Kenaikan Gaji Berdasarkan Kompensasi

Sistem penggajian yang dilakukan di PT Epson Indonesia berdasarkan total remunerasi. Pada level staf, total remunerasi minimal diberikan di atas upah minimum Rp 819.100, ditambah dengan uang transport Rp 500.000 dan uang makan Rp 250.000 per bulan. Ini berlaku untuk level bawah dan menengah. Sedangkan untuk level manager ke atas, mereka akan mendapat upah sekitar Rp20 juta – Rp 29 juta untuk gaji pokok, ditambah dengan tunjangan mobil dan uang bensin.

Namun, setiap tahunnya, paket remunerasi yang diberikan ke karyawan akan berubah sesuai dengan kompetensi atau performance karyawan. Itu sebabnya jika seseorang diterima bekerja di Epson dengan posisi rendah, tapi dia bisa menunjukkan kemampuannya dan kompetensinya lebih tinggi, maka Epson akan menghargai orang tersebut. Contohnya, jika si A saat diterima bekerja hanya bergaji Rp 1 juta, sedang si B Rp 3 juta. Tapi 6alam waktu dua tahun, si A bisa menunjukkan kompetensinya dengan baik, gajinya bisa sama dengan si B. Ini berlaku di semua level.

Increament salary yang diterapkan PT Epson Indonesia berdasarkan dua hal, cost of living allowance atau inflasi dan performance atau kompetensi. Artinya, jika seorang karyawan memiliki kompetensi yang haik dengan kinerja yang baik pula, maka dia akan mendapat remunerasi yang baik pula. “Saat rekrutmen pertama kali, Epson menghargai apa yang sudah dimiliki seseorang karyawan. Tapi begitu ia masuk, hampir murni atau 90% kami melihat kompetensinya,” ujar M. Husni Hurdin, Senior Manager HR PT. Epson Indonesia.

Sedangkan dari sisi inflasi, Husni menjelaskan bahwa jika tingkat inflasi diperkirakan mencapai 18%, maka kenaikan gaji yang akan diterapkan di Epson akan mencapai 19-20% secara rata-rata. “Jadi bisa saja ada karyawan yang mendapat kenaikan gaji sampai 20% jika kompetensinya bagus, tapi bisa pula di bawah inflasi jika performance-nya menurun,” ujar Husni. Karena itu, Husni mewakili manajemen Epson sangat mengharapkan karyawan Epson tetap menyumbangkan kontribusinya yang bagus kepada perusahaan jika ingin perbaikan remunerasi mereka.

Kenaikan gaji karyawan Epson baru diberlakukan April 2006 mendatang. Umumnya, karyawan yang mengetahui adanya kenaikan gaji tidak terlalu positif menyambutnya. Menurutnya, karyawan masih menganggap kenaikan gaji yang diterapkan masih dinilai minim atau belum memenuhi kebutuhan dan daya beli karyawan. “Padahal, kami selalu mengusahakan agar remunerasi karyawan Epson berada di pasar, minimal di median,” papar Husni yang memperkirakan Epson berada di P60. Ia menyayangkan, para karyawan yang menganggap demikian belum melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis lainnya.

Pihak manajemen juga berusaha semaksimal mungkin dalam mengantisipasi kenaikan bahan bakar minyak beberapa bulan lalu. “Saat bahan bakar minyak (BBM) naik, kami melihat kenaikan barang secara umum direpresentasikan dengan inflasi, ini yang kami pertimbangkan,” terangnya. Tapi, lanjutnya, pihak manajemen bukannya tidak peka terhadap masalah ini. Terbukti, perusahaan telah menaikan tunjangan transportasi yang sebelumnya hanya Rp250.000 menjadi Rp500.000 per bulan. Sementara uang makan karyawan sudah dinaikkan per 1 April tahun lalu.

Karena itu, secara realistis, divisi HR Epson secara intensif mengelola basic motivation karyawan Epson agar sehingga karyawan tidak merasa dirugikan karena inflasi sudah tinggi tapi perusahaan tidak berusaha mempertimbangkan dan memberikan kenaikan gaji yang memuaskan.