Waduh, 30% Milenial Ingin Resign Sebelum Satu Tahun!

Gen Milenials

Ada survei menarik yang dilakukan oleh LinkedIn pada 13 ribu pencari kerja yang termasuk dalam golongan milenial. Mereka mencari tahu tentang faktor apa yang membuat mereka berdedikasi pada suatu perusahaan. Terdapat berbagai fakta yang dapat dipelajari dari penelitian tersebut, khususnya bagi pemberi kerja tentang talent seperti apa yang harus mereka rekrut.

Gen Milenials

(Image: independent.co.uk)

Pada kenyataannya, sebanyak 93% dari generasi milenial masih sangat tertarik untuk mempelajari peluang kerja baru di luar tempat kerjanya saat ini. Hal ini berarti, hanya 7% dari karyawan angkatan muda tersebut yang benar-benar puas dengan pekerjaannya saat ini. Faktanya pula, sekitar 30% dari karyawan Anda, berencana untuk pindah ke perusahaan lain dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Dengan fenomena tersebut, kita harusnya tahu bahwa senyum yang terpampang di bibir talent milenial kita tak selalu menandakan bahwa mereka puas dengan apa yang mereka kerjakan di perusahaan Anda.

Baca juga: Suara Hati Milenial: Siapa Bilang Kami Tidak Bisa Loyal

Ketika memutuskan untuk menerima suatu pekerjaan, generasi ini mempertimbangkan beberapa hal. Yang pertama adalah benefit, tunjangan maupun kompensasi. Selanjutnya, mereka juga harus tahu core values atau prinsip yang dianut oleh perusahaan. Pasalnya, hampir setengah dari responden hasil survei mengatakan bahwa mereka ingin bekerja pada sebuah pekerjaan yang memberi makna dalam hidup mereka.

Melihat karakter generasi milenial yang seperti tak loyal, bukan berarti perusahaan harus menghindari mereka pada proses rekrutmen. Bagaimanapun juga generasi ini telah mendominasi angkatan kerja dan akan menjadi pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, menghilangkan generasi ini dari tempat kerja adalah sebuah kerugian besar.

Baca juga: Optimalkan Kinerja Generasi Milenial dengan 7 Strategi Ini

Lantas pertanyaannya, bagaimana cara membuat mereka bertahan?

Generasi ini tumbuh tak jauh dari pengaruh cara orang tua membesarkan mereka. Orang tua saat ini menumbuhkan anaknya dengan selalu memberikan panduan, bimbingan dan bahkan melakukan apapun agar anaknya tidak gagal. Dampaknya, di perusahaan pun mereka juga berharap adanya “bimbingan”.

Oleh karena itu, untuk membuat Gen Y bertahan, jangan lupakan proses training dan coaching. Ketika generasi ini mendapatkan coaching atau arahan dari senior dengan tepat, mereka akan cenderung lebih loyal. Tak hanya itu, feedback secara rutin juga diperlukan agar generasi ini merasa dihargai dan menjadi lebih engage (terlibat) dengan perusahaan. (*)