Sifat Paling Dicari dari Kandidat

haryosuryosumarto

Bila sekarang Anda sedang menunggu panggilan HRD sebuah perusahaan setelah mengirimkan CV untuk melamar sebuah  posisi di sana, hal selanjutnya yang sebaiknya Anda lakukan adalah menyiapkan proses interview.

Apabila di CV atau resume Anda terlihat kemampuan dan skill teknis, pada saat interview biasanya perusahaan mencari sifat kepribadian yang cocok dengan posisi yang ingin diisinya. Sifat seperti apa yang paling dicari dari kandidat?

Menurut Haryo Suryosumarto, Founder & Managing Director PT Headhunter Indonesia, Personality traits yang dicari dari setiap kandidat sebetulnya disesuaikan dengan kultur perusahaan juga job function serta level posisi yang dicari.

“Kalau bicara tataran idealnya, memang semua positive personality traits harus dimiliki kandidat, biasanya ada kriteria di perusahaan untuk masing-masing spektrum dalam OCEAN,” tambah Haryo. OCEAN kepanjangan dari Openness to Experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism. (Selengkapnya mengenai OCEAN dapat dilihat di Wikipedia)

Pekerja Keras dan Pandai Berkomunikasi

Apabila kandidat memiliki karakter yang menonjol seperti pekerja keras, hal ini bisa menguntungkan apabila posisi yang dilamarnya memang menjadikan karakter tersebut sebagai kriteria nomor satu yang harus dimiliki kandidat.

“Menurut pengamatan saya, kebanyakan perusahaan lebih sering menggunakan kombinasi beberapa karakter untuk menemukan kandidat ideal yang dirasa sesuai dengan posisi yang dilamar. Jadi memiliki karakter pekerja keras jelas menjadi satu nilai tambah, tapi sama sekali tidak menjamin kandidat tersebut pada akhirnya akan dipilih, karena masih banyak faktor lain yang akan menjadi bahan pertimbangan dari perusahaan yang dilamar,” ujar Haryo.

Salah satu sifat yang juga sering dicari perusahaan adalah kecakapan berkomunikasi. Menurut Haryo kecakapan komunikasi biasanya merupakan salah satu karakter utama yang wajib dimiliki kandidat untuk job function tertentu, misalnya: HR, marketing, sales, PR, atau customer service.

Tapi bisa jadi kecakapan berkomunikasi bukan merupakan karakter yang wajib dimiliki kandidat untuk job function lainnya, misal: programmer, desainer, machine operator atau accounting. Biasanya untuk job function yang tidak mensyaratkan adanya kecakapan berkomunikasi yang tinggi, technical skill yang sesuai dan pengalaman relevan menjadi dua hal yang paling disorot dalam proses seleksi.

Karena itulah sangat penting bagi setiap profesional untuk mengenali secara mendalam karakter apa saja yang menjadi kekuatannya dan karakter apa pula yang menjadi kelemahannya.

“Tugas seorang profesional adalah menemukan job function yang sesuai, di mana karakter yang menjadi kekuatannya dapat terekspos secara optimal sehingga dirinya bisa berkontribusi pada kemajuan perusahaan. Sebaliknya karakter yang menjadi kelemahannya tidak menjadikan dirinya sebagai “kartu mati” dalam organisasi,” tutup Haryo. @nurulmelisa

Tags: