Sebuah CV Tak Akan Membawa Kita Pada Pekerjaan Idaman

Memasukkan resume atau CV menjadi tahap awal bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan. CV dikirim, bahkan dengan format yang kita anggap paling mutakir, juga kata-kata indah dan juga meyakinkan, selanjutnya kita menunggu. Namun, hari berganti hari, panggilan wawancara tak kunjung datang.

Dalam rekrutmen, ada banyak hal yang tidak dapat kita kontrol misalnya software aplikasi rekrutmen yang ngadat, adanya filter yang kurang spesifik atau manajer rekrutmen yang pemalas untuk membaca semua resume yang masuk.

Hal-hal tersebut memang menyebalkan. Namun bukan berarti kita harus tenggelam dan menyalahkan itu semua. Justru sebaiknya kita berkomitmen untuk berbuat lebih dan membuat kita terlihat outstanding di antara yang lain. Intinya, ada hal-hal yang masih bisa kita kontrol, dan itulah yang harus kita maksimalkan. Beberapa hal tersebut di antaranya sebagai berikut:

Baca juga: Mencari Kerja Lewat Jejaring Sosial

1. Tentukan perusahaan yang benar-benar ingin kita bidik

Sebagian besar pelamar kerja memasukkan CV mereka secara bertubi-tubi dengan harapan bahwa peluang untuk diterima semakin besar. Di saat yang sama, si manager rekrutmen harus bekerja ektra keras untuk mengambil satu yang terbaik dari ratusan bahkan ribuan CV yang masuk. Beruntung jika CV kita masih terlihat di antara tumpukan, jika tidak tentunya kita akan gagal. Nah, untuk itulah kita perlu melakukan upaya ekstra agar manajer rekrutmen melihat bahwa profil kita istimewa dan pantas dipertimbangkan.

Daripada mengirimkan CV secara bertubi-tubi, lebih baik kita menyisihkan waktu untuk berpikir dan menentukan perusahaan apa yang benar-benar kita inginkan untuk bekerja. Setelah itu, baru kita jalankan langkah yang kedua.

2. Mengelaborasi lebih dalam mengenai perusahaan tersebut

Ketika seorang kandidat mengucapkan, “saya akan sangat senang bekerja untuk perusahaan Anda”, bisa saja itu terdengar seperti “Saya ingin Anda membayar saya”.

Jika ingin bekerja untuk sebuah perusahaan, tentunya kita harus mengerti seluk beluk perusahaan tersebut. Itulah bedanya “menginginkan pekerjaan” dengan “menginginkan peran aktual dari sebuah bisnis”. Pengetahuan tentang perusahaan bisa kita peroleh dari teman, website, vendor, konsumen dan bahkan social media.

3. Mencari tahu cara kerja yang optimal

Training bisa dikatakan sebagai kebutuhan penting yang menakutkan bagi awak HRD. Pasalnya, training ini menghabiskan banyak uang lepas dari manfaat yang ia berikan. Nah, peluang ini bisa dimanfaatkan kandidat untuk mengelaborasi strategi-strategi tertentu yang dapat mereka implementasikan pada saat bekerja sehingga dengan cepat bisa mengembalikan return on investment perusahaan.

4. Jangan cuma berkata-kata, tetapi tunjukkan!

Tunjukkan apa yang Anda bisa, tetapi bukan dengan penjelasan yang normatif. Sebaliknya, Anda harus merepresentasikan apa yang Anda bisa dalam sebuah program yang nyata. Misalnya jika kita melamar sebagai sales manager, jabarkan apa rencana penjualan yang akan dijalankan untuk menggaet lebih banyak pelanggan. Lalu jika kita melamar pada posisi IT, sebutkan beberapa program/aplikasi yang bisa kita tawarkan untuk membuat proses di perusahaan berjalan lebih efektif.

5. Gunakan referensi

Bisnis tidak bisa dipisahkan dengan relasi. Bahkan ketika seorang praktisi HRD kebingungan memilih kandidat untuk sebuah posisi dan tiba-tiba ada seorang temannya menawarkan kandidat, akan lebih mudah baginya untuk percaya.

Untuk menambah relasi ini, networking kita juga harus diperluas. Mungkin kita harus berusaha keras untuk menambah relasi tersebut, tetapi hasilnya memang akan sangat berguna untuk karir.

6. Jadilah seseorang yang “mengetuk”

Untuk mendapatkan sebuah pekerjaan kita tidak perlu menunggu dipanggil interview atau bahkan tak perlu menunggu ada lowongan. Kita bisa langsung membantu perusahaan tanpa menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Terdengar tidak mungkin? Tetapi beberapa orang telah berhasil menggunakan cara ini.

Awalnya kita mendekati orang-orang yang berhubungan dengan rekrutmen atau karyawan yang bekerja pada divisi sesuai dengan keahlian kita. Untuk bidang IT misalnya, kita siapkan dulu sebuah program yang berguna bagi perusahaan, lalu ajak manager IT bertemu untuk makan siang. Kemudian, tunjukkan hasil karya Anda tersebut. Memang butuh pengorbanan, tetapi tidak ada sesuatu pun yang sia-sia, apalagi itu menyangkut perusahaan idaman kita.

Dekatilah mereka dengan cara yang baik dan bermartabat sehingga mereka meihat itikad baik dari kita.

7. Tegaskan siapa dirimu

Tidak semua pewawancara adalah pewawancara yang baik. Beberapa perusahaan, terutama perusahaan kecil, tidak mempunyai personil HRD yang dapat mewawancara orang dengan baik. Untuk itulah, kreativitas kita sebagai kandidat diperlukan di situ.

Dalam menjawab pertanyaan wawancara, sebaiknya kita menggunakan bahasa yang lugas, mudah dimengerti dan to the point. Pertegas siapa diri kita sebenarnya, kemampuan yang kita miliki dan apa yang bisa kita sumbangkan untuk perusahaan.

8. Mintalah pekerjaan tersebut

Apabila Anda tahu pekerjaan seperti apa yang Anda inginkan, maka mulai saat ini, mintalah pekerjaan itu. Mungkin sebagian dari kalian merasa bahwa ini adalah sebuah ide yang tidak masuk akal, tetapi memang tidak ada salahnya bertanya. Sampaikan kepada pemilik perusahaan bahwa kita menginginkan posisi tersebut dan berjanji akan bekerja dengan baik nantinya.

Baca juga: 6 Hal ini Berpotensi Gagalkan Kita Dapat Pekerjaan

Tags: ,