Gaji Karyawan Asia Pasifik Naik 7%

Tower Watson baru saja merilis hasil survei yang menyatakan rata-rata gaji di seluruh Asia Pasifik akan naik pada tahun 2014. Kenaikan tertinggi akan terjadi di China dan Vietnam yakni berturut-turut sebesar 8,5% dan 11,5%.

Pemicu kenaikan gaji tersebut salah satunya adalah terjadinya inflasi yang terjadi hampir di seluruh negara di Asia. Penelitian tersebut menempatkan Jepang sebagai negara dengan kenaikan rata-rata gaji paling rendah di Asia Pasifik.

Angka-angka tersebut belum dikurangi dengan inflasi, yang artinya kenaikan real value lebih rendah dari itu. Untuk China dan Vietnam, setelah inflasi diperhitungkan, kenaikan menjadi sebesar 4,9 % di kedua negara. Sedangkan negara-negara lain yang berperforma cukup baik di antaranya adalah Hongkong dan Singapura dengan kenaikan sebesar
4,5%.

Sementara di negara-negara dengan ekonomi berkembang seperti Indonesia dan Srilanka, kenaikan gaji juga tinggi. Sayangnya, kenaikan itu juga diimbangi dengan kenaikan tingkat inflasi, sehingga berpengaruh pada nilai real-nya.

Temuan lain dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan di wilayah Asia Pasifik akan menghadapi tantangan cukup sulit untuk menemukan dan mempertahankan karyawan atau talent yang berkualitas. Sejalan dengan itu, lebih dari 80% perusahaan yang disurvei memaparkan bahwa budget untuk penggajian di tahun 2014 cenderung dialokasikan kepada karyawan high performers dalam porsi yang lebih besar. Meskipun demikian, antisipasi terhadap pay frezee atau penundaan penggajian mengalami penurunan dari tahun 2013 berkisar 4% menjadi kurang dari 1% di tahun ini.

“Secara umum, kenaikan gaji yang terjadi tahun 2014 mirip dengan tahun sebelumnya, sehingga budget yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan pun tidak banyak mengalami perubahan. Hanya saja, pada akhirnya, besaran gaji akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan secara finansial. Jika profit perusahaan berkembang, tentunya penggajian
tidak akan menjadi masalah yang serius dan lebih agresif dalam menggaji karyawan,” demikian ungkap Shambav Rakyan, Global Data Services Practice Leader, Asia Pacific Tower Watson.

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan bahwa meskipun uang bukanlah segalanya dalam bekerja, berdasarkan salary review Tower Watson 2012, gaji pokok masih menjadi motivasi yang kuat bagi talent dalam mencari pekerjaan. Berita baiknya, perusahaan bisa tetap berusaha meningkatkan employee value preposition (EVP) untuk menarik kandidat terbaik. EVP adalah persepsi tentang seberapa unik perusahaan, pola dan lingkungan
kerja yang ditawarkan dan hal-hal lain yang membuat kandidat tertarik untuk berkarir di perusahaan tersebut.

Selain kinerja pada tiap-tiap negara, Tower Watson juga mengamati perkembangan gaji untuk tiap sektor. Kenaikan gaji terbesar terjadi pada industri pharmaceutical sebesar 7,3% dan media serta retail sebesar 5,4 – 5,7 %. Tahun ini pun, sektor financial service yang tahun-tahun sebelumnya tidak ada harapan, juga mengalami peningkatan, dari 5,7% di tahun 2013 menjadi 6,2% tahun depan.

Dengan berbagai temuan dari riset ini, Jeffrey Tang, Director of Tower Watson di bidang Talent dan Reward, Hongkong memaparkan, “Kebutuhan akan karyawan yang taat (compliance) terhadap perusahaan menjadi sangat tinggi, seiring dengan ketatnya regulasi dan ekspansi perusahaan.”

Survey ini pun menjabarkan suatu kondisi di mana pressure point pada angkatan kerja akan meningkat, perusahaan akan semakin sulit untuk mencari kandidat yang berketerampilan dan mau bertahan lama. Untuk itulah, struktur organisasi harus dimatangkan, berdasarkan kesesuaian di mana perusahaan tersebut beroperasi. (*/@yunitew)

Tags: ,