Bonus Akhir Tahun

Sepanjang 2009 kita sudah bekerja keras. Kini saatnya menunggu hasil appraisal sambil harap-harap cemas. Kira-kira, berapa bonus akhir tahun yang bisa dibawa pulang?

Memasuki awal tahun selalu muncul semangat baru. Entah karena energi positif setelah liburan panjang, atau memang ada sesuatu yang ditunggu-tunggu. Ya, salah satunya adalah bonus akhir tahun. Wajar rasanya bila seorang karyawan mengharap bonus, karena selama setahun lalu sudah bekerja memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Kini giliran perusahaan yang harus mengerti makna setiap tetesan keringat karyawannya.

Namun begitu, pemberian bonus sangat tergantung dari pencapaian perusahaan dan aturan mainnya. Dilihat secara makro, tahun lalu banyak perusahaan yang mengeluh kesulitan keuangan. Jadi, kondisi perusahaan bisa dibilang kurang menggembirakan. Krisis keuangan global, sedikit banyak pasti berimbas pada kinerja perusahaan. Sangat beruntung bagi perusahaan yang sepanjang 2009 masih bisa melaluinya dengan baik. Dan, bersyukur jika kinerja perusahaan masih mencatat hasil yang positif.

Nah, bagaimana tim human capital (HC) mempersiapkan ritual tahunan ini dengan bijak? Gandung A. Murdani, Direktur HC Indosat memberikan pandangannya. Bonus tahunan, menurut Gandung, diberikan sebagai apresiasi perusahaan atas prestasi karyawan. Prestasi ini dilihat berdasarkan performa karyawan yang dihitung mulai awal tahun hingga 31 Desember. “Performance karyawan selanjutnya di-blend dengan kontribusinya terhadap pencapaian tim dan perusahaan. Ada beberapa skema yang diberikan, pertama bersifat umum berkaitan dengan perusahaan, dan yang bersifat khusus biasanya untuk bagian sales,” katanya menerangkan.

Gandung menjelaskan, pada dasarnya semua karyawan didorong untuk memenuhi performa seperti yang dijanjikan. Perusahaan sendiri, lanjutnya, memiliki setting goal yang terkait dengan investor, pelanggan dan karyawan. “Mereka (investor dan pelanggan, red) diberikan sesuatu yang bisa membuatnya tetap engaged. Khusus kepada karyawan, mereka diberikan sesuatu agar makin bersemangat untuk mencapai prestasi sesuai perjanjian tadi,” ungkapnya.

Agar karyawan termotivasi dan mau tetap bergabung, Gandung menilai, mereka harus mendapat reward yang terkait dengan performanya. Jadi, tidak hanya berkaitan dengan posisi atau tugastugas di pekerjaannya. “Bonus diberikan lantaran suatu pencapaian prestasi yang melebihi rata-rata,” ujarnya.

Gandung merinci pemberian bonus dilakukan dengan melihat struktur kompensasi baik yang bersifat fix maupun variabel. Bonus yang bersifat fix adalah sesuatu yang diberikan kepada karyawan terlepas dari dia mencapai target ataupun tidak. Dengan demikian, karyawan yang sakit sekalipun tetap menerima haknya. Sementara yang bersifat variabel, menurut Gandung ada beberapa kriteria. “Perhitungannya di masingmasing divisi tidak sama. Misalnya, di bagian sales variabelnya jauh lebih luas, sementara fix incomenya lebih kecil,” ujarnya.

Dijelaskan Gandung, dalam struktur kompensasi, baik yang bersifat fix maupun variabel, cara menghitungnya dilihat dari sisi person, position dan performance. “Variabel lebih banyak mengapresiasi orang berdasarkan performance-nya. Namun demikian, dalam perhitungannya ada unsur person-nya juga, karena orang yang jabatannya tinggi faktor pengalinya pasti lebih besar,” ujarnya.

Di matanya, bonus yang menarik bisa digunakan untuk meretensi seseorang. “Orang akan berpikir, wah kalau saya berprestasi saya akan mendapat sesuatu. Dengan begitu orang cenderung menunggu karena akan mendapatkan bonus,” katanya. Selain itu, pemberian bonus juga dimaksudkan untuk memberi motivasi yang bisa mendorong orang untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. “Jika berprestasi, seseorang akan mendapat bonus yang lebih besar ketimbang yang biasa-biasa saja,” jelasnya.

Kapan bonus tahunan diberikan? “Tergantung kalendar yang dipakai masing-masing perusahaan. Perusahaan publik, apalagi yang tercatat di luar negeri seperti Indosat, pencatatannya sangat kompleks. Kami harus mengikuti aturan akuntansi internasional. Satu contoh, berdasarkan aturan akuntansi di Amerika, reward tidak dibagikan dalam bentuk bagian keuntungan, tapi semua yang berbau reward harus dibiayakan,” ujarnya menjawab pertanyaan HC. Sebagai acuan, Gandung melanjutkan, tanggal 31 Desember adalah tutup buku. Namun begitu, proses pembukuan masih membutuhkan waktu, baik yang bersifat unaudited maupun audited. “Pemberian bonus terkait dengan audited report,” katanya menandaskan.

Di tempat lain, Iyan Puryana, Associate Director of Human Resources & General Services McDonald’s Indonesia memberikan kabar gembira. Rencananya McDonald’s Indonesia akan memberikan bonus pada awal Maret 2010. “Iya, bonus akan diberikan dan di McDonald’s bonus tahunan diberikan awal Maret. Sedangkan besaran bonus bervariasi, pengalaman selama ini berkisar antara 0,5 – 3 bulan gaji. Bonus di McDonald’s diberikan berupa cash,” ujar Iyan.

Iyan menjelaskan, ada formula yang digunakan untuk menentukan besaran bonus. Sudah pasti, perhitungannya dikaitkan dengan hasil performance review yang bersangkutan. “Melalui pemberian bonus diharapkan karyawan lebih termotivasi baik secara indvidu maupun organisasi perusahaan dan mau bekerja semaksimal mungkin,” tambah Iyan lagi.

Kabar bahagia juga disampaikan oleh Evanita Heriyawan, HRD Director PT Dentsu Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang services advertising ini pun akan memberikan bonus tahunan. “Pemberian bonus akan dilakukan awal 2010 setelah seluruh perhitungan tutup buku selesai dilakukan oleh bagian keuangan. Biasanya berupa cash dan besarnya ditentukan berdasarkan performance perusahaan dan performance karyawan di tahun berjalan,” ungkapnya.

Evanita menjelaskan, bonus yang diberikan manajemen kepada karyawan merupakan bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap kinerja baik yang telah dibuktikan oleh karyawan. “Harapannya, dengan pembagian bonus di tahun depan kinerja karyawan dapat meningkat lebih baik lagi, sehingga akan berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan dan kesejahteraan karyawan juga,” imbuh Evanita.

Sementara itu, Naufal Mahfudz, Deputy Director of Human Capital & GA Antara ikut urun pendapat tentang bonus tahunan. Naufal menyebut Perum LKBN Antara baru resmi menjadi BUMN pada pertengahan Juli 2007, dan kebijakan pemberian bonus atau jasa produksi baru bisa diberlakukan pada 2010 atas kinerja tahun 2009. “Rencana pemberian bonus atau jasa produksi akan diberikan setelah neraca tahun 2009 selesai diaudit oleh auditor eksternal. Jadi kira-kira sekitar awal April 2010,” komentarnya.

Naufal mengungkapkan, besar bonus atau jasa produksi dalam bentuk uang untuk setiap individu akan berbeda sesuai kinerja karyawan yang bersangkutan. Kinerja karyawan diukur berdasarkan key performance indicator (KPI) masing-masing individu. “Besar bonus bisa satu kali gaji atau kurang, bahkan hingga tiga kali gaji sesuai dengan kinerja dan prestasi karyawan yang bersangkutan,” paparnya.

Dalam rangka memotivasi karyawan, selama ini setiap akhir tahun, bertepatan dengan HUT Antara tanggal 13 Desember, perusahaan selalu memberikan “bonus” tahunan dalam bentuk uang sebesar satu kali gaji kepada setiap karyawan, yang dinamakan Uang Hari Ulang Tahun. Naufal menambahkan, pemberian bonus atau jasa produksi kepada karyawan diharapkan bisa memotivasi karyawan sehingga produktivitasnya semakin meningkat. Bagi karyawan, pemberian bonus juga berarti menambah kesejahteraan.