Ingin Kenaikan Gaji? Mintalah!

gaji2

Pernahkah Anda mencoba untuk bertanya terkait kenaikan gaji? Jika Anda merasa takut, mungkin Anda bisa belajar dari pekerja di Amerika Serikat.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh CareerBuilder, sebanyak 56% pekerja tidak pernah meminta kenaikan gaji. Namun bagi mereka yang berani meminta, tidak sedikit yang sukses.

Sebanyak 66% pekerja di Amerika Serikat berani meminta kenaikan gaji dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Lebih banyak pria (49%) yang meminta kenaikan gaji jika dibandingkan dengan wanita (38%).

Mengenai gaji itu sendiri, sebanyak 65% responden, yang merupakan pekerja penuh di Amerika Serikat, mengklaim bahwa gaji mereka tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Hanya 35% yang mendapatkan gaji sesuai keinginan mereka.

Sementara itu, mayoritas pekerja di Amerika yang merasa tidak puas dengan gaji mereka berada dalam titik kritis. Dari range 75.000-150.000 dollar Amerika, responden memberikan pendapat mereka terkait gaji yang mereka harapkan.

gaji1

Secara garis besar, 39% responden pria menyatakan mereka mendapatkan gaji sesuai dengan yang mereka harapkan, 9% lebih besar daripada wanita (30%).

Baca juga: Riset Hay Group: Kenaikan Gaji di Indonesia Kedua Tertinggi di ASEAN

“Survei ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa 75.000 dollar Amerika merupakan batasan gaji yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, memenuhi gaya hidup yang ideal dan untuk investasi masa depan yang aman,” ungkap Rosemary Haefner, selaku Vice President of Human Resources di CareerBuilder.

“Menariknya, jumlah yang diinginkan oleh para pekerja bukanlah faktor utama yang mereka inginkan untuk kesuksesan karir mereka.”

Meskipun 2/3 dari responden menyatakan bahwa mereka tidak puas dengan gaji mereka, namun kebanyakan dari mereka yakin bahwa mereka bisa sukses tanpa harus memiliki gaji yang besar. Lebih dari separuh responden (55%) mengklaim  bahwa mereka dapat sukses hanya dengan pendapatan di bawah 70.000 dollar Amerika.

gaji2

“Dalam beberapa kasus, kesuksesan bersifat relatif dengan tipe kerja individu atau tingkatan karir mereka,” ungkap Haefner. “Terlepas dari pemasukan, kami menemukan bahwa pekerja yang mencari kesuksesan gaji mereka cenderung pada standar ataupun di bawah standar. Hal ini menunjukan bahwa pekerja masih dapat memaknai pekerjaan mereka meskipun masih menginginkan kenaikan gaji,” tambah Haefner.

Selain itu, hampir 3 dari 10 (29%) perusahaan memberikan transparasi atas gaji yang dibayarkan. Dimana hal ini dipimpin oleh firma IT dan perusahaan penjualan sebanyak 37% dan 34%.

Perusahaan dengan karyawan kurang dari 20 orang akan lebih terbuka membahas mengenai gaji dibandingkan perusahaan lain yang lebih besar. Hampir separuh responden (47%) melihat bahwa diskusi terbuka mengenai gaji adalah hal yang positif, dengan 24% menyatakan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kesetaraan dalam pembayaran gaji dan 23% menyatakan bahwa diskusi akan memberikan asumsi yang salah.

Meskipun begitu, sebanyak 53% perusahaan memandang bahwa transparansi gaji adalah hal yang negatif, 42% menyatakan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kecemburuan sosial dan masalah moral, 33% menyatakan mengganggu privasi, dan 19% menyatakan bahwa hal tersebut dapat mengarah pada tuntutan kesetaraan gaji.

Para pekerja sendiri menyatakan bahwa sebanyak 65% responden tidak menginginkan perusahaan untuk memberikan transparansi terkait pembayaran gaji.

Baca juga: Kapan Waktu Ideal untuk Kenaikan Gaji Karyawan?

Tags: