Benefit yang Pas untuk Gen Y

Menarik minat kandidat terbaik dari generasi Y, tidak cukup dilakukan hanya dengan mengiming-imingi gaji besar. Bagi mereka, gaji bukan lagi menjadi prioritas nomor satu. Beberapa hal seperti fleksibilitas waktu bekerja dan keseimbangan kadang-kadang lebih memainkan peran.

Lalu, benefit seperti apakah yang dapat membuat talent terbaik gen Y tertarik dan betah untuk bekerja? Berikut adalah beberapa bentuk benefit yang dapat dicoba untuk ditawarkan oleh perusahaan untuk menggaet talent gen Y, seperti dilansir dari comerecommended.com:

1. Tunjangan perusahaan

Pada dasarnya, Gen Y cukup sadar akan pentingnya keamanan dan kenyamanan finansial. Mereka sadar bahwa ketika mereka sakit atau kecelakaan, itu tidak hanya akan membuat mereka tidak produktif, tetapi juga memakan biaya yang cukup besar.

Meskipun demikian, mereka tidak selalu melihat pada gaji tinggi sebagai sarana untuk mewujudkan keamanan finansial mereka. Berdasarkan survei dari Metlife, sebanyak 43 persen karyawan gen Y memilih untuk mengandalkan benefit untuk memberikan keamanan finansial tersebut.

Gen Y rupanya tidak keberatan membayar lebih untuk mendapatkan paket benefit yang komprehensif. Sebuah penelitian menunjukan bahwa 54 persen gen Y yang bekerja pada sebuah industri kecil, berharap mendapatkan tunjangan kesehatan, kesehatan gigi maupun penglihatan. Selain itu, gen Y juga menginginkan agar ketika mereka berhenti bekerja, mereka berharap agar pemberi kerja bersedia memberikan tunjangan layaknya dana pensiun. Benefit semacam itu harus ditunjang oleh perusahaan sehingga mereka merasa nyaman bekerja pada perusahaan tersebut.

2. Fleksibilitas

Fleksibilitas dalam bekerja adalah barang berharga bagi generasi yang lahir tahun 1980-an ke atas tersebut. Biasanya, mereka lebih menikmati pekerjaan yang berorientasi kepada hasil ketimbang pada lamanya mereka duduk di kantor. Sebuah statistik dari Johnson Controls menyatakan bahwa 56 persen gen Y menginginkan fleksibilitas waktu mereka bekerja, dan 79 persen lebih memilih pekerjaan yang mobile atau dinamis dibandingkan yang statis. Mereka senang untuk dibebaskan kapan dan di mana mereka harus bekerja.

Salah satu contoh perusahaan yang sangat peduli dengan work life balance karyawan adalah SAS Institute. Perusahaan tersebut memberikan company paid vacation hingga lebih dari empat minggu, jumlah ijin sakit yang tak terbatas, jadwal kerja yang fleksibel dan 11 hari liburan dengan tetap dibayar.

3. Teknologi

Sebuah laporan dari Cisco Connected World Technology mengungkapkan bahwa ketika menganalisis pilihan tempat kerja, gen Y mempertimbangan akses kepada teknologi, terutama teknologi internet. Social media dan aplikasi-aplikasi lain, baik yang dapat dijalankan dengan ponsel maupun komputer menjadi magnet tersendiri bagi mereka.

Sebanyak 70 persen dari karyawan yang disurvei mengatakan bahwa mobile application sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, tetapi, hanya 40% dari mereka mempergunakannya untuk kepentingan kerja.

Dengan keterlibatan teknologi dalam lingkungan kerja mereka, ternyata 66 persen karyawan mengaku tidak senang apabila atasan menguntit aktivitas mereka di media sosial. Terdengar kontradiktif memang, tetapi para responden menilai bahwa konten sosial media itu bukan urusan atasan sama sekali.

Tags: , , , ,