Social Media Profesional, Masa Depan Rekrutmen Asia Tenggara

Linkedin baru saja mengeluarkan hasil survey yang dilakukan empat tahun belakangan mengenai staffing trend atau tren perekrutan dan penempatan staff yang terjadi di Asia Tenggara. Menurut survey tersebut, karyawan yang akan direkrut oleh perusahaan akan bertambah,  baik secara volume maupun budget meski masih terdapat gap dari peningkatan keduanya. Dengan banyaknya kebutuhan talent, maka perusahaan mulai mencoba beberapa cara, antara lain pembentukan talent pool, meningkatkan pengalaman klien, mempekerjakan perekrut yang handal dan investasi pada brand perusahaan.

Dalam mencari talent tersebut, kendala utama dari perusahaan di Asia Tenggara adalah terbatasnya jumlah talent yang berkualitas. Dari keseluruhan angkatan kerja, hanya sekitar 57% yang merupakan talent yang berkualitas. Jumlah ini masih di bawah rata-rata global yang mencapai 60% dari keseluruhan jumlah talent di pasar tenaga kerja. Kurangnya talent berkualitas membuat persaingan menjadi semakin ketat. Semakin besar skala perusahaan, semakin ketat persaingan yang harus dihadapi untuk mendapatkan talen yang berkompetensi tersebut.

Baca juga: Strategi Rekrutmen Melalui Linkedin

Lalu dari mana sumber dari talen-talen tersebut? Menurut riset yang sama, sumber utama talen adalah social professional network yakni sebesar 66%. Diikuti dengan lowongan kerja di internet (51%), referral (38%) dan sisanya adalah internal candidate database yakni sebesar 36%. Temuan tersebut berdampak pada lebih banyaknya penggunaan chanel sosial media professional oleh agensi jasa rekrutmen sebagai penyetor talent bagi perusahaan yang menjadi kliennya. Bahkan, tidak hanya dari sisi jumlah, sosial media professional seperti linkedIn juga disebut-sebut sebagai sumber talent-talent yang berkualitas. Hal ini penting sebagai bahan pertimbangan perusahaan jika mereka ingin membuat proses rekrutmen menjadi lebih optimal dan efisien. Terlebih lagi, 54% dari para leader yang bertugas dalam program staffing mengaku belum berhasil mengembalikan return on investment dalam hal rekrutmen ini.

Selain sosial media, cara kedua yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjaring lebih banyak competent talent adalah dengan mengasah brand/citra perusahaan di mata pencari kerja. Sebanyak 70% perusahaan yang disurvey mengaku bahwa brand yang mereka miliki dapat mempermudah mereka dalam mengembangkan bisnis. Brand dinilai penting karena empat alasannya yakni, meningkatnya kompetisi, meningkatnya kebutuhan klien, kebutuhan untuk menciptakan general awareness, dan alasan ke-4 adalah kesadaran bahwa brand memberikan dampak tertentu terhadap proses bisnis.

Baca juga: 6 Tren Rekrutmen tahun 2015

Tags: ,