh gaji sebesar 14, 69 poundsterling. Secara keseluruhan pekerja wanita mendapatkan  rata-rata 10% lebih rendah dari pria.

Tidak hanya itu, upah wanita di usia 50 tahunan lebih rendah dibanding wanita berusia 30 tahunan. Rata-rata mereka menerima 14,17 poundsterling sedangkan wanita berusia 40 tahunan memperoleh 12,93 poundsterling.

Upah per jam rata-rata untuk seorang wanita di usia 50-an yang bekerja paruh waktu hanya sekitar 8,53 poundsterling. Angka itu kurang dari sepertiga dari upah tenaga kerja wanita separuh waktu di Inggris sebesar 12,76 poundsterling. Mayoritas wanita di atas 50 tahun yang bekerja part-time berpenghasilan kurang dari 10.000 poundsterling per tahun.

Analisa TUC menunjukkan bahwa wanita yang lebih tua telah mengalami pertumbuhan dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 1992, sebagian besar wanita di atas usia 50 tahun sudah tidak aktif di bursa tenaga kerja. Saat ini, hanya 37% wanita di atas 50 yang telah tidak aktif, sementara 3 dari 5 masih produktif bekerja.

Meningkatnya pekerjaan part-time menunjukkan bahwa masih banyak wanita yang masih berjuang untuk menyelamatkan penghasilan untuk pensiun mereka, meskipun harus bekerja lebih lama dari sebelumnya.

Sekretaris umum TUC Frances O’Grady mengatakan “meningkatnya jumlah wanita di atas 50 tahun yang masih bekerja, menjadi kisah sukses dari dua dekade terakhir,” ujarnya. Ia menambahkan “meski perempuan bekerja lebih lama, upah rendah masih menjadi masalah besar, terutama bagi jutaan orang yang telah dikecewakan oleh sistem pensiun. Atau yang mendekati pensiun dengan tabungan sedikit atau tidak ada,” ujarnya.

O’Grady berharap mereka yang masih bertahan di pekerjaannya bisa mempunyai gaji yang layak. “Sebagian besar dari kita memiliki tanggung jawab dalam hidup kita, dan tidak benar adanya bahwa masih ada kesenjangan gaji perempuan dan prospek karir yang masih kita temui,” tutur O’Grady.

Tags: