Survei: Pemberian Benefit Tidak Dihargai Karyawan

prosentasi benefit karyawan towers Watson

 

Empat puluh persen perusahaan yang disurvei Towers Watson baru-baru ini menghabiskan lebih dari 20% biaya karyawan untuk program benefit, namun ternyata hampir separuh dari mereka merasa pemberian benefit itu gagal diapresiasi oleh karyawan.

Menurut siaran pers yang kami terima dari Towers Watson, hanya separuh lebih sedikit dari perusahaan yang disurvei mengatakan pemberian benefit dihargai oleh karyawan, sebanyak 15 % responden malah mengaku pemberian benefit tidak dihargai sama sekali.

Survei Tren Benefit Karyawan Asia Pasifik 2013 yang dilakukan antara bulan Februari dan Maret 2013 tersebut dilakukan terhadap 1.066 karyawan dari negara-negara di Asia Pasifik. Survei itu juga menunjukkan, walaupun terjadi peningkatan benefit, hal ini tidak serta merta meningkatkan persepsi nilai di mata karyawan.

“Terlihat jelas bahwa strategi benefit saat ini memainkan peranan penting di mata perusahaan ketika menjawab tantangan bisnis seperti meningkatkan daya tarik organisasi dan mempertahankan karyawan. 81% perusahaan kini memiliki strategi benefit yang terdokumentasikan, dibanding  66% pada tahun 2009,” kata Matthew Jackson, director – Benefits Optimisation, Asia Pacific seperti tertulis dalam siaran pers tersebut.

“Namun, hasil survei kami ini memunculkan pertanyaan yang mengganggu tentang efektifivas dan nilai tambah yang dihasilkan dari strategi ini — apalagi mengingat investasi perusahaan yang meningkat dalam kondisi bisnis saat ini yang kompetitif.

“Kami menemukan bahwa sebagian perusahaan merespon masalah tersebut dengan menambahkan program benefit — tetapi bukannya membantu, hal ini malah menambah masalah. Ketika tenaga kerja semakin beragam, program benefit “satu ukuran untuk semua” merupakan solusi yang tidak tepat. Perusahaan sebaiknya mereview dan menyesuaikan program benefit, mengenalkan pilihan karyawan, dan bukan menambahkan program yang sama untuk semua orang,” tambah Jackson.

Survei tahunan Towers Watson ini juga menemukan jumlah perusahaan yang berencana memperkenalkan atau meningkatkan fleksibilitas dalam program benefit mereka akan berlipat ganda pada tahun depan. 32% (dibanding 15% pada tahun ini) akan meningkatkan fleksibilitas benefit tahun depan, dan 23% akan memperkenalkan flexible benefits.

Rendahnya apresiasi karyawan boleh jadi adalah akibat dari lemahnya komunikasi yang dilakukan perusahaan. Survei ini menemukan 31% perusahaan tidak mengkomunikasikan perihal benefit kepada karyawan. (hal ini membaik dibanding 55% pada tahun 2009). Padahal menurut hasil survei yang sama, terdapat korelasi yang kuat antara komunikasi yang efektif dengan persepsi terhadap nilai benefit. (*/@mei168)

 

 

Tags: ,