Sempurnakan LinkedIn Anda dengan 5 Langkah Berikut

linkedin-689760_640

Bagi para profesional, memiliki akun di LinkedIn seperti sudah menjadi suatu keharusan. Sayangnya, belum banyak yang aware bagaimana mengelola akun di professional network ini dan menyamakan dengan akun di social media pada umumnya.

linkedin-689760_640

(sumber image: pixabay.com/de/)

Jika Anda membuka profil LinkedIn dan terihat formatnya masih tampak seperti CV (curriculum vitae), maka ada yang salah dengan akun Anda. Mike Derezin, melalui inc.com, mengatakan bahwa profil LinkedIn tidak seharusnya hanya semata-mata dipergunakan sebagai CV untuk mencari kerja tetapi juga sebagai sarana marketing bagi diri sendiri. Hal ini sangat penting apabila Anda adalah seseorang yang bertugas untuk mencari peluang bisnis baru bagi perusahaan Anda atau Anda sendiri adalah seorang pengusaha.

Baca juga: Jadikan Summary LinkedIn Anda Penakluk, Ini Caranya

Lantas, mengapa kita harus mengoptimalkan profil LinkedIn kita? Karena biasanya klien atau calon konsumen melakukan riset dengan menelusuri via “search engine” dan salah satunya melalui LinkedIn. Oleh karena itu, akan sangat disayangkan apabila Anda hanya menampilkan prestasi-prestasi semata tanpa memperhatikan detail tentang apa yang bisa Anda tawarkan.

Menurut Mike, setidaknya ada 5 (lima) langkah yang dapat dilakukan oleh pengguna LinkedIn untuk dapat membuat profilnya jauh lebih menarik. Berikut ini tips yang bisa Anda tiru.

1. Tambahkan foto profil yang terlihat professional

Saran ini mungkin terlihat terlalu jelas karena sepertinya semua orang tahu mengenai foto ini. Namun pada kenyataannya, masih banyak pengguna LinkedIn yang memasang foto informal, foto jarak jauh atau bahkan tidak ada fotonya sama sekali. Hal ini tentunya sangat merugikan pemilik akun karena faktanya, profil yang memasang foto jelas dan professional, memiliki kecenderungan sebesar 14 kali lebih banyak untuk dilihat daripada profil yang tidak ada fotonya.

Yang dimaksud foto terlihat professional di sini juga bukan berarti bahwa kita harus berfoto dengan pakaian kantoran dengan bantuan fotografer professional. Setidaknya, jangan sampai kita memasang foto selfie atau foto-foto ketika Anda sedang liburan. Pastikan bahwa foto tersebut jelas dan tidak terkesan “slengekan” atau bertele-tele.

Sebagai tambahan, menurut survey yang dilakukan LinkedIn, 35% dari kaum muda berusia 18-34 tahun terkesan dengan profil seseorang setelah melihat foto profilnya. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan orang-orang yang berusia di atas 35 tahun yang hanya sekitar 13% saja.

2. Jadilah autentik

Bagian “summary” dalam LinkedIn profil kita adalah satu bagian di mana kita bisa bercerita lebih jauh dari sekedar pencapaian/pengalaman yang telah kita miliki. Di kolom tersebut, Anda dapat bercerita lebih detil mengapa klien atau calon konsumen perlu melakukan bisnis dengan Anda.

Ceritakan tentang passion Anda terhadap bisnis yang tengah Anda tekuni dan tentang bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah. Misalnya saja jika Anda bekerja di perusahaan asuransi, ceritakan salah satu pengalaman dengan klien, misalnya ketika Anda membantu sebuah keluarga yang terkena bencana. Beri gambaran kepada calon partner jika nantinya mereka berkerja sama dengan Anda.

Baca juga: Buat LinkedIn-mu Lebih Mengesankan dengan 10 Cara Ini

3. Gambar, Video, Slideshare

Gambar maupun video, mampu berbicara lebih banyak dibanding kata-kata yang telah Anda tulis. Oleh karena itu, jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk memanfaatkan kedua media tersebut untuk memukau pengunjung profil LinkedIn Anda.

Jika Anda seorang arsitek, berilah link di profil Anda untuk gambar rancangan yang pernah Anda buat, jika Anda pernah mengisi seminar yang berskala besar, tunjukkanlah slide presentasi Anda. Dan jangan lupa untuk menyamtumkan link video YouTube tentang profil perusahaan Anda jika memang ada. Selain untuk mengesankan pegunjung, video tersebut akan membuat traffic social channel kita menjadi bagus.

4. Jangan melupakan info kontak

Ketika Anda ingin berhubungan dengan orang lain, maka pastikan bahwa mereka tidak akan kesulitan menghubungi Anda. Anda tidak perlu menyantumkan link dari berbagai social media Anda. Cantumkan saja satu alamat yang mudah dijangkau dan sering Anda akses.

5. Lebih personal, tetapi tidak terlalu personal

Setiap orang ingin bekerja dengan orang yang bisa “relate” atau terhubung dengan mereka baik itu secara personal maupun professional. Menyiasati itu, Anda dapat menyantumkan olah raga kegemaran Anda atau kegiatan sukarelawan yang pernah Anda ikuti. Menurut riset, pemilik akun yang memilki pengalaman sukarelawan mempunyai peluang 6 kali lebih besar untuk dibaca oleh orang lain.

Menceritakan hal personal membuat pembaca lebih mengenal sisi humanis dari sosok professional pemilik profil. Namun, tentunya hal-hal personal inipun tidak boleh berlebihan, karena nantinya justru akan mendistraksi esensi utama yang ingin kita sampaikan.

Kita harus selalu mengingat bahwa saat ini, klien atau konsumen dapat memutuskan pembelian bahkan sebelum bertemu dengan salesperson yang menawarkan barang/jasa. Dengan memperbaiki profil LinkedIn, setidaknya Anda sudah selangkah lebih maju dalam meraih perhatian konsumen. Anda menjadi lebih menonjol dengan performa online yang meyakinkan, salah satunya melalui profil LinkedIn. (*)

Tags: , , , ,