Setelah Wawancara, Ini 3 Hal yang Didiskusikan oleh Manager Rekrutmen

workplace-1245776_640

Jika sama seperti sebagian besar orang lainnya, tentunya Anda juga bertanya-tanya tentang apa yang dibicarakan oleh pewawancara setelah Anda meninggalkan ruangan saat wawancara kerja. Anda mungkin akan berpikir bahwa pewawancara akan berdiskusi dan langsung memilih orang dengan kesalahan minimal saat interview.

workplace-1245776_640

 

Ada banyak hal yang didiskusikan oleh para perekrut, tak hanya sekedar jawaban kandidat mana yang paling menarik. Meskipun tidak bisa disamaratakan, berikut adalah beberapa hal yang didiskusikan perekrut paska proses interview dengan calon karyawan, seperti dilansir dari themuse.com.

1) Apakah kandidat merasa tertarik dengan pekerjaan

Perekrut selalu berusaha untuk mendapatkan talent yang memiliki passion terhadap misi perusahaan. Ketertarikan yang tulus terhadap organisasi akan terlihat selama proses wawancara dan pewawancara tentunya tidak akan memilih kandidat yang meskipun potensinya bagus tetapi tidak antusias dengan misi perusahaan.

Karena misi ini sangat penting, ketertarikan kita akan jauh lebih mudah terlihat daripada yang kita bayangkan. Dan tentunya, pewawancara sudah mengantisipasi bahwa mereka akan menemui kandidat yang tidak ingat misi organisasi atau tidak paham filosofi perusahaan.

Jika semangatmu tiba-tiba berkurang saat proses interview, bisa jadi Anda memang tidak antusias dengan pekerjaan yang ditawarkan. Menyadari hal ini, lebih baik Anda segera melamar kerja di tempat lain karena bisa jadi pewawancara melihat kelesuan Anda ketika menjawab sehingga memilih untuk mempekerjakan kandidat lain.

Baca juga: 3 Aturan Menjawab Pertanyaan Tricky Rekruter

2) Apakah ada pihak lain yang harus mewawancara kandidat

Mungkin sudah sangat sering Anda berjalan keluar dari sebuah interview di sebuah perusahaan dengan perasaan percaya diri bahwa Anda akan diterima. Namun, tahukah Anda, bahwa ketika pewawancara merasakan hal yang sama, terkadang dia masih harus menanyakan kepada manajer rekrutmen terlebih dahulu apakah kandidat tersebut harus diinterview oleh pihak lain dan jika demikian, kapan hal tersebut dilakukan.

Hanya saja, pertanyaan tersebut tidak selalu dijawab dengan cepat oleh manajer rekrutmen sehingga kandidat menjadi pupus harapan. Pada akhirnya kandidat yang sebetulnya sangat potensial tersebut justru diambil oleh competitor atau pesaing. Dalam hal ini, kedua belah pihak tentunya merasa dirugikan. Perusahaan kehilangan talent potensial sementara si talent pun tak sabar sehingga memutuskan untuk menerima tawaran dari perusahaan lain, yang kompensasinya belum tentu lebih baik.

Baca juga: 6 Tips dalam Merekrut Fresh Graduates

3) Seberapa mendesak mereka memerlukan karyawan baru

Setelah melakukan wawancara, perusahaan akan berdiskusi kira-kira kapan mereka memerlukan personil baru. Anda tentunya akan bertanya-tanya, “Lalu, apakah jika kita datang pada saat yang tepat berarti akan langsung diterima?”. Tidak juga. Manajer rekrutmen memiliki internal timeline tersendiri tentang kapan mereka harus mulai memasukkan orang baru. Dalam gap waktu tersebut, mereka akan berdiskusi.

Bagi yang diwawancara, mungkin ini waktu yang cukup mendebarkan karena biasanya kandidat yang melamar tidak hanya satu orang. Tetapi jika Anda memang yang terbaik dari kandidat lain, hal ini tentunya tidak akan menjadi masalah. Anda akan tetap mendapatkan pekerjaan tersebut meskipun harus menunggu cukup lama. (*)