Berat Badan Karyawan Turun, Produktivitas Pun Meningkat

Produktivitas karyawan erat kaitannya dengan kesehatan. Sehubungan dengan itu perusahaan perlu memerhatikan kesehatan karyawan. Bagaimana menjaga karyawan agar tetap produktif dan terhindar dari penyakit?

Tahukah Anda bahwa program promosi kesehatan di tempat kerja memiliki manfaat ganda? Di satu sisi, karyawan yang mengikuti program ini dapat merasakan manfaatnya secara langsung, yaitu tubuh yang sehat. Di sisi lain, perusahaan juga memperoleh keuntungan, yaitu penurunan biaya kesehatan dan kenaikan produktivitas kerja karyawan.

Studi yang dilakukan oleh Chapman LS berjudul “Meta Evaluation of Worksite Health Promotion Economic Return Studies” membuktikan hal itu. Penelitian yang berlangsung pada 2003 itu menyimpulkan bahwa biaya kesehatan dan ketidakhadiran karyawan di banyak perusahaan di Amerika Serikat menurun sebesar 25%-30% selama periode 3,6 tahun terakhir. Secara umum studi tersebut memperlihatkan adanya pengurangan cuti sakit, biaya pelayanan kesehatan dan kompensasi biaya ketidakmampuan hingga 25% lebih.

Menanggapi hasil studi tersebut, Head of Human Resources PT Roche Indonesia Ida Sumarsono mengatakan, program promosi kesehatan di tempat kerja memberi keuntungan lebih dari sekadar manfaat ekonomi bagi perusahaan. “Meningkatnya produktivitas karyawan adalah salah satu keuntungan dari pelaksanaan program promosi kesehatan di tempat kerja. Dalam skala yang lebih luas, program ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk karyawan dan sekaligus meningkatkan reputasi perusahaan,” ujar wanita yang bergabung di Roche sejak 1984 sebagai Personnel Assistant Manager ini.

Di lain pihak, Dr. Samuel Utoro, SpGK yang berhasil membantu beberapa perusahaan melaksanakan program promosi kesehatan, mengatakan, “Program ini terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas kesehatan terutama terkait dengan penurunan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti kegemukan, diabetes dan faktor risiko penyakit jantung,” ujarnya menandaskan.

Yang disayangkan, lanjutnya, hingga kini masih sedikit karyawan yang mendapatkan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja memuaskan dari perusahaan. Padahal, sebagaimana diketahui, karyawan dapat lebih produktif bila kesehatannya prima. Tentu, ini akan berujung kepada keberhasilan bisnis perusahaan. Untuk itu, program promosi kesehatan di tempat kerja merupakan bagian penting yang dapat dilaksanakan di tiap perusahaan.

Di Roche, program promosi kesehatan seperti ini sudah diterapkan sejak 20 September 2006. Ide awalnya berasal dari jajaran manajemen Roche yang mengharapkan para karyawan lebih sehat dan produktif di tempat kerja. Gayung pun bersambut. Karyawan merespons ajakan tersebut dengan baik. Bahkan, mereka yang lolos kriteria langsung tertarik untuk mengikuti program tersebut.

Ida mengungkapkan, kendala yang dihadapi pihaknya dalam menerapkan program ini adalah sulitnya mengubah pola pikir dan gaya hidup karyawan. “Untuk mengatasinya, kami membuat program edukatif berbentuk kompetisi, sehingga karyawan lebih bersemangat mengubah gaya hidupnya agar lebih sehat,” kata wanita kelahiran 7 Agustus 1953 ini, memastikan.

Salah satu program yang kini dijalankan perusahaannya, diungkapkan Ida, yaitu RISTY (Roche Against Obesity Amongst Employees). Dijelaskannya, RISTY bertujuan membantu karyawan yang memiliki masalah kelebihan berat badan (kegemukan). “Program ini mengelola penurunan berat badan karyawan agar lebih sehat, sehingga diharapkan produktivitasnya meningkat dan berkurang risiko morbiditasnya (angka kesakitan),” paparnya.

Mengapa Roche menganggap obesitas sebagai penyakit yang rawan untuk karyawan? Menurut Ida, obesitas merupakan penyakit kronis yang bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit. “Obesitas dipengaruhi oleh gaya hidup dan harus diatasi secara menyeluruh. Penyakit ini bukan hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit lain, seperti jantung, stroke, asam urat, kelainan tidur, osteoarthritis, masalah hormon dan kanker. Pada akhirnya, penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan kematian,” tutur Ida memberi alasan.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan cara tepat untuk menurunkan berat badan adalah dengan menerapkan diet dan pola makan sehat, olahraga, perubahan perilaku dan pengobatan. Ida memastikan bahwa rekomendasi dari WHO diterapkan oleh perusahaannya dalam program RISTY. Hasilnya, 60 karyawan atau 24% dari total 250 karyawan Roche mengikuti program tersebut selama tujuh bulan dengan Indeks Massa Tubuh > 25 kg/m2.

Lantas, berapa waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan karyawan? Ida mengatakan, tergantung berat badan awal karyawan yang bersangkutan. “Program kami dirancang untuk menurunkan berat badan secara bertahap, minimal 4 bulan,” ujarnya, memastikan. Sejauh ini Roche telah menyosialisasikan program RISTY ke berbagai perusahaan yang berminat atau yang memiliki visi untuk memberikan program promosi kesehatan untuk karyawan. “Kami memberikan edukasi, pelayanan pengukuran lemak tubuh dan konsultasi dengan ahli gizi terlatih, serta konsultasi program,” ujar wanita yang mengawali karir HR di PT ICI Paints Indonesia pada 1977 ini.

Mengenai prosesnya, program RISTY diawali dengan seleksi karyawan berdasarkan indeks massa tubuh, kadar gula darah dan kadar kolesterol. “Edukasi tentang masalah kelebihan berat badan dan obesitas serta bahayanya juga diberikan agar mereka memahami hal tersebut dan memotivasi karyawan agar melaksanakannya dengan sungguh-sungguh,” kata Ibu 3 anak ini menjelaskan.

Program edukasi Roche untuk karyawan, menurut Ida, antara lain dilakukan dengan cara memberi penjelasan langsung dalam bentuk presentasi, fun activity (misalnya naik turun tangga bersama), informasi dalam bentuk printed material, juga pemberian motivasi dan konsultasi berkala dari ahli gizi.

Sebagai langkah awal, Roche merancang program penurunan berat badan secara menyeluruh. Pesertanya mendapat dukungan dari tim Xenicare. Hingga kini tim ini telah membantu ribuan orang yang ingin mengurangi berat badannya dan berupaya mempertahankan berat badan ideal. Dalam program ini, tim Xenicare membantu peserta merancang diet sehat dan aktivitas fisik yang disesuaikan untuk tiap-tiap individu, memberi konsultasi mengenai penerapan hidup sehat dan cara mengkonsumsi Orlistat yang dapat memblokir 30% asupan lemak.

Dwi Herawati, Sekretaris di Divisi Marketing Roche, adalah salah satu peserta RISTY yang berhasil menjalankan program ini dan sekarang menikmati manfaatnya. Sebelumnya dia berusaha keras menurunkan berat badannya, namun tidak berhasil.

Dengan berat tubuh 84 kg, ia merasa terbebani dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, bahkan kadang tidak masuk kerja karena sakit. Pada saat dirinya mencoba mencari cara yang benar untuk menurunkan berat badan, manajemen menawarkannya program RISTY sehingga ia mendapat mitra yang tepat untuk mengatasi masalah kegemukannya.

Sejak awal program, Dwi yang biasa disapa Wiwik ini mengikuti semua saran yang diberikan oleh tim Xenicare. Ia berupaya untuk selalu berpikir positif, mengurangi asupan makanan berlemak, berjalan sejauh yang dapat dia lakukan, tidak “ngemil” dan mengkonsumsi Orlistat secara teratur. Sekarang Wiwik kelihatan berbeda. “Berat saya sekarang 56 kg. Saya merasa lebih berenergi dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih mudah. Saya juga lebih sehat dan bahagia berkat dukungan RISTY,” ungkapnya.